Rekomendasi Kardio Sport dan Rehabilitasi Kardiovaskular
Aktivitas fisik aerobik teratur dengan intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu (atau 75-150 menit intensitas tinggi) merupakan terapi inti untuk pencegahan dan rehabilitasi penyakit kardiovaskular, dengan manfaat terbukti menurunkan mortalitas kardiak hingga 26%. 1, 2
Preskripsi Latihan Aerobik untuk Rehabilitasi Kardiak
Parameter Dasar Latihan
Frekuensi dan Durasi:
- Minimal 3 hari per minggu, idealnya 6-7 hari per minggu untuk manfaat kardiovaskular optimal 1
- Durasi 30-60 menit per sesi untuk pasien dengan penyakit koroner 1
- Total volume mingguan 150-300 menit intensitas sedang atau 75-150 menit intensitas tinggi 1, 2
Intensitas Latihan:
- Intensitas sedang pada 40-70% dari heart rate reserve atau VO2 max 1
- Gunakan skala Borg Rate of Perceived Exertion (RPE) dengan target 5-6 pada skala CR10 untuk intensitas sedang 1
- Setiap peningkatan 1-MET dalam kapasitas latihan memberikan reduksi mortalitas 8-17% 2
Jenis Aktivitas:
- Latihan aerobik menggunakan kelompok otot besar: jalan cepat, jogging, bersepeda, berenang, dan ski lintas alam 1
- Aktivitas ini terbukti meningkatkan fungsi endotel, mengurangi progresivitas lesi koroner, menurunkan risiko trombogenik, dan memperbaiki kolateralisasi miokard 1
Latihan Resistensi sebagai Terapi Adjuvan
Kriteria Pasien yang Aman:
- Pasien dengan penyakit koroner stabil yang asimtomatik atau hanya gejala ringan 2
- Telah menyelesaikan minimal 3-5 minggu latihan aerobik terlebih dahulu 2
- Fraksi ejeksi ventrikel kiri >50% jika memungkinkan 2
Parameter Latihan Resistensi:
- Intensitas awal 30-40% dari one-repetition maximum (1-RM) untuk tubuh atas dan 50-60% untuk tubuh bawah 2
- Program single-set dengan 8-10 latihan berbeda, dilakukan minimal 2 hari per minggu 1, 2
- Gunakan repetisi tinggi (10-15) dengan resistensi rendah untuk meminimalkan strain kardiovaskular 2
- Target perceived exertion 11-14 pada skala Borg (tingkat "cukup ringan" hingga "agak berat") 2
Peringatan Kritis:
- Hindari menahan napas atau manuver Valsalva yang dapat meningkatkan tekanan darah dan kebutuhan oksigen miokard secara dramatis 2
- Pasien harus bernapas kontinyu sepanjang setiap repetisi 2
Stratifikasi Risiko untuk Olahraga Kompetitif
Pasien Risiko Rendah (Boleh Olahraga Kompetitif Selektif)
Kriteria yang SEMUA harus dipenuhi: 3
- Tidak ada stenosis koroner kritis (<70% arteri mayor atau <50% left main stem)
- Fraksi ejeksi ≥50% pada ekokardiografi
- Kapasitas latihan normal sesuai usia
- Tidak ada iskemia yang dapat diinduksi pada tes latihan maksimal
- Tidak ada takiaritmia ventrikel mayor saat istirahat dan selama tes stres maksimal
Rekomendasi:
- Atlet-pasien risiko rendah dapat diizinkan berpartisipasi dalam olahraga kompetitif secara selektif 3
- Tetap berhati-hati pada olahraga dengan beban hemodinamik tertinggi (disiplin power dan endurance ekstrem) 3
- Atlet usia >60 tahun memerlukan perhatian khusus karena risiko sudden cardiac death lebih tinggi selama event endurance 3
Pasien Risiko Tinggi (Harus Dibatasi dari Olahraga Kompetitif)
Kriteria jika SALAH SATU berlaku: 3
- Stenosis koroner kritis (>70% arteri mayor atau >50% left main stem)
- Fraksi ejeksi <50%
