What is the preferred antibiotic regimen, ampicillin-sulbactam (Ampicillin-Sulbactam) plus metronidazole or ceftriaxone (Ceftriaxone) plus metronidazole, for treating a retropharyngeal abscess?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 23, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pilihan Antibiotik untuk Abses Retrofaring

Untuk abses retrofaring, kombinasi ceftriaxone plus metronidazole lebih direkomendasikan dibandingkan ampicillin-sulbactam plus metronidazole, terutama karena cakupan yang lebih baik terhadap patogen yang sering ditemukan dan meningkatnya prevalensi MRSA pada infeksi ini.

Rasional Pemilihan Antibiotik

Ceftriaxone Plus Metronidazole (Regimen Pilihan)

  • Cakupan spektrum luas: Kombinasi ini memberikan cakupan komprehensif terhadap organisme gram-positif aerob, gram-negatif, dan anaerob yang umumnya ditemukan pada infeksi retrofaring 1
  • Efektivitas klinis terbukti: Studi pediatrik menunjukkan bahwa ceftriaxone plus clindamycin (yang memiliki spektrum anaerob serupa dengan metronidazole) efektif dalam mengatasi abses retrofaring dengan resolusi lengkap pada semua pasien 2
  • Cakupan MRSA: Prevalensi MRSA pada abses retrofaring meningkat 2,8 kali lipat dalam dekade terakhir, dengan 64% isolat S. aureus adalah MRSA 2. Meskipun ceftriaxone tidak mencakup MRSA, kombinasi dengan clindamycin atau pertimbangan untuk menambahkan vancomycin dapat mengatasi hal ini
  • Dosis yang direkomendasikan: Ceftriaxone 1 g setiap 24 jam IV plus metronidazole 500 mg setiap 8 jam IV 1

Ampicillin-Sulbactam Plus Metronidazole (Alternatif)

  • Cakupan yang memadai: Ampicillin-sulbactam 3 g IV setiap 6 jam memberikan cakupan terhadap organisme gram-positif, gram-negatif, dan beberapa anaerob 1
  • Keterbatasan penting: Tidak mencakup MRSA, yang semakin menjadi patogen dominan pada abses retrofaring 2
  • Pengalaman klinis: Beberapa studi melaporkan penggunaan ampicillin-sulbactam dengan hasil yang baik, tetapi pada era sebelum peningkatan MRSA 3
  • Kegagalan terapi: Satu laporan kasus menunjukkan kegagalan ampicillin-sulbactam pada abses retrofaring yang disebabkan oleh S. aureus yang sensitif terhadap methicillin, memerlukan pergantian ke cefazolin plus metronidazole 4

Pertimbangan Mikrobiologi

Patogen yang Sering Ditemukan

  • Group A beta-hemolytic streptococcus (GABHS): Ditemukan pada 54% kasus, menunjukkan peningkatan dari 35% pada periode sebelumnya 3
  • Staphylococcus aureus: Meningkat dari 4,9% menjadi 38% dari spesimen, dengan 64% adalah MRSA 2
  • Infeksi polimikrobial: Rata-rata 2,5 isolat per spesimen, termasuk aerob dan anaerob 3
  • Anaerob: Ditemukan pada 17-23% kasus 2, 3

Implikasi Klinis MRSA

  • Usia lebih muda: Pasien dengan MRSA rata-rata berusia 11 bulan dibandingkan 62 bulan untuk patogen lain (P<0,001) 2
  • Rawat inap lebih lama: Durasi hospitalisasi rata-rata 8 hari untuk MRSA versus 4,5 hari untuk patogen lain (P=0,002) 2
  • Komplikasi lebih berat: Semua 5 kasus mediastinitis disebabkan oleh MRSA 2

Algoritma Pengobatan yang Direkomendasikan

Terapi Empirik Awal

  1. Mulai dengan: Ceftriaxone 1 g IV setiap 24 jam PLUS metronidazole 500 mg IV setiap 8 jam 1
  2. Tambahkan clindamycin 600-900 mg IV setiap 8 jam jika ada kecurigaan tinggi MRSA (usia <2 tahun, riwayat infeksi MRSA, atau presentasi berat) 2
  3. Alternatif untuk alergi penisilin berat: Ciprofloxacin 400 mg IV setiap 12 jam PLUS metronidazole 500 mg IV setiap 8 jam 1

Modifikasi Berdasarkan Kultur

  • Jika MRSA dikonfirmasi: Semua isolat MRSA pada studi pediatrik sensitif terhadap clindamycin 2
  • Jika GABHS dikonfirmasi: Pertimbangkan penambahan penicillin 2-4 juta unit IV setiap 4-6 jam untuk efek bakterisidal optimal 1
  • Jika anaerob predominan: Metronidazole memiliki spektrum anaerob terbaik terhadap gram-negatif anaerob enterik 1

Manajemen Bedah

  • Drainase bedah: Merupakan cornerstone terapi dan harus dilakukan segera 5
  • Indikasi drainase: Abses >2 cm memiliki tingkat kegagalan terapi medis yang lebih tinggi dan lebih sering memerlukan intervensi bedah 6
  • Abses ≤2 cm: Dapat dikelola dengan antibiotik IV saja tanpa komplikasi, dengan lama rawat inap yang serupa 6

Peringatan Penting

Jangan Gunakan Monoterapi

  • Ceftriaxone saja: Tidak mencakup anaerob secara memadai 1
  • Ampicillin-sulbactam saja: Tidak mencakup MRSA dan memiliki risiko kegagalan terapi 4
  • Metronidazole saja: Tidak memiliki aktivitas terhadap aerob 1

Evaluasi Ulang dalam 72 Jam

  • Jika tidak ada perbaikan klinis: Pertimbangkan imaging ulang untuk menyingkirkan koleksi yang tidak terdrainase atau perluasan infeksi 7
  • Tanda perbaikan: Defervescence, pengurangan nyeri, dan perbaikan disfagia 1

Durasi Terapi

  • Terapi parenteral: Dapat dihentikan 24 jam setelah perbaikan klinis 7
  • Total durasi: 7-14 hari tergantung respons klinis dan resolusi gejala 7
  • Lama rawat rata-rata: 7,1±5,3 hari pada studi retrospektif 5

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

[Retropharyngeal abscesses: a retrospective analysis of 10 patients].

Kulak burun bogaz ihtisas dergisi : KBB = Journal of ear, nose, and throat, 2008

Guideline

Management of Perirectal Abscesses

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.