Diagnosis Banding Pasien dengan CCHD Post-Ductal Lebih Rendah
Ketika saturasi oksigen post-ductal lebih rendah dari pre-ductal pada bayi dengan kecurigaan CCHD, diagnosis banding utama adalah lesi jantung dengan aliran pulmonal yang bergantung pada duktus arteriosus (duct-dependent pulmonary flow), terutama atresia pulmonal, stenosis pulmonal kritis, atau tetralogi Fallot berat. 1
Pola Saturasi Oksigen dan Interpretasi
Perbedaan saturasi pre-ductal dan post-ductal menunjukkan shunting kanan-ke-kiri melalui duktus arteriosus yang paten:
- Saturasi pre-ductal (lengan kanan) yang lebih tinggi dari post-ductal (ekstremitas bawah) mengindikasikan aliran darah terdeoksigenasi dari arteri pulmonalis melalui duktus arteriosus ke aorta desendens 1
- Pola ini khas untuk lesi dengan obstruksi aliran keluar ventrikel kanan atau atresia pulmonal, di mana darah sistemik mengalir retrograde melalui duktus untuk mencapai sirkulasi pulmonal 2, 3
Diagnosis Banding Spesifik
Lesi dengan Duct-Dependent Pulmonary Flow
1. Atresia Pulmonal dengan VSD (PA-VSD):
- Dapat menunjukkan saturasi oksigen yang relatif normal pada awal kehidupan jika duktus masih paten 4
- Bayi mungkin tidak menunjukkan distress respirasi atau desaturasi signifikan sampai duktus mulai menutup 4
- Murmur sistolik keras dapat terdeteksi pada pemeriksaan fisik 4
2. Stenosis Pulmonal Kritis:
- Obstruksi berat pada katup pulmonal menyebabkan aliran pulmonal bergantung pada duktus 2, 5
- Sianosis resisten oksigen berkembang saat duktus menutup 2
3. Tetralogi Fallot Berat:
- Kombinasi VSD, obstruksi aliran keluar ventrikel kanan, overriding aorta, dan hipertrofi ventrikel kanan 5
- Derajat sianosis bergantung pada tingkat obstruksi pulmonal 5
4. Atresia Trikuspid:
- Tidak ada komunikasi antara atrium kanan dan ventrikel kanan 2, 5
- Memerlukan ASD atau PFO untuk aliran darah sistemik dan duktus paten untuk aliran pulmonal 2
Lesi Lain yang Perlu Dipertimbangkan
5. Transposisi Arteri Besar (TGA):
- Meskipun biasanya menunjukkan sianosis uniform, variasi anatomis dapat menyebabkan perbedaan saturasi 2, 5
- Memerlukan komunikasi intrakardiak (ASD/VSD) atau duktus paten untuk survival 2
6. Total Anomalous Pulmonary Venous Return (TAPVR) dengan Obstruksi:
- Dapat menunjukkan sianosis berat dan distress respirasi 5
- Pola saturasi dapat bervariasi tergantung lokasi drainase vena pulmonalis 5
Manajemen Segera
Inisiasi Prostaglandin E1 (PGE1) adalah prioritas tertinggi untuk mempertahankan patensi duktus arteriosus:
- Mulai infus PGE1 kontinyu segera pada setiap bayi yang mengalami deteriorasi dalam beberapa hari pertama kehidupan, bahkan sebelum konfirmasi ekokardiografi 2, 3, 5
- Dosis: 0.01-0.05 mcg/kg/menit, dapat ditingkatkan hingga 0.1 mcg/kg/menit jika diperlukan 2
- Pada kasus stenosis duktus yang refrakter terhadap prostaglandin, stenting duktus arteriosus mungkin diperlukan 2
Optimalisasi Resistensi Vaskular Pulmonal:
Untuk lesi dengan aliran pulmonal bergantung duktus, turunkan resistensi vaskular pulmonal: 6
Hindari peningkatan resistensi vaskular pulmonal yang tidak perlu: 1, 6
Terapi Volume:
- Terapi volume intensif biasanya diperlukan untuk lesi dengan aliran pulmonal bergantung duktus, kecuali jika terdapat komunikasi atrial yang restriktif 2
- Normal saline 10 ml/kg jika terdapat tanda hipovolemia 7
Evaluasi Diagnostik
Ekokardiografi adalah gold standard untuk diagnosis definitif:
- Harus dilakukan segera setelah kecurigaan klinis atau kegagalan skrining CCHD 1, 5
- Evaluasi anatomi jantung, fungsi ventrikel, patensi duktus arteriosus, dan arah shunting 5
Pemeriksaan Fisik Kritis:
- Palpasi nadi femoralis untuk mendeteksi koarktasio aorta atau interupsi arkus aorta 3
- Auskultasi untuk murmur jantung - murmur sistolik keras dapat mengindikasikan PA-VSD atau stenosis pulmonal 4
- Evaluasi perfusi perifer dan capillary refill time 3
Pitfall yang Harus Dihindari
1. Jangan menunda terapi PGE1 sambil menunggu konfirmasi ekokardiografi:
- Penutupan duktus dapat menyebabkan kolaps kardiovaskular akut dan kematian 2, 3, 5
- Mulai PGE1 berdasarkan kecurigaan klinis saja 2, 3
2. Jangan bergantung hanya pada skrining pulse oximetry:
- Beberapa lesi CCHD dapat terlewat oleh skrining, terutama jika duktus masih paten lebar 4
- PA-VSD dapat menunjukkan saturasi normal pada 24 jam pertama 4
- Pemeriksaan fisik serial tetap vital untuk deteksi dini 4
3. Jangan memberikan oksigen berlebihan pada lesi dengan aliran pulmonal bergantung duktus:
- Oksigen berlebihan dapat menurunkan resistensi vaskular pulmonal secara berlebihan, menyebabkan "pulmonary steal" dan menurunkan perfusi sistemik 2, 6
- Target saturasi 75-85% biasanya adekuat 2
4. Jangan salah interpretasi sebagai penyakit paru atau sepsis:
- CCHD dapat menyerupai sepsis atau distress respirasi 5
- Perbedaan saturasi pre-ductal dan post-ductal adalah petunjuk kunci untuk CCHD 1
Intervensi Kateterisasi Darurat
Septostomi atrial (Rashkind procedure):
- Prosedur darurat paling sering digunakan untuk TGA atau lesi dengan komunikasi atrial restriktif 2
- Meningkatkan mixing darah teroksigenasi dan terdeoksigenasi 2
Valvuloplasti balon: