What are the recommendations for cardiovascular health through sports and rehabilitation?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 17, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Rekomendasi Kardio Sport dan Rehabilitasi Kardiovaskular

Aktivitas fisik aerobik teratur dengan intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu (atau 75-150 menit intensitas tinggi) merupakan terapi inti untuk pencegahan dan rehabilitasi penyakit kardiovaskular, dengan manfaat terbukti menurunkan mortalitas kardiak hingga 26%. 1, 2

Preskripsi Latihan Aerobik untuk Rehabilitasi Kardiak

Parameter Dasar Latihan

Frekuensi dan Durasi:

  • Minimal 3 hari per minggu, idealnya 6-7 hari per minggu untuk manfaat kardiovaskular optimal 1
  • Durasi 30-60 menit per sesi untuk pasien dengan penyakit koroner 1
  • Total volume mingguan 150-300 menit intensitas sedang atau 75-150 menit intensitas tinggi 1, 2

Intensitas Latihan:

  • Intensitas sedang pada 40-70% dari heart rate reserve atau VO2 max 1
  • Gunakan skala Borg Rate of Perceived Exertion (RPE) dengan target 5-6 pada skala CR10 untuk intensitas sedang 1
  • Setiap peningkatan 1-MET dalam kapasitas latihan memberikan reduksi mortalitas 8-17% 2

Jenis Aktivitas:

  • Latihan aerobik menggunakan kelompok otot besar: jalan cepat, jogging, bersepeda, berenang, dan ski lintas alam 1
  • Aktivitas ini terbukti meningkatkan fungsi endotel, mengurangi progresivitas lesi koroner, menurunkan risiko trombogenik, dan memperbaiki kolateralisasi miokard 1

Latihan Resistensi sebagai Terapi Adjuvan

Kriteria Pasien yang Aman:

  • Pasien dengan penyakit koroner stabil yang asimtomatik atau hanya gejala ringan 2
  • Telah menyelesaikan minimal 3-5 minggu latihan aerobik terlebih dahulu 2
  • Fraksi ejeksi ventrikel kiri >50% jika memungkinkan 2

Parameter Latihan Resistensi:

  • Intensitas awal 30-40% dari one-repetition maximum (1-RM) untuk tubuh atas dan 50-60% untuk tubuh bawah 2
  • Program single-set dengan 8-10 latihan berbeda, dilakukan minimal 2 hari per minggu 1, 2
  • Gunakan repetisi tinggi (10-15) dengan resistensi rendah untuk meminimalkan strain kardiovaskular 2
  • Target perceived exertion 11-14 pada skala Borg (tingkat "cukup ringan" hingga "agak berat") 2

Peringatan Kritis:

  • Hindari menahan napas atau manuver Valsalva yang dapat meningkatkan tekanan darah dan kebutuhan oksigen miokard secara dramatis 2
  • Pasien harus bernapas kontinyu sepanjang setiap repetisi 2

Stratifikasi Risiko untuk Olahraga Kompetitif

Pasien Risiko Rendah (Boleh Olahraga Kompetitif Selektif)

Kriteria yang SEMUA harus dipenuhi: 3

  • Tidak ada stenosis koroner kritis (<70% arteri mayor atau <50% left main stem)
  • Fraksi ejeksi ≥50% pada ekokardiografi
  • Kapasitas latihan normal sesuai usia
  • Tidak ada iskemia yang dapat diinduksi pada tes latihan maksimal
  • Tidak ada takiaritmia ventrikel mayor saat istirahat dan selama tes stres maksimal

Rekomendasi:

  • Atlet-pasien risiko rendah dapat diizinkan berpartisipasi dalam olahraga kompetitif secara selektif 3
  • Tetap berhati-hati pada olahraga dengan beban hemodinamik tertinggi (disiplin power dan endurance ekstrem) 3
  • Atlet usia >60 tahun memerlukan perhatian khusus karena risiko sudden cardiac death lebih tinggi selama event endurance 3

Pasien Risiko Tinggi (Harus Dibatasi dari Olahraga Kompetitif)

