Indikasi Steroid pada Pasien Hamil
Steroid pada kehamilan diindikasikan terutama untuk maturasi paru janin pada risiko persalinan preterm (24-36 minggu), serta untuk kondisi maternal spesifik seperti asma berat, penyakit autoimun, dan rhinitis alergi yang tidak terkontrol.
Indikasi Utama Steroid Antenatal untuk Janin
Maturasi Paru Janin - Usia Kehamilan 24-33 Minggu
- Berikan betametason 2 dosis 12 mg intramuskular dengan jarak 24 jam untuk kehamilan tunggal antara 24+0 hingga 33+6 minggu yang berisiko tinggi persalinan preterm dalam 7 hari ke depan 1, 2
- Indikasi spesifik meliputi: persalinan preterm dengan selaput ketuban utuh dan dilatasi serviks ≥3 cm atau penipisan serviks 75%, ketuban pecah spontan, atau persalinan preterm terencana karena indikasi lain (hipertensi gestasional, preeklampsia, pertumbuhan janin terhambat, oligohidramnion) 1
- Terapi ini mengurangi mortalitas dan morbiditas neonatal secara signifikan 2
Maturasi Paru Janin - Usia Kehamilan 34-36 Minggu (Late Preterm)
- Pertimbangkan betametason untuk kehamilan tunggal antara 34+0 hingga 36+6 minggu dengan risiko tinggi persalinan dalam 7 hari dan sebelum 37 minggu 1
- Kriteria ketat harus dipenuhi: probabilitas tinggi persalinan dalam periode late preterm, bukan hanya kemungkinan rendah 1
- Kontraindikasi absolut: diabetes melitus pregestasional karena risiko hipoglikemia neonatal yang memburuk 1
- Manfaat utama adalah pengurangan takipnea transien neonatus, tetapi disertai peningkatan hipoglikemia neonatal (biasanya ringan dan self-limited dalam <24 jam) 1
Indikasi Janin Lainnya
- Blok jantung janin derajat pertama atau kedua dengan antibodi anti-Ro/SSA dan/atau anti-La/SSB: deksametason 4 mg oral per hari 3
- Jangan gunakan untuk blok jantung komplit (derajat ketiga) 3
Indikasi Steroid untuk Kondisi Maternal
Steroid Inhalasi/Intranasal (Aman Sepanjang Kehamilan)
- Lanjutkan kortikosteroid nasal spray (budesonid, flutikason, mometason) untuk rhinitis kronik dan rhinosinusitis selama kehamilan pada dosis yang direkomendasikan 1, 4
- Budesonid intranasal adalah pilihan preferensi jika memulai terapi baru selama kehamilan (kategori kehamilan B dengan data keamanan ekstensif) 1, 4
- Jika pasien sudah terkontrol baik dengan kortikosteroid intranasal lain sebelum hamil, wajar untuk melanjutkannya 1, 4
- Absorpsi sistemik kortikosteroid intranasal modern sangat minimal 1
Steroid Oral untuk Kondisi Maternal
Asma dan Kondisi Respiratori Berat
- Burst singkat kortikosteroid oral dapat digunakan setelah trimester pertama untuk asma berat atau eksaserbasi, terutama jika mengancam status respiratori maternal 1, 2
- Risiko asma yang tidak terkontrol melebihi risiko penggunaan steroid oral 1
- Konsultasikan dengan obstetrician sebelum pemberian 1
Penyakit Reumatik dan Autoimun
- Lanjutkan prednison dosis rendah jika diperlukan untuk kontrol penyakit 2
- Turunkan prednison dosis tinggi dengan penambahan obat yang kompatibel dengan kehamilan jika diperlukan 2
- Jangan hentikan azatioprin, siklosporin, takrolimus, dan prednisolon pada resipien transplantasi hamil 2
Penyakit Hati
