What is the diagnostic approach for sarcoidosis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 23, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Diagnosis Sarkoidosis

Diagnosis sarkoidosis memerlukan tiga komponen utama: presentasi klinis dan radiologis yang sesuai, konfirmasi histopatologis granuloma non-kaseosa, dan eksklusi penyebab granulomatosa lainnya—dengan Löfgren's syndrome sebagai satu-satunya presentasi yang tidak memerlukan konfirmasi biopsi. 1, 2

Pendekatan Diagnostik Algoritmik

Langkah 1: Evaluasi Klinis Awal

Fitur Klinis dengan Probabilitas Sangat Tinggi:

  • Löfgren's syndrome (limfadenopati hilar bilateral + eritema nodosum dan/atau artritis periartikular) adalah sangat spesifik sehingga tidak memerlukan konfirmasi histologis 1, 3
  • Lupus pernio (lesi kulit violaceous kronik pada hidung, pipi, telinga) adalah temuan yang sangat spesifik 3
  • Uveitis dan neuritis optik adalah manifestasi ekstrapulmoner yang sangat mendukung diagnosis 1, 3

Fitur Klinis dengan Probabilitas Tinggi:

  • Paralisis nervus kranialis VII (facial nerve palsy) 1, 3
  • AV block derajat tiga onset baru pada dewasa muda/paruh baya 1, 3
  • Pembesaran kelenjar parotis simetris 1, 3
  • Hepatosplenomegali 1, 3

Langkah 2: Pemeriksaan Pencitraan

Foto Toraks dan CT Resolusi Tinggi (Wajib):

  • Limfadenopati hilar bilateral adalah temuan paling karakteristik, hadir pada ~90% kasus 1, 3
  • Nodul perilimfatik pada CT dada (sepanjang bundel bronkovaskular, septa interlobular, dan region subpleural) 1, 4
  • Infiltrat lobus atas atau difus dengan distribusi simetris 1, 4
  • Penebalan peribronkial 1, 4

Pencitraan Tambahan Berdasarkan Keterlibatan Organ:

  • Cardiac MRI jika dicurigai keterlibatan jantung (lebih disukai daripada ekokardiografi) 2
  • MRI dengan gadolinium untuk evaluasi sistem saraf pusat 1
  • PET scan untuk mendeteksi keterlibatan multiorgan dan memandu lokasi biopsi 2

Langkah 3: Pemeriksaan Laboratorium Skrining

Pemeriksaan Wajib:

  • Kalsium serum (skrining metabolisme kalsium abnormal) 2
  • Kreatinin serum (skrining keterlibatan ginjal) 2
  • Alkalin fosfatase serum (skrining keterlibatan hepatik) 2
  • EKG baseline (skrining keterlibatan jantung—sangat penting karena cardiac sarcoidosis membawa risiko mortalitas signifikan) 2, 3
  • Jika diperlukan penilaian vitamin D: ukur kedua 25-OH dan 1,25-OH vitamin D 2

Pemeriksaan Tambahan (Probabilitas Sedang):

  • Peningkatan ACE level (>50% batas atas normal), tetapi tidak boleh diandalkan sebagai satu-satunya kriteria karena kurang sensitivitas dan spesifisitas 1, 2
  • BAL dengan limfositosis atau rasio CD4:CD8 yang meningkat 1
  • Alkalin fosfatase >3x batas atas normal 1

Langkah 4: Konfirmasi Histopatologis

Sampling Jaringan (Diperlukan Kecuali Löfgren's Syndrome):

  • Biopsi dari lokasi yang paling mudah diakses dengan keterlibatan organ 2, 5
  • Bronkoskopi dengan BAL dan biopsi transbronkial adalah pendekatan umum untuk diagnosis jaringan 2
  • Konfirmasi granuloma non-kaseosa pada histopatologi 1, 5, 6

Peringatan Penting: Fitur histopatologis saja tidak dapat membedakan sarkoidosis dari penyakit granulomatosa lainnya seperti berylliosis 1

Langkah 5: Eksklusi Diagnosis Alternatif (Kritis)

Penyebab Granulomatosa yang Harus Disingkirkan:

  • Infeksi (terutama tuberkulosis dan infeksi jamur)—ini adalah penyebab paling umum dari kesalahan diagnosis 1, 3
  • Chronic beryllium disease—gunakan blood lymphocyte proliferation test untuk diagnosis 1
  • Hipersensitivitas pneumonitis—BAL dapat membantu mengidentifikasi pola seluler 1
  • Keganasan—terutama pada pasien dengan riwayat neoplasma 1
  • Reaksi sarkoid-like yang diinduksi obat—tinjau medikasi, terutama imunoterapi, immune checkpoint inhibitors, dan agen anti-TNF 1, 2

Rujukan Spesialis Berdasarkan Keterlibatan Organ

  • Kardiologi: Jika ada abnormalitas EKG, gejala kardiak, atau temuan pencitraan yang mencurigakan 2
  • Oftalmologi: Jika ada gejala okular (uveitis, neuritis optik, skleritis, retinitis) 2
  • Neurologi: Jika ada gejala neurologis (paralisis nervus kranialis, terutama nervus fasialis) 2
  • Nefrologi: Jika ada peningkatan kreatinin, hiperkalsiuria, atau nefrolitiasis 2
  • Hepatologi: Jika alkalin fosfatase >3x normal 2
  • Dermatologi: Jika ada manifestasi kulit (lupus pernio, eritema nodosum, lesi makulopapular) 2

Perangkap Diagnostik yang Harus Dihindari

  • Kegagalan mengenali keterlibatan jantung adalah sangat berbahaya—cardiac sarcoidosis membawa risiko mortalitas signifikan dan dapat muncul secara halus dengan abnormalitas konduksi sebelum berkembang menjadi aritmia yang mengancam jiwa 2, 3
  • Tidak mengeksklusi infeksi secara memadai adalah penyebab paling umum dari kesalahan diagnosis, karena penyakit granulomatosa dari tuberkulosis dan infeksi jamur dapat meniru sarkoidosis dengan tepat 3
  • Mengandalkan hanya pada ACE levels—ini kurang sensitivitas dan spesifisitas 2
  • Monitoring yang tidak memadai untuk manifestasi ekstrapulmoner dapat menyebabkan diagnosis tertunda, terutama untuk neurosarkoidosis yang mempengaruhi 5-15% pasien 3
  • Tidak mempertimbangkan reaksi sarkoid-like yang diinduksi obat—selalu tinjau riwayat medikasi 2

Catatan Khusus tentang Biomarker

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kombinasi ACE dan chitotriosidase (CTO) memiliki akurasi diagnostik terbaik (AUC=0.898, sensitivitas 90.5%, spesifisitas 79.3%) dibandingkan biomarker tunggal 7. Namun, ini belum menjadi standar dalam pedoman klinis dan tidak menggantikan kebutuhan konfirmasi histopatologis.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Sarcoidosis Diagnostic Approach

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Clinical Signs of Sarcoidosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

CT Characteristics of Sarcoidosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Diagnostic criteria for sarcoidosis.

Autoimmunity reviews, 2014

Research

Sarcoidosis: Evaluation and Treatment.

American family physician, 2024

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.