Apakah Obat TB Aman untuk Anak Usia 5 Bulan?
Ya, obat TB aman dan sangat direkomendasikan untuk bayi usia 5 bulan, bahkan pengobatan harus dimulai segera setelah diagnosis dicurigai karena bayi di bawah 4 tahun memiliki risiko tinggi untuk TB diseminata dan meningitis TB yang mengancam jiwa. 1
Mengapa Pengobatan Harus Segera Dimulai
- Bayi dan anak di bawah 4 tahun memiliki risiko sangat tinggi untuk TB diseminata (menyebar ke seluruh tubuh) dan meningitis TB, yang dapat menyebabkan kematian atau kecacatan permanen 1
- Pengobatan empiris harus dimulai segera setelah TB dicurigai, bahkan sebelum konfirmasi bakteriologis, karena tingginya morbiditas dan mortalitas pada kelompok usia ini 1
- Pemilihan dosis obat yang tepat sangat penting untuk mencapai konsentrasi bakterisidal yang adekuat dalam cairan tubuh, termasuk cairan serebrospinal 1
Regimen Pengobatan Standar untuk Bayi 5 Bulan
Regimen yang direkomendasikan adalah 4 obat selama 2 bulan pertama (fase intensif), diikuti 2 obat selama 4 bulan berikutnya (fase lanjutan), dengan total durasi 6 bulan untuk TB paru yang sensitif obat. 1, 2
Fase Intensif (2 bulan pertama):
- Isoniazid (INH): 10-15 mg/kg/hari, dosis maksimal 300 mg 1, 2, 3
- Rifampisin (RIF): 10-20 mg/kg/hari, dosis maksimal 600 mg 1, 2, 3
- Pirazinamid (PZA): 15-30 mg/kg/hari, dosis maksimal 2 gram 1, 2, 3
- Etambutol (EMB): 15-25 mg/kg/hari 1, 2, 3
Fase Lanjutan (4 bulan berikutnya):
Pertimbangan Khusus untuk Etambutol pada Bayi
- Meskipun ada kekhawatiran tentang toksisitas okular etambutol, obat ini dapat dan harus digunakan secara rutin pada bayi dan anak kecil kecuali ada kontraindikasi spesifik 1
- American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa penggunaan etambutol pada anak kecil yang tidak dapat dimonitor tajam penglihatannya memerlukan pertimbangan risiko-manfaat, tetapi dapat digunakan secara rutin 1
- Etambutol aman digunakan pada dosis 15-20 mg/kg/hari bahkan pada anak yang terlalu muda untuk pemeriksaan mata rutin 1
- Beberapa klinisi menggunakan regimen 3 obat (INH, RIF, PZA) tanpa etambutol hanya jika anak tidak terinfeksi HIV, tidak ada riwayat pengobatan TB sebelumnya, tinggal di area dengan prevalensi TB resisten obat rendah, dan tidak ada paparan dari individu dengan TB resisten obat 1
Suplementasi Piridoksin (Vitamin B6)
Piridoksin 25-50 mg/hari harus diberikan pada bayi yang: 1, 2
- Mendapat ASI
- Memiliki defisiensi nutrisi
- Terinfeksi HIV
- Piridoksin juga diberikan pada bayi yang menyusui dari ibu yang mendapat INH 1
Durasi Pengobatan Berdasarkan Lokasi Penyakit
TB Paru:
TB Ekstrapulmoner:
- TB diseminata/milier: 6 bulan kecuali ada keterlibatan SSP, maka diperpanjang menjadi 12 bulan 2, 4
- Meningitis TB: 12 bulan dengan 4 obat selama 2 bulan pertama, diikuti INH dan RIF selama 10 bulan berikutnya 1, 2, 4
- TB tulang/sendi: 6-9 bulan 1
- Untuk meningitis TB, kortikosteroid adjuvan sangat direkomendasikan (deksametason 0,4 mg/kg/hari selama 3 minggu kemudian taper) 2, 4
Cara Pemberian Obat pada Bayi
- Directly Observed Therapy (DOT) harus digunakan untuk semua anak dengan TB 1, 2
- Karena kurangnya formulasi pediatrik untuk sebagian besar obat TB, tablet perlu dihancurkan atau kapsul dibuka, kemudian dicampur dengan makanan atau dibuat suspensi 1
- WHO telah mengembangkan formulasi TB ramah anak yang memenuhi pedoman dosis, sehingga prosedur improvisasi seharusnya tidak lagi diperlukan 1
- Dosis harus dibulatkan ke atas untuk memudahkan pemberian volume sirup atau kekuatan tablet yang sesuai 2
- Dosis harus dihitung ulang seiring pertambahan berat badan 2
Monitoring dan Keamanan
- Meskipun obat TB aman untuk bayi, toleransi obat harus dimonitor ketat 1
- Pemeriksaan fungsi hati baseline dan periodik direkomendasikan, terutama dalam 2 bulan pertama 4
- Monitor hepatotoksisitas (rifampisin, isoniazid, pirazinamid) 4
- Orang tua tidak boleh diandalkan untuk mengawasi DOT; harus dilakukan oleh petugas kesehatan 1, 5
Pertimbangan TB Resisten Obat
- Jika resistensi obat dicurigai atau tidak ada isolat kasus sumber yang tersedia, upaya untuk mengisolasi organisme sangat penting melalui aspirasi lambung pagi hari (3 kali), induksi sputum, bronchoalveolar lavage, atau biopsi jaringan 1
- Pemilihan obat sering memerlukan hasil kultur dan uji kepekaan dari orang yang diduga menjadi sumber infeksi anak 1
- Untuk TB resisten isoniazid: rifampisin, pirazinamid, dan etambutol selama 6-12 bulan, dengan fluorokuinolon ditambahkan untuk penyakit ekstensif 2
- Untuk TB resisten rifampisin: isoniazid, pirazinamid, etambutol, dan fluorokuinolon selama 12-15 bulan 2
- Untuk MDR-TB: regimen individual berdasarkan uji kepekaan, biasanya berlangsung 18-24 bulan 2
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan menunda pengobatan sambil menunggu konfirmasi bakteriologis pada bayi dengan kecurigaan klinis TB yang kuat 1
- Jangan menggunakan durasi terapi yang tidak adekuat, terutama untuk TB ekstrapulmoner yang memerlukan pengobatan lebih lama dari TB paru 2
- Jangan menghindari etambutol hanya karena anak terlalu muda untuk pemeriksaan mata, karena manfaatnya melebihi risiko pada bayi dengan TB 1
- Jangan lupa memberikan piridoksin pada bayi yang mendapat ASI atau memiliki defisiensi nutrisi 1, 2
- Jangan mengandalkan orang tua untuk mengawasi pemberian obat; DOT harus dilakukan oleh petugas kesehatan 1, 5
Bayi dengan Koinfeksi HIV
- Bayi dengan koinfeksi HIV mungkin memerlukan durasi terapi yang lebih lama 1
- American Academy of Pediatrics merekomendasikan terapi awal harus selalu mencakup minimal 3 obat (INH, RIF, plus PZA selama 2 bulan pertama), dengan durasi total minimal 9 bulan 1
- Piridoksin wajib diberikan pada anak dengan infeksi HIV simptomatik 1