Kemungkinan Penyebab Muntah Darah Warna Hitam
Muntah darah berwarna hitam (coffee ground emesis) menandakan perdarahan saluran cerna bagian atas yang telah mengalami kontak dengan asam lambung, dengan penyakit ulkus peptikum sebagai penyebab paling umum (35-50% kasus), diikuti oleh robekan Mallory-Weiss (15%), erosi gastroduodenal (8-15%), esofagitis (5-15%), dan varises esofagus (5-10%). 1
Penyebab Utama Berdasarkan Prevalensi
Penyakit Ulkus Peptikum (35-50% kasus)
- Merupakan penyebab nonvariseal terbanyak dari perdarahan saluran cerna atas 1
- Biasanya terkait dengan penggunaan NSAID kronis, infeksi Helicobacter pylori, atau faktor risiko lainnya 2
- Pasien yang menggunakan NSAID sering tidak merasakan gejala ulkus sebelum perdarahan terjadi, karena efek masking dari NSAID terhadap nyeri 3
Robekan Mallory-Weiss (±15% kasus)
- Terjadi akibat muntah atau retching yang kuat dan berulang 1
- Biasanya muncul setelah episode muntah berkepanjangan 2
- Tidak memerlukan riwayat penyakit kronis sebelumnya 2
Erosi Gastroduodenal (8-15% kasus)
- Sering dikaitkan dengan penggunaan NSAID, stres, atau kondisi metabolik seperti diabetes 1
Esofagitis (5-15% kasus)
- Lebih sering ditemukan pada coffee ground emesis dibandingkan hematemesis segar 1
Varises Esofagus (5-10% kasus keseluruhan)
- Memerlukan hipertensi portal yang mendasari dari sirosis atau penyakit hati kronis 2
- Ketika varises berdarah, biasanya menyebabkan hematemesis masif (66-70% dari kasus masif) bukan coffee grounds 1
- Mortalitas mencapai 30% dibandingkan 10% untuk sumber nonvariseal 4, 5
- Tidak mungkin terjadi pada pasien tanpa riwayat penyakit hati 2
Penyebab Jarang (masing-masing ±1%)
- Keganasan saluran cerna atas 1
- Malformasi vaskular 1
- Divertikulum lambung 6
- Nekrosis esofagus akut (black esophagus) 7
Pendekatan Diagnostik
Penilaian Hemodinamik Segera
- Periksa nadi (takikardia >100 bpm menandakan instabilitas) dan tekanan darah (sistolik <100 mmHg menandakan perdarahan berat) 4, 1
- Pasang dua jalur IV besar di fossa antekubital dan mulai resusitasi cairan agresif dengan normal saline 4
- Periksa hemoglobin (target >7 g/dL, atau >9 g/dL pada perdarahan masif atau komorbid kardiovaskular) 4
Esofagogastroduodenoskopi (EGD)
- Merupakan prosedur pilihan pertama karena memiliki kemampuan diagnostik dan terapeutik 4
- Untuk pasien stabil hemodinamik, lakukan endoskopi elektif dini dalam 24 jam setelah masuk 4, 1
- Endoskopi harus dilakukan oleh endoskopis berpengalaman yang mampu melakukan intervensi terapeutik 4
- Jangan lakukan endoskopi sebelum resusitasi adekuat—ini adalah kesalahan kritis yang meningkatkan mortalitas 4
Manajemen Berdasarkan Penyebab
Setelah Terapi Endoskopik untuk Ulkus
- Berikan terapi proton pump inhibitor dosis tinggi 4
- Eradikasi Helicobacter pylori jika positif 4
- Konseling mengenai penggunaan NSAID 4
Pertimbangan Khusus
Pasien Sirosis:
- Identifikasi dini dan protokol manajemen khusus diperlukan 4
- Pertimbangkan TIPS dini pada pasien Child-Pugh kelas C (skor 10-13) atau kelas B dengan perdarahan aktif meskipun sudah diberi agen vasoaktif 4
Pasien Usia Lanjut (>65 tahun):
Pasien dengan Komorbid Signifikan:
- Terutama penyakit kardiovaskular, ginjal, atau hati memiliki risiko komplikasi lebih tinggi 4
Peringatan Penting
- 25% perdarahan akan berulang setelah berhenti awal, dengan 75% perdarahan ulang terjadi dalam dua hari pertama 5
- Intervensi spesialis dini di rumah sakit mengurangi mortalitas dibandingkan pengobatan tertunda 4
- Ulkus lambung dengan pembuluh darah yang terpapar memerlukan hemostasis laser YAG endoskopik atau terapi injeksi etanol secepat mungkin, karena 43% kasus mengalami perdarahan ulang dalam 72 jam dengan terapi obat konvensional 8