What is the management and treatment for pulmonary emphysema?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Emfisema Paru

Penghentian Merokok sebagai Prioritas Utama

Penghentian merokok adalah intervensi tunggal paling penting untuk semua pasien emfisema dan harus didorong dengan kuat pada setiap kunjungan klinis. 1, 2

  • Terapi pengganti nikotin (permen karet atau patch transdermal) dan intervensi perilaku dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pada pasien emfisema yang mencoba berhenti merokok 2
  • Program penghentian merokok aktif dengan terapi pengganti nikotin mencapai tingkat berhenti yang lebih tinggi dan berkelanjutan 2

Terapi Bronkodilator sebagai Terapi Utama

Emfisema Ringan

  • Pasien dengan emfisema ringan tanpa gejala tidak memerlukan pengobatan 2
  • Pasien simptomatik harus menerima bronkodilator kerja pendek (β2-agonis atau antikolinergik) sesuai kebutuhan melalui inhaler yang sesuai 2

Emfisema Sedang hingga Berat

Untuk emfisema sedang hingga berat, terapi bronkodilator kerja panjang adalah terapi lini pertama, dengan long-acting muscarinic antagonist (LAMA) sebagai pilihan utama. 2

  • Monoterapi LAMA direkomendasikan untuk emfisema sedang, dengan LAMA lebih disukai untuk pencegahan eksaserbasi 2
  • Kombinasi LABA (long-acting β2-agonist) dan LAMA direkomendasikan untuk emfisema berat karena superioritas dalam mencegah eksaserbasi dan meningkatkan hasil yang dilaporkan pasien 2
  • Untuk pasien dengan sesak napas persisten pada monoterapi, eskalasi ke terapi bronkodilator ganda (LABA/LAMA) direkomendasikan 2

Tiotropium sebagai LAMA Pilihan

  • Tiotropium bromida adalah LAMA kerja panjang yang diberikan sekali sehari 3, 4, 5
  • Tiotropium menunjukkan perbaikan signifikan dalam fungsi paru, kualitas hidup terkait kesehatan, dan toleransi latihan, serta mengurangi dispnea, hiperinflasi paru, eksaserbasi, dan penggunaan obat penyelamat 5
  • Tiotropium efektif terlepas dari ada atau tidaknya respons bronkodilator jangka pendek pada hari pertama pengobatan 6

Kortikosteroid Inhalasi (ICS)

  • ICS dapat ditambahkan ke terapi bronkodilator untuk pasien dengan eksaserbasi persisten 2
  • Kombinasi LABA/ICS dapat menjadi terapi awal pilihan pertama untuk pasien dengan overlap asma-COPD atau jumlah eosinofil darah tinggi 2
  • Uji coba kortikosteroid (30 mg prednisolon setiap hari selama 2 minggu dengan penilaian spirometri sebelum dan sesudah) direkomendasikan untuk pasien dengan emfisema sedang 2
  • Respons positif didefinisikan sebagai peningkatan FEV1 sebesar 200 ml DAN 15% dari baseline 2
  • Untuk dosis tinggi kortikosteroid inhalasi (≥1.000 μg/hari), spacer volume besar atau sistem dry-powder harus digunakan 1

Teknik Penggunaan Inhaler

Teknik inhaler harus didemonstrasikan kepada pasien sebelum meresepkan dan harus diperiksa secara teratur. 2

  • 76% pasien emfisema membuat kesalahan penting saat menggunakan metered-dose inhaler, sementara 10-40% membuat kesalahan dengan dry powder inhaler 2
  • Pemilihan perangkat inhaler yang sesuai sangat penting untuk memastikan pengiriman yang efisien 2

Manajemen Eksaserbasi Akut

Eksaserbasi Ringan (Manajemen di Rumah)

Penyebab eksaserbasi yang paling umum adalah infeksi, seringkali virus. Tujuan manajemen adalah: 1

  1. Mengobati infeksi bakteri jika ada
  2. Menghilangkan sekresi berlebih
  3. Meningkatkan aliran udara maksimal
  4. Meningkatkan kekuatan otot pernapasan

Terapi Farmakologis untuk Eksaserbasi

Antibiotik harus digunakan ketika ≥2 dari gejala berikut ini ada: peningkatan sesak napas, peningkatan volume sputum, sputum purulen. 2

