Tips Agar Pasien Bisa Flatus
Mobilisasi dini adalah intervensi paling penting untuk merangsang fungsi usus dan membantu pasien mengeluarkan flatus, terutama pada kondisi ileus pasca operasi. 1
Intervensi Non-Farmakologis (Prioritas Utama)
Mobilisasi dan Positioning
- Mobilisasi dini harus dimulai sesegera mungkin untuk merangsang fungsi usus dan mencegah ileus yang berkepanjangan 1
- Posisikan pasien dalam posisi tegak atau semi-fowler untuk memfasilitasi pergerakan gas melalui saluran cerna 2
- Ambulasi bertahap sesuai kondisi pasien dapat meningkatkan motilitas usus 1
Modifikasi Diet
- Diet rendah karbohidrat yang difermentasi dapat mengurangi produksi gas berlebihan pada pasien dengan flatus eksesif 3, 4
- Hindari makanan yang tinggi laktosa dan produk gandum yang dapat meningkatkan fermentasi bakteri di kolon 3
- Diet rendah serat ("fiber-free") dapat mengurangi produksi gas fermentasi (H2 dan CO2) secara signifikan, dari median 705 ml/24 jam menjadi 214 ml/24 jam 5
- Asupan serat yang tinggi (>24-28 g/hari) berkorelasi dengan peningkatan emisi flatus 6
Manajemen Farmakologis
Simethicone
- Simethicone dapat digunakan untuk mengurangi tekanan dan kembung yang umumnya disebut sebagai gas 7
- Obat ini bekerja dengan memecah gelembung gas di saluran cerna 7
Analgesik Non-Opioid
- Hindari atau kurangi penggunaan opioid karena merupakan penyebab utama ileus paralitik melalui efek inhibisi pada motilitas usus 1
- Pertimbangkan analgesia epidural torakal yang dapat mengurangi risiko ileus pasca operasi secara signifikan dibandingkan analgesia opioid sistemik 1
Obat-obatan yang Harus Dihindari
- Hindari obat antikolinergik yang dapat menyebabkan dismotilitas berat 1
- Obat lain yang dapat memperburuk ileus termasuk clozapine, baclofen, phenytoin, dan verapamil 1
Manajemen Kondisi Spesifik
Ileus Pasca Operasi
- Hindari overload cairan karena dapat memperburuk edema usus dan memperpanjang ileus 1
- Pendekatan laparoskopi menghasilkan ileus yang lebih ringan dibandingkan prosedur terbuka 1
- Dekompresi nasogastrik atau gastrostomi dapat dipertimbangkan untuk kasus muntah persisten atau distensi gaster 1
Gangguan Elektrolit
- Koreksi hipokalemia dan hipomagnesemia yang dapat menyebabkan ileus paralitik 1
- Monitor dan koreksi gangguan metabolik lainnya seperti hipotiroidisme 1
Monitoring dan Evaluasi
Pemantauan Tekanan Intra-Abdominal
- Monitor tekanan intra-abdominal, terutama jika melebihi 15 mmHg, untuk mencegah komplikasi seperti sindrom kompartemen abdominal 1
Pola Flatus Normal
- Flatus normal berkisar 7-13 kali per hari untuk wanita dan hingga 12-13 kali per hari untuk pria 3, 6
- Volume flatus normal berkisar 476-1491 ml per 24 jam (median 705 ml) 5
- Produksi flatus lebih besar setelah makan dibandingkan waktu lain 5
Peringatan Penting
Kontraindikasi Penggunaan Rectal Tube
- Rectal tube TIDAK direkomendasikan sebagai terapi standar untuk ileus paralitik dan tidak boleh digunakan secara rutin untuk ekspulsi feses dan udara 1
- Fokus pada tindakan konservatif, dekompresi gaster bila perlu, dan pengobatan penyebab yang mendasari 1