Tatalaksana Sengat Kelabang
Perawatan luka yang baik dengan kontrol nyeri adalah pengobatan yang memadai untuk sengatan kelabang, tanpa memerlukan profilaksis antibiotik rutin.
Manajemen Nyeri (Prioritas Utama)
Rendam area yang tersengat dalam air panas (40°C) selama 20-30 menit untuk mengurangi nyeri. 1
- Perendaman air panas berpotensi bermanfaat untuk gigitan kelabang berdasarkan laporan pasien yang mengalami perbaikan nyeri 1
- Jika air panas tidak tersedia, gunakan kompres es untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan lokal 2, 3
- Berikan analgesik oral sederhana untuk kontrol nyeri 1, 4
- Nyeri biasanya sangat intens dan merupakan keluhan utama pada semua kasus sengatan kelabang 1, 4
Perawatan Luka Lokal
Bersihkan luka secara menyeluruh dengan air bersih dalam jumlah banyak. 5
- Irigasi luka superfisial dengan volume besar air hangat atau suhu ruangan sampai tidak ada benda asing di luka 5
- Tutup luka dengan salep atau krim antibiotik dan balutan oklusif bersih untuk penyembuhan optimal dan mengurangi infeksi 5
- Pastikan status imunisasi tetanus 2, 3
Profilaksis Antibiotik: TIDAK DIPERLUKAN
Jangan berikan antibiotik profilaksis secara rutin karena tidak terbukti efektif mencegah infeksi. 6
- Studi RCT menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna dalam tingkat infeksi luka antara kelompok yang menerima dicloxacillin versus plasebo (5% vs 0%, P=0.496) 6
- Pembengkakan dan eritema disebabkan oleh pelepasan mediator racun, bukan infeksi, sehingga antibiotik tidak diindikasikan 5
- Antibiotik hanya diberikan jika ada bukti infeksi sekunder yang berkembang 5, 6
Efek Klinis yang Diharapkan
- Nyeri lokal yang intens terjadi pada semua kasus 1, 4
- Eritema (53%), pembengkakan (43%), dan gatal (14%) adalah manifestasi lokal yang umum 1
- Perdarahan lokal dapat terjadi tetapi bersifat sementara 4
- Nekrosis lokal atau infeksi kadang berkembang 2, 4
- Gejala sistemik jarang terjadi dan hanya pada sebagian kecil kasus 4
- Sengatan kelabang tidak pernah fatal 4
Evaluasi Ulang
Re-evaluasi pasien dalam 3-5 hari untuk mendeteksi infeksi bakteri sekunder. 6
- Meskipun infeksi jarang terjadi, pemantauan diperlukan untuk mendeteksi komplikasi 6
- Jika lesi membesar dengan cepat atau ada tanda keracunan sistemik, pertimbangkan rawat inap 3