Kriteria jika SALAH SATU berlaku: 3

  • Stenosis koroner kritis (>70% arteri mayor atau >50% left main stem)
  • Fraksi ejeksi <50%
  • Iskemia yang diinduksi latihan: depresi ST >0.1 mV (horizontal atau down-sloping) di dua lead dada atau elevasi ST >0.1 mV atau left bundle branch block baru pada intensitas latihan rendah
  • Dispnea pada intensitas latihan rendah (angina equivalent)
  • Takiaritmia ventrikel relevan (NSVT, VEB polimorfik atau sangat sering)

Manajemen:

  • Pasien risiko tinggi harus dibatasi sementara dari olahraga kompetitif 3
  • Terapi anti-iskemik perlu dioptimalkan 3
  • Revaskularisasi harus dilakukan jika iskemia berlanjut 3
  • Pasien dengan penyakit jantung iskemik terdokumentasi tidak disarankan untuk olahraga kompetitif intensitas tinggi, hanya olahraga intensitas rendah seperti golf dan bowling 3

Rehabilitasi Pasca Sindrom Koroner Akut

Inisiasi Latihan:

  • Pasien pasca ACS atau infark miokard akut harus segera memulai program latihan tanpa penundaan 3
  • Mulai dengan latihan intensitas rendah durasi terbatas, ditingkatkan secara bertahap 3
  • Durasi proses bergantung pada luas cedera miokard dan remodeling, harus dievaluasi serial minimal setelah 3 bulan 3

Pasien NSTEMI atau CAD Stabil dengan Revaskularisasi Komplit:

  • Latihan dapat ditingkatkan lebih cepat ke level sebelumnya 3
  • Program latihan bertahap dapat dilakukan dalam setting rehabilitasi kardiak terstruktur 3
  • Kembali ke latihan harus didorong baik dalam program terstruktur atau dengan saran individual dengan kontrol serial 3

Peringatan Penting:

  • Latihan intensif dan partisipasi kompetisi hanya dipertimbangkan setelah peningkatan bertahap dan progresif dalam beban latihan rehabilitasi 3
  • Risiko cardiac arrest selama rehabilitasi kardiak tersupervisi adalah sekitar 1 per 115.000 jam-pasien, dengan 1 kematian per 750.000 jam-pasien 2

Kontraindikasi Absolut Latihan Resistensi

Hindari latihan resistensi pada: 2

  • Infark miokard baru (<3 minggu) atau angina tidak stabil
  • Pasca operasi bypass koroner baru (<8-12 minggu)
  • Hipertensi tidak terkontrol
  • Aritmia atau gejala gagal jantung
  • Iskemia yang diinduksi latihan pada beban kerja rendah

Mekanisme Manfaat Kardioprotektif

Latihan teratur memberikan manfaat melalui: 1

  • Perbaikan fungsi endotel
  • Reduksi progresivitas lesi koroner
  • Penurunan risiko trombogenik
  • Peningkatan kolateralisasi dan perfusi miokard

Outcome Klinis Terbukti: 1

  • Reduksi mortalitas kardiak 26%
  • Penurunan hospitalisasi dan kejadian kardiovaskular adverse
  • Perbaikan profil risiko kardiovaskular
  • Peningkatan kapasitas latihan dan kebugaran kardiorespiratori
  • Perbaikan persepsi kesejahteraan

Pertimbangan Khusus untuk Atlet Master (Usia Lanjut)

Skrining Pra-Partisipasi:

  • Pria ≥45 tahun dan wanita ≥55 tahun yang memulai program latihan vigorous memerlukan tes latihan maksimal 1
  • Risiko khususnya meningkat pada mantan atlet terlatih yang masuk kompetisi master dengan sedikit atau tanpa latihan formal baru-baru ini 3
  • Perhatian khusus pada event jarak pendek atau durasi pendek yang melibatkan exertion "burst" maksimal (sprint, basket, tenis, sepak bola) 3

Hipertensi pada Atlet Master:

  • Hipertensi ringan (stage 1: 140-159/90-99 mmHg) tanpa kerusakan organ target tidak membatasi eligibilitas dari sebagian besar olahraga kompetitif master 3
  • Latihan intensitas rendah hingga sedang bermanfaat menurunkan tekanan darah dan memperbaiki faktor risiko koroner lainnya 3
  • Latihan resistensi kompetitif harus dihindari pada hipertensi sedang hingga berat 3

References

Guideline

Aerobic Exercise Prescription for Coronary Microvascular Disease

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Resistance Training for Coronary Microvascular Disease

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.