- Prednisolon dianggap risiko rendah selama kehamilan tetapi berhubungan dengan peningkatan risiko celah langit-langit pada penggunaan trimester pertama 2
Pemilihan Jenis Steroid: Prinsip Kritis
Untuk Indikasi Maternal
- Gunakan prednison atau prednisolon sebagai lini pertama 3, 5
- Steroid non-fluorinasi (prednison, prednisolon) sebagian besar dimetabolisme sebelum mencapai janin 3
- Hindari deksametason dan betametason untuk indikasi maternal karena steroid fluorinasi ini melewati plasenta secara ekstensif dan menimbulkan risiko bahaya janin 3
Untuk Indikasi Janin
- Gunakan deksametason atau betametason karena kemampuannya melewati plasenta adalah mekanisme yang diinginkan 3
- Untuk maturasi paru: betametason 12 mg IM dua dosis dengan jarak 24 jam 1
- Untuk blok jantung janin: deksametason 4 mg oral per hari 3
Risiko dan Efek Samping
Risiko Maternal
- Hiperglikemia dan potensi diabetes gestasional 2, 4
- Hipertensi dan peningkatan risiko preeklampsia 2, 4, 6
- Supresi adrenal dengan penggunaan berkepanjangan 2
- Pasien harus menjalani tes diabetes sebelum penggunaan, terutama jika kursus steroid yang lebih lama dipertimbangkan 1
Risiko Janin/Neonatal
- Peningkatan risiko sedikit untuk celah bibir dengan atau tanpa celah langit-langit (terutama penggunaan trimester pertama) 1, 2
- Peningkatan insidensi kelahiran preterm dan bayi berat lahir rendah 1, 2, 6
- Hipoglikemia neonatal (terutama dengan steroid late preterm) 1
- Risiko terbesar teratogenisitas adalah penggunaan trimester pertama 1
Risiko Penggunaan Jangka Panjang
- Penggunaan kortikosteroid jangka panjang dalam kehamilan berhubungan dengan preeklampsia (OR 1.72), ketuban pecah dini preterm (OR 1.63), pielonefritis (OR 4.81), dan tromboemboli vena (OR 2.50) 6
- Neonatus lebih mungkin mengalami prematuritas (OR 1.51) dan berat badan rendah untuk usia kehamilan (OR 2.10) 6
Peringatan Penting dan Kesalahan Umum
Jangan Berikan Steroid Jika:
- Probabilitas rendah persalinan sebelum 37 minggu - hindari penggunaan kortikosteroid antenatal untuk maturasi paru janin 1
- Diabetes melitus pregestasional pada konteks late preterm steroids 1
- Kehamilan sudah mencapai ≥37 minggu tanpa indikasi maternal spesifik 1
Hindari Kesalahan Ini:
- Jangan berikan kursus berulang deksametason untuk maturasi paru janin 3
- Jangan gunakan deksametason ketika prednison/prednisolon cukup untuk pengobatan maternal 3
- Jangan lanjutkan deksametason lebih dari beberapa minggu untuk blok jantung janin 3
- Jangan gunakan irigasi budesonid atau tetes nasal kortikosteroid secara off-label selama kehamilan 1
- Hindari "treatment creep" - pemberian steroid pada pasien yang tidak memenuhi kriteria ketat 7
Menyusui
- Kortikosteroid oral dianggap kompatibel dengan menyusui 1
- Prednison atau steroid non-fluorinasi setara <20 mg per hari kompatibel dengan menyusui 2
- Sangat sedikit kortikosteroid yang dikonsumsi ibu masuk ke ASI 8
- Kortikosteroid lain telah digunakan secara ekstensif selama menyusui tanpa bukti efek merugikan 3
Konseling Pasien
Pasien yang berisiko persalinan late preterm harus diberikan konseling menyeluruh mengenai potensi risiko dan manfaat pemberian kortikosteroid antenatal, dengan penjelasan bahwa risiko jangka panjang masih belum pasti 1