Tatalaksana Abses Supraorbital Karena Luka Bakar
Abses supraorbital akibat luka bakar memerlukan drainase bedah segera dikombinasikan dengan antibiotik spektrum luas intravena yang mencakup bakteri Gram-positif, Gram-negatif, dan anaerob, dengan kultur pus untuk panduan terapi definitif.
Prinsip Manajemen Utama
Intervensi Bedah
- Drainase bedah adalah modalitas utama untuk abses supraorbital, karena abses subperiosteal (termasuk lokasi supraorbital) memerlukan insisi dan drainase sebagai manajemen primer diikuti terapi antibiotik 1, 2.
- Aspirasi jarum saja tidak cukup karena abses subperiosteal sering rekuren dengan aspirasi tunggal 1.
- Drainase harus dilakukan segera untuk mencegah komplikasi serius seperti kehilangan penglihatan, meningitis, abses intrakranial, dan kematian 3, 4.
Pendekatan Bedah Spesifik
- Untuk abses supraorbital, pendekatan eksternal melalui insisi kulit diperlukan karena lokasi superior 5.
- Jika terkait dengan sinusitis (etiologi paling umum), pertimbangkan drainase endoskopik sinus bersamaan dengan reseksi abses melalui kulit 2.
- Debridemen jaringan nekrotik adalah krusial untuk mengurangi beban patogen, terutama pada luka bakar 1.
Terapi Antibiotik
Regimen Empiris
- Antibiotik spektrum luas intravena harus dimulai segera yang mencakup organisme Gram-positif, Gram-negatif, dan anaerob 1.
- Infeksi luka bakar biasanya polimikrobial: awalnya terkolonisasi bakteri Gram-positif dari flora kulit endogen, kemudian dalam seminggu terkolonisasi bakteri Gram-negatif 1.
- Pertimbangkan coverage MRSA berdasarkan epidemiologi lokal (area dengan >20% MRSA pada isolat rumah sakit invasif) 1.
Kultur dan Penyesuaian
- Kultur pus wajib dilakukan untuk identifikasi patogen dan panduan terapi antibiotik definitif 1.
- Parameter farmakokinetik pada pasien luka bakar berubah, sehingga dosis harus disesuaikan untuk memaksimalkan efikasi antibiotik 1.
- Kultur konjungtiva dan nasal tidak membantu menentukan etiologi bakteriologis 4.
Manajemen Luka Bakar
Perawatan Luka Awal
- Eksisi dini eschar sangat penting untuk menurunkan insiden infeksi luka bakar invasif secara substansial 1.
- Irigasi dalam untuk menghilangkan benda asing dan patogen, tetapi irigasi bertekanan tidak direkomendasikan karena dapat menyebarkan bakteri ke lapisan jaringan lebih dalam 1.
- Debridemen bedah diperlukan untuk menghilangkan jaringan nekrotik dan reduksi mekanis beban patogen 1.
Resusitasi Cairan
- Untuk luka bakar berat, berikan 20 mL/kg larutan kristaloid seimbang (Ringer Laktat) dalam jam pertama 1.
- Larutan kristaloid seimbang lebih disukai dibanding NaCl 0,9% untuk menghindari hiperkloremia dan asidosis metabolik 1.
Pencitraan Diagnostik
Indikasi CT Scan
- CT scan dengan kontras wajib dilakukan ketika dicurigai komplikasi orbital atau sistem saraf pusat dari infeksi sinus atau luka bakar 1.
- CT scan membantu menentukan keberadaan abses yang memerlukan intervensi bedah dan menghindari sekuele dari manajemen agresif yang tepat 1.
- Perhatian: CT scan dapat gagal mendeteksi abses pada beberapa kasus, sehingga kecurigaan klinis tinggi tetap penting 4.
Peringatan Klinis Penting
Presentasi Atipikal
- Tujuh dari 15 pasien dengan abses orbital tidak melaporkan nyeri 4.
- Demam tidak ada pada 8 pasien dan jumlah sel darah putih normal pada 4 pasien 4.
- Kasus yang diobati sebagian mungkin tidak menunjukkan temuan klinis yang diharapkan dari infeksi orbital 4.
- Presentasi subakut tanpa demam, nyeri, atau peningkatan sel darah putih dapat meniru onset tumor orbital 4.
Komplikasi Serius
- Morbiditas signifikan dapat terjadi meskipun dengan pengobatan: kehilangan penglihatan hingga <20/200, proptosis residual, diplopia residual, osteomielitis, dan kematian 4.
- Jika tidak ada perbaikan dalam 48 jam dengan antibiotik IV, drainase bedah orbit dan sinus yang terkena harus segera dilakukan 5.
Kontraindikasi
- Profilaksis antibiotik universal tidak direkomendasikan untuk luka bakar, kecuali pada luka dalam dan segar di area kritis (wajah termasuk) atau pada pasien dengan risiko infeksi tinggi 1.
Rujukan ke Pusat Luka Bakar
- Pasien dengan luka bakar berat yang mengembangkan abses supraorbital harus dirujuk ke pusat luka bakar untuk manajemen optimal 1.
- Admisi langsung ke pusat luka bakar mengurangi waktu hingga eksisi dan durasi ventilasi mekanis 1.
- Eskarotomi untuk komplikasi luka bakar harus dilakukan hanya di pusat luka bakar karena risiko komplikasi (perdarahan, infeksi) dan morbiditas terkait prosedur yang buruk 1.