Terapi Cystic Fibrosis Remaja dengan Pneumonia Pseudomonas Berulang
Rekomendasi Utama
Pasien remaja dengan cystic fibrosis dan pneumonia Pseudomonas berulang harus mendapat terapi kombinasi antibiotik intravena (beta-laktam antipseudomonal + aminoglikosida) selama minimal 2 minggu untuk eksaserbasi akut, DITAMBAH terapi inhalasi kronik dengan tobramycin atau colistin untuk mencegah eksaserbasi berulang. 1
Terapi Eksaserbasi Akut (Pneumonia Aktif)
Antibiotik Intravena - Terapi Kombinasi Wajib
Terapi kombinasi lebih efektif daripada monoterapi untuk strain resisten Pseudomonas. 1 Pilihan regimen:
Beta-laktam antipseudomonal (pilih salah satu):
- Ceftazidime: 150-250 mg/kg/hari dibagi 3-4 dosis (maksimal 12g/hari) 2
- Cefepime: 100-150 mg/kg/hari dibagi 2-3 dosis (maksimal 6g/hari) 2
- Meropenem: 60-120 mg/kg/hari dibagi 3 dosis (maksimal 6g/hari) 2
- Piperacillin-tazobactam: 300 mg/kg/hari 3
DITAMBAH aminoglikosida:
- Tobramycin: ~10 mg/kg/hari IV, dosis sekali sehari sama efektif dan lebih aman dibanding tiga kali sehari 2, 4
- Target kadar puncak tobramycin: 25-35 mg/mL 2
Durasi dan Monitoring
- Durasi minimal: 2 minggu terapi intravena 1
- Monitor fungsi paru setiap minggu untuk menentukan durasi 2
- Monitor kadar aminoglikosida, fungsi ginjal, dan fungsi pendengaran untuk mencegah nefrotoksisitas dan ototoksisitas 2
Peringatan Penting
Hindari imipenem/cilastatin karena tingkat reaksi alergi lebih tinggi pada pasien Pseudomonas. 2 Monoterapi hanya efektif untuk strain yang sensitif, tetapi untuk strain resisten, terapi kombinasi lebih efektif. 1
Terapi Pemeliharaan Kronik (Mencegah Eksaserbasi Berulang)
Antibiotik Inhalasi - Wajib untuk Infeksi Kronik
Semua pasien dengan infeksi Pseudomonas mukoid kronik harus mendapat terapi inhalasi, tanpa memandang fungsi paru. 1
Pilihan terapi inhalasi:
- Tobramycin 300 mg nebulisasi 2x sehari, bulan bergantian (28 hari ON, 28 hari OFF) 1, 5
- Colistin 1-2 juta unit nebulisasi 2x sehari, setiap hari 1, 2
Manfaat Terapi Inhalasi
Terapi inhalasi kronik terbukti:
- Memperbaiki fungsi paru 1
- Mengurangi frekuensi eksaserbasi akut 1
- Mengurangi kepadatan Pseudomonas di sputum 1
- Mempertahankan fungsi paru 2
Cara Pemberian yang Benar
- Gunakan nebulizer dengan kompresor udara yang menghasilkan partikel aerosol diameter 2-5 mm 1
- Pasien harus diuji bronkokonstriksi saat memulai antibiotik inhalasi baru 1
- Beberapa pasien memerlukan bronkodilator sebelum nebulisasi antibiotik 1
- Efek samping utama: bronkospasme 1, 5
- Tidak ada bukti toksisitas ginjal atau pendengaran saat antibiotik inhalasi digunakan sendiri, tetapi hati-hati bila pasien juga menerima aminoglikosida intravena 1
Terapi Oral untuk Eksaserbasi Ringan-Sedang
Bila eksaserbasi tidak berat dan pasien stabil:
Ciprofloxacin 750 mg oral 2x sehari selama 14 hari 2, 6
- Dosis pediatrik: 10-20 mg/kg/dosis setiap 12 jam (maksimal 750 mg/dosis) 6
- Ciprofloxacin dapat digunakan pada anak dengan CF meskipun ada pembatasan umum fluorokuinolon pada anak 4
Peringatan Ciprofloxacin
- Resistensi cepat berkembang, jadi selalu berdasarkan hasil kultur 1
- Efek samping: fotosensitivitas (gunakan tabir surya), gangguan tidur, episode psikotik 1
- Jangan gunakan dosis 500 mg 2x sehari - dosis ini tidak cukup untuk Pseudomonas 2
Strategi Pencegahan Infeksi Kronik
Terapi Agresif Dini
Bila Pseudomonas pertama kali diisolasi, terapi agresif dini dapat menunda onset infeksi kronik. 1, 2
Regimen untuk kolonisasi awal:
- Antibiotik sistemik (intravena atau oral ciprofloxacin) DITAMBAH antibiotik inhalasi 2
- Kombinasi colistin inhalasi + ciprofloxacin oral terbukti menunda infeksi kronik Pseudomonas 1
Terapi Pemeliharaan Reguler vs On-Demand
Pasien dengan infeksi Pseudomonas kronik harus mendapat:
- Antibiotik intravena 3-4 kali per tahun, ATAU 1
- Terapi inhalasi (colistin atau tobramycin) sepanjang tahun 1
- Setiap eksaserbasi akut harus diobati dengan antibiotik yang sesuai 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan gunakan monoterapi untuk strain resisten - kombinasi lebih efektif 1
- Jangan hentikan terapi terlalu cepat - minimal 2 minggu untuk IV, 14 hari untuk oral 1, 2
- Jangan abaikan terapi inhalasi kronik - ini kunci mencegah eksaserbasi berulang 1
- Jangan lupa monitor kadar aminoglikosida - risiko nefrotoksisitas dan ototoksisitas 2
- Jangan gunakan dosis suboptimal - gunakan dosis maksimal yang direkomendasikan 2
- Jangan asumsikan semua beta-laktam efektif untuk Pseudomonas - ceftriaxone, cefazolin, ampicillin/sulbactam, dan ertapenem TIDAK efektif 2
Pertimbangan Khusus untuk Remaja CF
- Seleksi antibiotik HARUS berdasarkan hasil kultur dan sensitivitas karena tingkat resistensi lebih tinggi pada pasien CF 2, 4
- Farmakokinetik antibiotik pada pasien CF berbeda - klirens piperacillin dan tobramycin meningkat signifikan 3
- Terapi dapat dilakukan di rumah atau rumah sakit - keduanya memiliki keuntungan 1
- Fisioterapi dada dan obat inhalasi lain harus diatur urutannya - disarankan antibiotik inhalasi diberikan terakhir 5