  • Antibiotik diberikan selama 7-14 hari ketika sputum menjadi purulen 2

Kortikosteroid sistemik (40 mg prednison setiap hari selama 5 hari atau 30-40 mg prednison setiap hari selama 5-7 hari) meningkatkan fungsi paru dan mempersingkat waktu pemulihan pada pasien dengan eksaserbasi. 1, 2

  • Terapi bronkodilator harus ditingkatkan dan nebulizer dipertimbangkan jika teknik inhaler tidak memadai selama eksaserbasi akut 2

Eksaserbasi Berat (Manajemen di Rumah Sakit)

Tujuan utama manajemen rumah sakit adalah: 1

  1. Mengevaluasi tingkat keparahan, termasuk kondisi yang mengancam jiwa
  2. Mengidentifikasi penyebab eksaserbasi
  3. Memberikan oksigenasi terkontrol
  4. Mengembalikan pasien ke kondisi terbaik sebelumnya

Terapi Oksigen Jangka Panjang

Terapi oksigen jangka panjang (LTOT) direkomendasikan untuk pasien dengan PaO2 ≤55 mmHg (7,3 kPa) pada gas darah arteri, dengan tujuan mempertahankan SpO2 ≥90% selama istirahat, tidur, dan aktivitas. 2

  • LTOT meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien hipoksemik 2
  • Konsentrator oksigen adalah mode pengobatan termudah untuk penggunaan di rumah 2
  • Pada emfisema stadium akhir, ledakan oksigen singkat dapat membantu dispnea yang sulit diatasi 2

Rehabilitasi Paru

Program rehabilitasi paru telah terbukti meningkatkan toleransi latihan dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien emfisema. 2

  • Program harus mencakup fisioterapi, latihan otot, dukungan nutrisi, dan edukasi 2
  • Rehabilitasi paru direkomendasikan untuk pasien dengan beban gejala tinggi 2
  • Efek latihan berkurang seiring waktu setelah terapi selesai 1

Terapi Augmentasi untuk Defisiensi Alpha-1 Antitripsin

  • Jika emfisema dicurigai, ukur α1-antitripsin dan pertimbangkan CT scanning 1
  • Terapi augmentasi intravena dengan konsentrat AAT yang berasal dari plasma manusia disetujui untuk pasien dengan defisiensi AAT berat 1
  • Dosis 60 mg/kg berat badan sekali seminggu meningkatkan kapasitas antineutrofil elastase di paru hingga 60-70% dari normal 1

Vaksinasi

  • Vaksinasi influenza tahunan direkomendasikan untuk semua pasien emfisema 2
  • Vaksinasi pneumokokus dapat dipertimbangkan, dengan revaksinasi setiap 5-10 tahun 2

Perangkap Umum yang Harus Dihindari

Agen beta-blocker (termasuk formulasi tetes mata) harus dihindari pada pasien emfisema untuk mencegah bronkospasme. 2, 7

  • Tidak ada bukti yang mendukung penggunaan antibiotik profilaksis yang diberikan secara terus menerus atau intermiten 2
  • Teofilin memiliki nilai terbatas dalam manajemen emfisema rutin 2
  • Tidak ada peran untuk obat anti-inflamasi lain selain kortikosteroid inhalasi (ICS) dalam manajemen emfisema 2
  • Perbaikan subjektif saja bukan titik akhir yang memuaskan untuk uji coba kortikosteroid; perbaikan spirometri objektif diperlukan 2
  • Hindari istirahat di tempat tidur yang berlebihan atau pembatasan aktivitas, karena ini memperburuk dekondisi emfisema 7
  • Hindari opioid dosis tinggi karena risiko depresi pernapasan pada emfisema, kecuali pada tahap terminal 7

Pertimbangan Nutrisi dan Komorbiditas

  • Obesitas dan nutrisi buruk memerlukan pengobatan pada pasien emfisema 2
  • Penurunan berat badan dan malnutrisi adalah masalah umum pada emfisema dan dianggap disebabkan oleh peningkatan metabolisme dari peningkatan kerja pernapasan 1
  • Makanan yang lebih kecil dan lebih sering dapat mengurangi dispnea dengan mengurangi kembung perut 1

Penurunan Fungsi Paru yang Cepat

  • Tingkat penurunan FEV1 yang cepat (>50 mL/tahun) adalah indikasi untuk mempertimbangkan kortikosteroid inhalasi 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.