What is the immediate management for a patient with Critical Congenital Heart Disease (CCHD) presenting with lower post-ductal oxygen saturation results?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Diagnosis Banding Pasien dengan CCHD Post-Ductal Lebih Rendah

Ketika saturasi oksigen post-ductal lebih rendah dari pre-ductal pada bayi dengan kecurigaan CCHD, diagnosis banding utama adalah lesi jantung dengan aliran pulmonal yang bergantung pada duktus arteriosus (duct-dependent pulmonary flow), terutama atresia pulmonal, stenosis pulmonal kritis, atau tetralogi Fallot berat. 1

Pola Saturasi Oksigen dan Interpretasi

Perbedaan saturasi pre-ductal dan post-ductal menunjukkan shunting kanan-ke-kiri melalui duktus arteriosus yang paten:

  • Saturasi pre-ductal (lengan kanan) yang lebih tinggi dari post-ductal (ekstremitas bawah) mengindikasikan aliran darah terdeoksigenasi dari arteri pulmonalis melalui duktus arteriosus ke aorta desendens 1
  • Pola ini khas untuk lesi dengan obstruksi aliran keluar ventrikel kanan atau atresia pulmonal, di mana darah sistemik mengalir retrograde melalui duktus untuk mencapai sirkulasi pulmonal 2, 3

Diagnosis Banding Spesifik

Lesi dengan Duct-Dependent Pulmonary Flow

1. Atresia Pulmonal dengan VSD (PA-VSD):

  • Dapat menunjukkan saturasi oksigen yang relatif normal pada awal kehidupan jika duktus masih paten 4
  • Bayi mungkin tidak menunjukkan distress respirasi atau desaturasi signifikan sampai duktus mulai menutup 4
  • Murmur sistolik keras dapat terdeteksi pada pemeriksaan fisik 4

2. Stenosis Pulmonal Kritis:

  • Obstruksi berat pada katup pulmonal menyebabkan aliran pulmonal bergantung pada duktus 2, 5
  • Sianosis resisten oksigen berkembang saat duktus menutup 2

3. Tetralogi Fallot Berat:

  • Kombinasi VSD, obstruksi aliran keluar ventrikel kanan, overriding aorta, dan hipertrofi ventrikel kanan 5
  • Derajat sianosis bergantung pada tingkat obstruksi pulmonal 5

4. Atresia Trikuspid:

  • Tidak ada komunikasi antara atrium kanan dan ventrikel kanan 2, 5
  • Memerlukan ASD atau PFO untuk aliran darah sistemik dan duktus paten untuk aliran pulmonal 2

Lesi Lain yang Perlu Dipertimbangkan

5. Transposisi Arteri Besar (TGA):

  • Meskipun biasanya menunjukkan sianosis uniform, variasi anatomis dapat menyebabkan perbedaan saturasi 2, 5
  • Memerlukan komunikasi intrakardiak (ASD/VSD) atau duktus paten untuk survival 2

6. Total Anomalous Pulmonary Venous Return (TAPVR) dengan Obstruksi:

  • Dapat menunjukkan sianosis berat dan distress respirasi 5
  • Pola saturasi dapat bervariasi tergantung lokasi drainase vena pulmonalis 5

Manajemen Segera

Inisiasi Prostaglandin E1 (PGE1) adalah prioritas tertinggi untuk mempertahankan patensi duktus arteriosus:

  • Mulai infus PGE1 kontinyu segera pada setiap bayi yang mengalami deteriorasi dalam beberapa hari pertama kehidupan, bahkan sebelum konfirmasi ekokardiografi 2, 3, 5
  • Dosis: 0.01-0.05 mcg/kg/menit, dapat ditingkatkan hingga 0.1 mcg/kg/menit jika diperlukan 2
  • Pada kasus stenosis duktus yang refrakter terhadap prostaglandin, stenting duktus arteriosus mungkin diperlukan 2

Optimalisasi Resistensi Vaskular Pulmonal:

  • Untuk lesi dengan aliran pulmonal bergantung duktus, turunkan resistensi vaskular pulmonal: 6

    • Berikan FiO2 tinggi untuk meningkatkan aliran pulmonal 6
    • Gunakan tekanan intratorakal serendah mungkin pada ventilasi mekanik 6
    • Pertimbangkan alkalosis ringan untuk vasodilatasi pulmonal 2
    • Target saturasi oksigen 75-85% untuk mencegah aliran pulmonal berlebihan 2
  • Hindari peningkatan resistensi vaskular pulmonal yang tidak perlu: 1, 6

    • Jangan gunakan tekanan jalan napas tinggi atau volume tidal besar 1, 6
    • Hindari hiperventilasi yang tidak diperlukan 6

Terapi Volume:

  • Terapi volume intensif biasanya diperlukan untuk lesi dengan aliran pulmonal bergantung duktus, kecuali jika terdapat komunikasi atrial yang restriktif 2
  • Normal saline 10 ml/kg jika terdapat tanda hipovolemia 7

Evaluasi Diagnostik

Ekokardiografi adalah gold standard untuk diagnosis definitif:

  • Harus dilakukan segera setelah kecurigaan klinis atau kegagalan skrining CCHD 1, 5
  • Evaluasi anatomi jantung, fungsi ventrikel, patensi duktus arteriosus, dan arah shunting 5

Pemeriksaan Fisik Kritis:

  • Palpasi nadi femoralis untuk mendeteksi koarktasio aorta atau interupsi arkus aorta 3
  • Auskultasi untuk murmur jantung - murmur sistolik keras dapat mengindikasikan PA-VSD atau stenosis pulmonal 4
  • Evaluasi perfusi perifer dan capillary refill time 3

Pitfall yang Harus Dihindari

1. Jangan menunda terapi PGE1 sambil menunggu konfirmasi ekokardiografi:

  • Penutupan duktus dapat menyebabkan kolaps kardiovaskular akut dan kematian 2, 3, 5
  • Mulai PGE1 berdasarkan kecurigaan klinis saja 2, 3

2. Jangan bergantung hanya pada skrining pulse oximetry:

  • Beberapa lesi CCHD dapat terlewat oleh skrining, terutama jika duktus masih paten lebar 4
  • PA-VSD dapat menunjukkan saturasi normal pada 24 jam pertama 4
  • Pemeriksaan fisik serial tetap vital untuk deteksi dini 4

3. Jangan memberikan oksigen berlebihan pada lesi dengan aliran pulmonal bergantung duktus:

  • Oksigen berlebihan dapat menurunkan resistensi vaskular pulmonal secara berlebihan, menyebabkan "pulmonary steal" dan menurunkan perfusi sistemik 2, 6
  • Target saturasi 75-85% biasanya adekuat 2

4. Jangan salah interpretasi sebagai penyakit paru atau sepsis:

  • CCHD dapat menyerupai sepsis atau distress respirasi 5
  • Perbedaan saturasi pre-ductal dan post-ductal adalah petunjuk kunci untuk CCHD 1

Intervensi Kateterisasi Darurat

Septostomi atrial (Rashkind procedure):

  • Prosedur darurat paling sering digunakan untuk TGA atau lesi dengan komunikasi atrial restriktif 2
  • Meningkatkan mixing darah teroksigenasi dan terdeoksigenasi 2

Valvuloplasti balon:

  • Untuk stenosis pulmonal kritis atau stenosis aorta kritis 2
  • Dapat menjadi prosedur paliatif atau definitif 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Congestive Cardiac Failure in Neonates

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.