Menjaga Istri HIV Negatif Tetap Negatif Saat Merencanakan Kehamilan
Suami HIV positif harus mencapai viral load tidak terdeteksi dengan terapi antiretroviral (ART) selama minimal 6 bulan sebelum mencoba konsepsi, dan istri HIV negatif harus menggunakan profilaksis pra-pajanan (PrEP) selama periode upaya konsepsi untuk memaksimalkan perlindungan. 1, 2
Strategi Utama Pencegahan Transmisi HIV
1. Terapi Antiretroviral untuk Suami HIV Positif
- Suami harus memulai atau melanjutkan ART untuk mencapai supresi viral yang berkelanjutan sebelum mencoba konsepsi 1, 2
- Viral load harus tidak terdeteksi dan dipertahankan selama minimal 6 bulan sebelum hubungan seksual tanpa kondom 1
- Pemantauan HIV RNA harus dilakukan setiap 3 bulan sampai tersupresi minimal 1 tahun, kemudian dapat dikurangi menjadi setiap 6 bulan jika stabil secara klinis 1
- Bukti dari studi HPTN052 menunjukkan bahwa ART mengurangi transmisi HIV lebih dari 96% pada pasangan serodiskordan 1
- Studi PARTNER melaporkan tidak ada transmisi HIV selama perkiraan 894 tahun-pasangan observasi ketika pasangan HIV positif menggunakan ART, bahkan ketika terjadi hubungan seksual tanpa kondom 1
2. Profilaksis Pra-Pajanan (PrEP) untuk Istri HIV Negatif
- Istri HIV negatif harus mempertimbangkan penggunaan PrEP (kombinasi tenofovir disoproxil fumarate/emtricitabine) selama periode upaya konsepsi 1, 3
- PrEP memberikan lapisan perlindungan tambahan bahkan ketika suami memiliki viral load tidak terdeteksi 1, 3
- Dalam studi pilot di Zimbabwe, 74% pasangan memilih kombinasi ART/pemantauan viral load plus PrEP, menunjukkan preferensi kuat untuk perlindungan ganda 3
- Tenofovir disoproxil fumarate aman digunakan selama kehamilan berdasarkan data dari Antiretroviral Pregnancy Registry, tanpa peningkatan risiko cacat lahir mayor dibandingkan populasi umum 4
- Emtricitabine juga aman selama kehamilan dengan tingkat cacat lahir mayor 2,3% dibandingkan tingkat latar belakang 2,7% 5
3. Pembatasan Hubungan Seksual Tanpa Kondom pada Periode Subur
- Gunakan prediktor ovulasi untuk membatasi hubungan seksual tanpa kondom hanya pada periode kesuburan puncak 1
- Lanjutkan penggunaan kondom yang konsisten kecuali selama upaya di jendela subur 1
- Pengetahuan tentang jendela subur umumnya rendah, sehingga konseling komprehensif tentang siklus menstruasi dan waktu ovulasi sangat penting 6
4. Skrining dan Pengobatan Infeksi Menular Seksual
- Kedua pasangan harus diskrining dan diobati untuk setiap infeksi menular seksual sebelum mencoba konsepsi 1
- Infeksi menular seksual dapat meningkatkan risiko transmisi HIV secara signifikan 1
Peringatan Penting dan Jebakan yang Harus Dihindari
Jangan Berasumsi Risiko Nol Tanpa Supresi Viral Penuh
- Jangan mencoba konsepsi jika supresi viral belum dipertahankan selama 6 bulan penuh 1
- Konsep U=U (Undetectable = Untransmittable) hanya berlaku ketika viral load tidak terdeteksi secara konsisten 1
Hindari Spermisida
- Spermisida yang mengandung nonoxynol-9 dikontraindikasikan karena dapat meningkatkan risiko lesi genital dan berpotensi memfasilitasi transmisi HIV 7, 1
Pertimbangan Obat Antiretroviral
- Hindari obat dengan toksisitas reproduksi selama upaya konsepsi, terutama efavirenz yang memiliki efek teratogenik 1
- Nevirapine harus digunakan dengan hati-hati pada wanita dengan jumlah CD4 >250/mm³ karena risiko toksisitas hepatik berat 8
Pemantauan Berkelanjutan
- Pasangan HIV negatif dalam hubungan serodiskordan harus menjalani tes HIV reguler (setiap 3-6 bulan) 1
- Kepatuhan yang tidak konsisten terhadap ART oleh pasangan HIV positif dapat menyebabkan rebound viral dan meningkatkan risiko transmisi 1
Pertimbangan Setelah Kehamilan Tercapai
Manajemen Kehamilan
- Lanjutkan ART sepanjang kehamilan untuk mencegah transmisi vertikal 7, 9
- Ibu yang terinfeksi HIV tidak boleh menyusui untuk meminimalkan risiko transmisi vertikal 7, 1
- Bayi harus menerima profilaksis pasca-pajanan yang sesuai, biasanya zidovudine selama 6 minggu 9, 8
Metode Persalinan
- Persalinan caesar elektif pada 38 minggu direkomendasikan untuk wanita yang terinfeksi HIV dengan viral load >1000 kopi/mL mendekati waktu persalinan atau viral load tidak diketahui 9, 8
- Persalinan caesar mengurangi risiko transmisi sekitar 50% pada populasi tertentu 7
Faktor Risiko yang Meningkatkan Transmisi
- Keinginan untuk hamil adalah faktor risiko paling penting untuk serokonversi HIV di antara pasangan serodiskordan (OR = 5,18) 10
- Namun, risiko ini dapat diminimalkan secara dramatis dengan penggunaan ART saat ini (OR = 0,09) dan penggunaan kondom yang konsisten (OR = 0,05) 10
- Tingkat serokonversi keseluruhan dalam kohort pasangan serodiskordan adalah 1,02 per 100 orang-tahun tanpa intervensi optimal 10
Bukti Efektivitas dari Dunia Nyata
- Dalam studi pilot program konsepsi yang lebih aman di Zimbabwe, 12 pasangan mencapai kehamilan tanpa kasus transmisi HIV ke pasangan dan tidak ada bayi yang tes positif HIV 3
- Kepuasan dengan metode konsepsi yang lebih aman tinggi di antara mereka yang memilih ART/pemantauan viral load dan PrEP 3
- Pasangan serodiskordan di Zimbabwe mencari kombinasi metode pencegahan HIV, terutama ART/pemantauan viral load plus PrEP 3