Can digoxin be used in patients with hyperthyroidism?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 18, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Digoxin pada Hipertiroid: Dapat Diberikan dengan Penyesuaian Dosis

Ya, digoxin dapat dan sering perlu diberikan pada pasien hipertiroid, terutama untuk fibrilasi atrial dengan respons ventrikel cepat atau gagal jantung, tetapi memerlukan dosis yang lebih tinggi dari biasanya karena hipertiroid meningkatkan eliminasi digoxin dan mengurangi efektivitasnya. 1, 2

Mekanisme Resistensi Digoxin pada Hipertiroid

Pasien hipertiroid menunjukkan perubahan farmakokinetik yang signifikan:

  • Konsentrasi serum digoxin yang lebih rendah terjadi pada dosis yang sama dibandingkan pasien eutiroid, dengan area under curve (AUC) yang lebih kecil dan waktu paruh yang lebih pendek 2
  • Ekskresi bilier digoxin meningkat tiga kali lipat pada kondisi hipertiroid, yang menyebabkan penurunan konsentrasi plasma 1
  • Volume distribusi digoxin meningkat pada hipertiroid, berkontribusi pada penurunan efektivitas 3
  • Motilitas gastrointestinal yang meningkat dapat mempengaruhi absorpsi obat 3

Strategi Pemberian Digoxin pada Hipertiroid

Dosis Awal dan Titrasi

  • Mulai dengan dosis standar 0.125-0.25 mg per hari, tetapi bersiaplah untuk meningkatkan dosis lebih tinggi dari biasanya 4, 5
  • Dosis yang lebih tinggi (0.375-0.5 mg per hari) mungkin diperlukan untuk mencapai kontrol laju yang adekuat pada pasien hipertiroid dengan fibrilasi atrial, meskipun dosis ini jarang digunakan pada pasien eutiroid 4, 6
  • Hindari dosis loading karena tidak diperlukan dalam manajemen kronik dan meningkatkan risiko toksisitas 5, 6

Monitoring yang Ketat

  • Target konsentrasi serum digoxin 0.5-0.9 ng/mL, meskipun pasien hipertiroid mungkin memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi untuk efek terapeutik 4, 5
  • Periksa kadar digoxin serum secara berkala karena kebutuhan dosis dapat berubah seiring perjalanan penyakit tiroid 1, 2
  • Monitor elektrolit (kalium, magnesium) dan fungsi ginjal secara rutin karena hipokalemia dan hipomagnesemia meningkatkan risiko toksisitas digoxin 4, 7

Pertimbangan Penting dalam Praktek Klinis

Terapi Kombinasi Lebih Efektif

  • Beta-blocker lebih efektif daripada digoxin monoterapi untuk kontrol laju pada fibrilasi atrial, terutama saat aktivitas 4, 8
  • Kombinasi digoxin dengan beta-blocker atau calcium channel blocker (diltiazem, verapamil) sering diperlukan untuk kontrol laju yang adekuat pada pasien hipertiroid 4, 6
  • Jika menambahkan amiodarone, kurangi dosis digoxin karena amiodarone meningkatkan kadar digoxin serum 4, 5

Penyesuaian Saat Mencapai Eutiroid

  • Setelah pasien menjadi eutiroid dengan terapi antitiroid (methimazole), kebutuhan dosis digoxin akan menurun karena farmakokinetik kembali normal 2, 3
  • Methimazole sendiri tidak mengubah farmakokinetik digoxin, tetapi normalisasi fungsi tiroid akan mengurangi kebutuhan dosis 2
  • Reevaluasi dosis digoxin setelah mencapai eutiroid untuk mencegah toksisitas karena dosis yang sebelumnya tepat mungkin menjadi terlalu tinggi 1, 3

Kontraindikasi dan Peringatan

  • Jangan berikan digoxin pada pasien dengan blok sinus atau AV yang signifikan tanpa pacemaker permanen 4, 5
  • Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang menerima obat lain yang menekan fungsi nodus sinus atau AV (beta-blocker, amiodarone) 4, 7
  • Hipokalsemia dapat meniadakan efek digoxin, sementara hiperkalsemia meningkatkan risiko toksisitas 9, 7

Tanda-Tanda Toksisitas yang Harus Diwaspadai

  • Aritmia jantung: enhanced automaticity dengan blok AV, takikardia ventrikel bidirectional 9
  • Gejala gastrointestinal: anoreksia, mual, muntah 9, 10
  • Gejala neurologis: gangguan penglihatan (penglihatan kuning/kabur), konfusi, disorientasi 9, 10
  • Toksisitas dapat terjadi pada kadar >2 ng/mL, tetapi juga dapat terjadi pada kadar lebih rendah jika ada gangguan elektrolit 9, 6

Kesimpulan Praktis

Pada pasien hipertiroid dengan fibrilasi atrial atau gagal jantung, digoxin tetap merupakan pilihan terapi yang valid, tetapi memerlukan pendekatan yang lebih agresif dalam titrasi dosis dan monitoring yang lebih ketat dibandingkan pasien eutiroid. Kombinasi dengan beta-blocker hampir selalu diperlukan untuk kontrol laju yang optimal, dan dosis harus disesuaikan kembali setelah mencapai status eutiroid untuk mencegah toksisitas. 4, 1, 2

References

Research

Digoxin in hyperthyroidism.

Clinical pharmacology and therapeutics, 1977

Research

[Pharmacokinetics of digoxin in hyperthyroidism. Effect of methimazole].

Wiadomosci lekarskie (Warsaw, Poland : 1960), 2010

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Effective Doses of Digoxin for Heart Failure and Atrial Fibrillation

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Digoxin remains useful in the management of chronic heart failure.

The Medical clinics of North America, 2003

Research

Digoxin in heart failure and cardiac arrhythmias.

The Medical journal of Australia, 2003

Guideline

Digoxin Toxicity

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Digoxin Dosing for Paroxysmal Atrial Fibrillation

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.