- Iskemia yang diinduksi latihan: depresi ST >0.1 mV (horizontal atau down-sloping) di dua lead dada atau elevasi ST >0.1 mV atau left bundle branch block baru pada intensitas latihan rendah
- Dispnea pada intensitas latihan rendah (angina equivalent)
- Takiaritmia ventrikel relevan (NSVT, VEB polimorfik atau sangat sering)
Manajemen:
- Pasien risiko tinggi harus dibatasi sementara dari olahraga kompetitif 3
- Terapi anti-iskemik perlu dioptimalkan 3
- Revaskularisasi harus dilakukan jika iskemia berlanjut 3
- Pasien dengan penyakit jantung iskemik terdokumentasi tidak disarankan untuk olahraga kompetitif intensitas tinggi, hanya olahraga intensitas rendah seperti golf dan bowling 3
Rehabilitasi Pasca Sindrom Koroner Akut
Inisiasi Latihan:
- Pasien pasca ACS atau infark miokard akut harus segera memulai program latihan tanpa penundaan 3
- Mulai dengan latihan intensitas rendah durasi terbatas, ditingkatkan secara bertahap 3
- Durasi proses bergantung pada luas cedera miokard dan remodeling, harus dievaluasi serial minimal setelah 3 bulan 3
Pasien NSTEMI atau CAD Stabil dengan Revaskularisasi Komplit:
- Latihan dapat ditingkatkan lebih cepat ke level sebelumnya 3
- Program latihan bertahap dapat dilakukan dalam setting rehabilitasi kardiak terstruktur 3
- Kembali ke latihan harus didorong baik dalam program terstruktur atau dengan saran individual dengan kontrol serial 3
Peringatan Penting:
- Latihan intensif dan partisipasi kompetisi hanya dipertimbangkan setelah peningkatan bertahap dan progresif dalam beban latihan rehabilitasi 3
- Risiko cardiac arrest selama rehabilitasi kardiak tersupervisi adalah sekitar 1 per 115.000 jam-pasien, dengan 1 kematian per 750.000 jam-pasien 2
Kontraindikasi Absolut Latihan Resistensi
Hindari latihan resistensi pada: 2
- Infark miokard baru (<3 minggu) atau angina tidak stabil
- Pasca operasi bypass koroner baru (<8-12 minggu)
- Hipertensi tidak terkontrol
- Aritmia atau gejala gagal jantung
- Iskemia yang diinduksi latihan pada beban kerja rendah
Mekanisme Manfaat Kardioprotektif
Latihan teratur memberikan manfaat melalui: 1
- Perbaikan fungsi endotel
- Reduksi progresivitas lesi koroner
- Penurunan risiko trombogenik
- Peningkatan kolateralisasi dan perfusi miokard
Outcome Klinis Terbukti: 1
- Reduksi mortalitas kardiak 26%
- Penurunan hospitalisasi dan kejadian kardiovaskular adverse
- Perbaikan profil risiko kardiovaskular
- Peningkatan kapasitas latihan dan kebugaran kardiorespiratori
- Perbaikan persepsi kesejahteraan
Pertimbangan Khusus untuk Atlet Master (Usia Lanjut)
Skrining Pra-Partisipasi:
- Pria ≥45 tahun dan wanita ≥55 tahun yang memulai program latihan vigorous memerlukan tes latihan maksimal 1
- Risiko khususnya meningkat pada mantan atlet terlatih yang masuk kompetisi master dengan sedikit atau tanpa latihan formal baru-baru ini 3
- Perhatian khusus pada event jarak pendek atau durasi pendek yang melibatkan exertion "burst" maksimal (sprint, basket, tenis, sepak bola) 3
Hipertensi pada Atlet Master:
- Hipertensi ringan (stage 1: 140-159/90-99 mmHg) tanpa kerusakan organ target tidak membatasi eligibilitas dari sebagian besar olahraga kompetitif master 3
- Latihan intensitas rendah hingga sedang bermanfaat menurunkan tekanan darah dan memperbaiki faktor risiko koroner lainnya 3
- Latihan resistensi kompetitif harus dihindari pada hipertensi sedang hingga berat 3