What are the possible causes and treatments for hematemesis (vomiting blood) with a black color?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 25, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kemungkinan Penyebab Muntah Darah Warna Hitam

Muntah darah berwarna hitam (coffee ground emesis) menandakan perdarahan saluran cerna bagian atas yang telah mengalami kontak dengan asam lambung, dengan penyakit ulkus peptikum sebagai penyebab paling umum (35-50% kasus), diikuti oleh robekan Mallory-Weiss (15%), erosi gastroduodenal (8-15%), esofagitis (5-15%), dan varises esofagus (5-10%). 1

Penyebab Utama Berdasarkan Prevalensi

Penyakit Ulkus Peptikum (35-50% kasus)

  • Merupakan penyebab nonvariseal terbanyak dari perdarahan saluran cerna atas 1
  • Biasanya terkait dengan penggunaan NSAID kronis, infeksi Helicobacter pylori, atau faktor risiko lainnya 2
  • Pasien yang menggunakan NSAID sering tidak merasakan gejala ulkus sebelum perdarahan terjadi, karena efek masking dari NSAID terhadap nyeri 3

Robekan Mallory-Weiss (±15% kasus)

  • Terjadi akibat muntah atau retching yang kuat dan berulang 1
  • Biasanya muncul setelah episode muntah berkepanjangan 2
  • Tidak memerlukan riwayat penyakit kronis sebelumnya 2

Erosi Gastroduodenal (8-15% kasus)

  • Sering dikaitkan dengan penggunaan NSAID, stres, atau kondisi metabolik seperti diabetes 1

Esofagitis (5-15% kasus)

  • Lebih sering ditemukan pada coffee ground emesis dibandingkan hematemesis segar 1

Varises Esofagus (5-10% kasus keseluruhan)

  • Memerlukan hipertensi portal yang mendasari dari sirosis atau penyakit hati kronis 2
  • Ketika varises berdarah, biasanya menyebabkan hematemesis masif (66-70% dari kasus masif) bukan coffee grounds 1
  • Mortalitas mencapai 30% dibandingkan 10% untuk sumber nonvariseal 4, 5
  • Tidak mungkin terjadi pada pasien tanpa riwayat penyakit hati 2

Penyebab Jarang (masing-masing ±1%)

  • Keganasan saluran cerna atas 1
  • Malformasi vaskular 1
  • Divertikulum lambung 6
  • Nekrosis esofagus akut (black esophagus) 7

Pendekatan Diagnostik

Penilaian Hemodinamik Segera

  • Periksa nadi (takikardia >100 bpm menandakan instabilitas) dan tekanan darah (sistolik <100 mmHg menandakan perdarahan berat) 4, 1
  • Pasang dua jalur IV besar di fossa antekubital dan mulai resusitasi cairan agresif dengan normal saline 4
  • Periksa hemoglobin (target >7 g/dL, atau >9 g/dL pada perdarahan masif atau komorbid kardiovaskular) 4

Esofagogastroduodenoskopi (EGD)

  • Merupakan prosedur pilihan pertama karena memiliki kemampuan diagnostik dan terapeutik 4
  • Untuk pasien stabil hemodinamik, lakukan endoskopi elektif dini dalam 24 jam setelah masuk 4, 1
  • Endoskopi harus dilakukan oleh endoskopis berpengalaman yang mampu melakukan intervensi terapeutik 4
  • Jangan lakukan endoskopi sebelum resusitasi adekuat—ini adalah kesalahan kritis yang meningkatkan mortalitas 4

Manajemen Berdasarkan Penyebab

Setelah Terapi Endoskopik untuk Ulkus

  • Berikan terapi proton pump inhibitor dosis tinggi 4
  • Eradikasi Helicobacter pylori jika positif 4
  • Konseling mengenai penggunaan NSAID 4

Pertimbangan Khusus

Pasien Sirosis:

  • Identifikasi dini dan protokol manajemen khusus diperlukan 4
  • Pertimbangkan TIPS dini pada pasien Child-Pugh kelas C (skor 10-13) atau kelas B dengan perdarahan aktif meskipun sudah diberi agen vasoaktif 4

Pasien Usia Lanjut (>65 tahun):

  • Memiliki angka mortalitas yang jauh lebih tinggi dan memerlukan manajemen lebih agresif 4, 1

Pasien dengan Komorbid Signifikan:

  • Terutama penyakit kardiovaskular, ginjal, atau hati memiliki risiko komplikasi lebih tinggi 4

Peringatan Penting

  • 25% perdarahan akan berulang setelah berhenti awal, dengan 75% perdarahan ulang terjadi dalam dua hari pertama 5
  • Intervensi spesialis dini di rumah sakit mengurangi mortalitas dibandingkan pengobatan tertunda 4
  • Ulkus lambung dengan pembuluh darah yang terpapar memerlukan hemostasis laser YAG endoskopik atau terapi injeksi etanol secepat mungkin, karena 43% kasus mengalami perdarahan ulang dalam 72 jam dengan terapi obat konvensional 8

References

Guideline

Upper and Lower Respiratory and Gastrointestinal Tract Bleeding Etiologies

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Mallory-Weiss Tear Diagnosis and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Gastrointestinal Bleeding Evaluation and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

[Hematemesis. Extramural emergency].

Schweizerische medizinische Wochenschrift, 1993

Research

Endoscopic Treatment of Black Esophagus With Fully Covered Metallic Stent.

Journal of investigative medicine high impact case reports, 2022

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.