What is the immediate management for a 20-year-old male with altered mental status, suspected non-convulsive status epilepticus (NCSE), tachycardia, and hypertension?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 23, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Segera Laki-laki 20 Tahun dengan Penurunan Kesadaran Suspek NCSE, Takikardi, dan Hipertensi

Berikan lorazepam 4 mg IV sebagai terapi lini pertama segera untuk menghentikan aktivitas kejang, sambil melakukan stabilisasi jalan napas dan mencari penyebab reversibel seperti hipoglikemia, hiponatremia, infeksi SSP, atau toksisitas obat. 1, 2

Stabilisasi Awal dan Penilaian Cepat

  • Pastikan jalan napas, berikan oksigen aliran tinggi, dan siapkan peralatan intubasi karena benzodiazepine dapat menyebabkan depresi pernapasan 2
  • Periksa gula darah kapiler segera dan koreksi hipoglikemia sebagai penyebab reversibel yang paling cepat ditangani 1, 2
  • Monitor tanda vital kontinyu termasuk tekanan darah dan saturasi oksigen, dengan perhatian khusus pada takikardi dan hipertensi yang mungkin terkait dengan aktivitas kejang atau penyebab underlying 2
  • Cari dan tangani penyebab reversibel secara simultan: hipoglikemia, hiponatremia, hipoksia, toksisitas obat, infeksi SSP, stroke, perdarahan intraserebral, dan sindrom putus obat 1, 2

Terapi Lini Pertama: Benzodiazepine

  • Lorazepam 4 mg IV dengan kecepatan 2 mg/menit adalah pilihan utama dengan efikasi 65% dalam menghentikan status epileptikus dan durasi kerja lebih panjang dibanding benzodiazepine lain 1, 2
  • Dapat diulang sekali setelah minimal 1 menit jika kejang berlanjut, maksimal 2 dosis 2
  • Lorazepam memiliki efikasi superior dibanding diazepam (59.1% vs 42.6% terminasi kejang) 1

Terapi Lini Kedua (Jika Kejang Berlanjut Setelah Benzodiazepine)

Pilih salah satu agen berikut berdasarkan profil keamanan dan kondisi pasien:

Valproat (Pilihan Terbaik untuk Pasien dengan Hipertensi)

  • Valproat 30 mg/kg IV selama 5-20 menit dengan efikasi 88% dan 0% risiko hipotensi 1, 2, 3
  • Profil keamanan superior dibanding fenitoin, terutama tidak menyebabkan hipotensi yang dapat memperburuk hemodinamik 1, 2
  • Dapat diberikan lebih cepat dan lebih aman dibanding fenitoin 3

Levetiracetam (Alternatif dengan Minimal Efek Kardiovaskular)

  • Levetiracetam 30 mg/kg IV (sekitar 2000-3000 mg untuk dewasa rata-rata) selama 5 menit dengan efikasi 68-73% 1, 2
  • Tidak memerlukan monitoring EKG dan tidak menyebabkan hipotensi, menjadikannya pilihan aman untuk pasien dengan takikardi dan hipertensi 1, 2
  • Minimal interaksi obat dan efek samping kardiovaskular 1, 2

Fosphenytoin (Jika Valproat/Levetiracetam Tidak Tersedia)

  • Fosphenytoin 20 mg PE/kg IV dengan kecepatan maksimal 50 mg/menit, efikasi 84% tetapi 12% risiko hipotensi 1, 2
  • Memerlukan monitoring EKG dan tekanan darah kontinyu karena risiko aritmia dan hipotensi 1, 2
  • Hindari pada pasien ini jika memungkinkan karena hipotensi dapat memperburuk perfusi serebral pada konteks NCSE 1

Status Epileptikus Refrakter (Jika Kejang Berlanjut Setelah Benzodiazepine + 1 Agen Lini Kedua)

  • Inisiasi monitoring EEG kontinyu karena 25% pasien dengan penghentian kejang klinis masih memiliki kejang elektrikal 2
  • Midazolam infus sebagai agen anestesi pilihan pertama: loading 0.15-0.20 mg/kg IV, kemudian infus kontinyu 1 mg/kg/menit, titrasi hingga maksimal 5 mg/kg/menit 1, 2
    • Efikasi 80% dengan risiko hipotensi 30% (lebih rendah dari pentobarbital 77%) 1
  • Propofol sebagai alternatif: bolus 2 mg/kg, kemudian infus 3-7 mg/kg/jam 1, 2
    • Efikasi 73%, memerlukan ventilasi mekanik tetapi durasi ventilasi lebih pendek dibanding barbiturat 1, 2
    • Risiko hipotensi 42% 1
  • Pentobarbital untuk kasus refrakter berat: bolus 13 mg/kg, infus 2-3 mg/kg/jam 1
    • Efikasi tertinggi 92% tetapi risiko hipotensi 77% 1

Pertimbangan Khusus untuk Hipertensi

  • Hipertensi pada konteks NCSE sering merupakan respons fisiologis terhadap aktivitas kejang dan biasanya akan membaik setelah kontrol kejang 4
  • Jangan menurunkan tekanan darah secara agresif kecuali tekanan darah sistolik ≥220 mmHg, karena dapat mengganggu perfusi serebral 4
  • Jika diperlukan penurunan tekanan darah akut pada hipertensi berat, gunakan labetalol IV, methyldopa oral, atau nifedipine 4

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan menunda pemberian antikonvulsan untuk menunggu neuroimaging—CT scan dapat dilakukan setelah kontrol kejang tercapai 1
  • Jangan menggunakan pelumpuh otot (rocuronium) tanpa antikonvulsan karena hanya menutupi manifestasi motorik tanpa menghentikan aktivitas kejang elektrikal 1
  • Jangan langsung ke agen lini ketiga sebelum mencoba benzodiazepine dan minimal satu agen lini kedua 1
  • Jangan gagal memonitor depresi pernapasan dengan benzodiazepine dan barbiturat—siapkan dukungan ventilasi 2
  • Jangan menganggap kejang telah berhenti hanya berdasarkan klinis—25% pasien masih memiliki kejang elektrikal meskipun tidak ada manifestasi motorik, sehingga EEG kontinyu penting 2, 5, 6

Terapi Maintenance Setelah Kontrol Kejang

  • Levetiracetam 30 mg/kg IV setiap 12 jam atau tingkatkan dosis profilaksis sebesar 10 mg/kg (menjadi 20 mg/kg) IV setiap 12 jam (maksimal 1500 mg) untuk status epileptikus konvulsif 1, 2
  • Untuk NCSE: Levetiracetam 15 mg/kg (maksimal 1500 mg) IV setiap 12 jam 1
  • Lanjutkan monitoring EEG minimal 24 jam jika pasien tidak sepenuhnya sadar untuk mendeteksi transisi ke NCSE 3, 7

References

Guideline

Status Epilepticus Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Status Epilepticus Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Treatment of Convulsive Status Epilepticus.

Current treatment options in neurology, 2016

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Nonconvulsive Status Epilepticus: A Review for Emergency Clinicians.

The Journal of emergency medicine, 2023

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.