Amiodaron TIDAK Aman untuk Tiritoksikosis
Amiodaron harus dihentikan segera ketika hipertiroidisme terjadi, karena tirotoksikosis yang diinduksi amiodaron dapat menyebabkan perburukan aritmia, dekompensasi jantung, dan bahkan kematian. 1, 2
Mengapa Amiodaron Berbahaya pada Tiritoksikosis
Risiko Kematian yang Terdokumentasi
- Label FDA secara eksplisit menyatakan bahwa terdapat laporan kematian yang terkait dengan tirotoksikosis yang diinduksi amiodaron, menjadikan ini kontraindikasi relatif yang serius 2
- Tirotoksikosis dapat menyebabkan breakthrough aritmia atau perburukan aritmia yang sudah ada, yang dapat berakibat fatal 2
- European Heart Journal menekankan bahwa hipertiroidisme yang diinduksi amiodaron menimbulkan bahaya yang lebih besar dibandingkan hipotiroidisme karena risiko tirotoksikosis dan komplikasi aritmia 1
Mekanisme Bahaya
- Amiodaron melepaskan sejumlah besar yodium anorganik selama metabolisme, yang dapat memicu atau memperburuk hipertiroidisme 3, 2
- Pada pasien dengan tiritoksikosis yang sudah ada, amiodaron dapat memperburuk kondisi melalui dua mekanisme: Tipe I (produksi hormon tiroid berlebihan akibat yodium) dan Tipe II (tiroiditis destruktif) 1, 4
Tanda Peringatan Kritis
JIKA ADA TANDA BARU ARITMIA MUNCUL, KEMUNGKINAN HIPERTIROIDISME HARUS DIPERTIMBANGKAN - ini adalah peringatan kotak hitam dari FDA 2
Manifestasi Klinis yang Harus Diwaspadai
- Perburukan penyakit jantung yang mendasari adalah tanda klinis utama hipertiroidisme pada pasien yang menggunakan amiodaron 1
- Gejala tirotoksikosis klasik sering tidak ada; manifestasi utama adalah perburukan gangguan jantung 5
- Breakthrough aritmia atau aritmia yang memburuk menunjukkan kemungkinan tirotoksikosis yang diinduksi amiodaron 2, 4
Algoritma Manajemen untuk Pasien dengan Tiritoksikosis
Langkah 1: Hentikan Amiodaron Segera (Jika Memungkinkan)
- Amiodaron harus dihentikan ketika hipertiroidisme terjadi, terutama jika obat tersebut tidak esensial untuk manajemen aritmia 1
- Amiodaron dapat dihentikan secara tiba-tiba tanpa tapering karena waktu paruh yang sangat panjang (40-55 hari) - tidak ada risiko aritmia withdrawal 1
- Pastikan dosis beta-blocker yang adekuat untuk kontrol laju fibrilasi atrium sebelum dan sesudah penghentian amiodaron 1
Langkah 2: Kontrol Laju Jantung Agresif
- Beta-blocker harus digunakan untuk mengontrol laju jantung pada pasien dengan hipertiroidisme 1
- Untuk fibrilasi atrium dengan hipertiroidisme, gunakan beta-blocker untuk mengontrol frekuensi ventrikel 1
- Jika beta-blocker tidak dapat digunakan, pertimbangkan calcium channel blocker non-dihidropiridin (diltiazem atau verapamil) 1
Langkah 3: Terapi Medis Agresif
- Obat antitiroid (seperti propylthiouracil atau methimazole) untuk Tipe I AIT 1, 4
- Glukokortikoid adalah pilihan pengobatan paling efektif untuk Tipe II AIT 1, 4
- Bentuk campuran/tidak jelas mungkin memerlukan kombinasi obat antitiroid, kalium perklorat, dan steroid 4
- Kelenjar yang kaya yodium tidak sangat responsif terhadap thionamide; kalium perklorat dapat meningkatkan respons dengan menghambat uptake yodium tiroid 4
Langkah 4: Pertimbangkan Tiroidektomi untuk Kasus Refrakter
- Manajemen bedah (tiroidektomi) merupakan pilihan yang valid untuk kasus yang resisten terhadap terapi medis 4, 6
- Tiroidektomi harus dipertimbangkan ketika terapi medis agresif gagal ATAU amiodaron tidak dapat dihentikan karena merupakan satu-satunya obat yang efektif melawan aritmia resisten 3, 7
- Manajemen bedah dan anestesi memerlukan perencanaan yang hati-hati karena dapat memicu thyroid storm 3
- Terapi yodium radioaktif biasanya TIDAK layak pada AIT karena nilai uptake RAI yang rendah 4, 6
Peringatan Khusus
Jangan Mencoba Kontrol Ritme Sampai Fungsi Tiroid Normal
- Kontrol ritme hanya boleh dicoba setelah normalisasi fungsi tiroid 1
- Ini mencegah kegagalan kardioversi dan komplikasi aritmia 1
Pemantauan Jangka Panjang Diperlukan
- Karena waktu paruh amiodaron yang panjang, kadar yodium plasma yang tinggi, fungsi tiroid yang berubah, dan tes fungsi tiroid yang abnormal dapat bertahan selama beberapa minggu atau bahkan bulan setelah penghentian amiodaron 3, 2
- Lanjutkan pemantauan fungsi tiroid setiap 4-6 minggu setelah penghentian 1