Posisi Rontgen untuk Atresia Ani
Untuk diagnosis atresia ani (imperforate anus), posisi rontgen yang direkomendasikan adalah invertogram (cross-table lateral radiograph) dengan bayi dalam posisi terbalik (head-down/knee-chest position), meskipun modalitas ini memiliki sensitivitas yang sangat rendah (27%) dan telah digantikan oleh metode yang lebih akurat seperti ultrasonografi perineal atau kolostografi. 1
Pendekatan Diagnostik Pencitraan
Radiografi Konvensional
- Foto polos abdomen AP tegak harus dilakukan sebagai pemeriksaan awal untuk mengevaluasi pola gas usus dan mengidentifikasi obstruksi usus proksimal atau distal 2
- Pemeriksaan ini dapat menunjukkan distensi abdomen dan pola gas yang abnormal yang mengindikasikan obstruksi 3
Invertogram (Metode Klasik)
- Invertogram dengan posisi bayi terbalik secara historis digunakan untuk menentukan jarak kantong rektal dari kulit perineum 4, 5
- Teknik ini melibatkan penempatan kateter karet merah in situ dan pengambilan foto lateral dengan bayi dalam posisi head-down 4
- Keterbatasan utama: Sensitivitas sangat rendah hanya 27% untuk menentukan jarak kantong rektal dari kulit 1
- Pemeriksaan sebaiknya dilakukan minimal 16-24 jam setelah lahir untuk memungkinkan gas usus mencapai ujung distal kantong rektal 5
Modalitas Alternatif yang Lebih Superior
Ultrasonografi perineal merupakan pilihan yang lebih baik dengan sensitivitas 86%, jauh lebih tinggi dibandingkan invertogram 1. Modalitas ini:
- Non-invasif dan dapat dilakukan tanpa radiasi
- Lebih akurat dalam menentukan jarak kantong rektal dari kulit
- Dapat dilakukan lebih cepat tanpa perlu menunggu 16-24 jam
Kolostografi memiliki sensitivitas tertinggi (100%) untuk menentukan jarak kantong rektal dari kulit dan merupakan pemeriksaan pilihan untuk evaluasi pra-operatif pada malformasi anorektal kompleks sebelum perbaikan bedah definitif 1.
Pertimbangan Klinis Penting
Evaluasi Anomali Terkait
- Atresia ani dapat disertai dengan anomali lain seperti fistula urorektal, malformasi uretra, atau bahkan atresia kolon transversum 6, 5
- Foto polos dapat menunjukkan loop usus yang distensi di epigastrium dengan fluid levels, mengindikasikan kemungkinan atresia usus yang menyertai 5
Klasifikasi Berdasarkan Pencitraan
- Pencitraan membantu mengklasifikasikan atresia ani menjadi tipe tinggi, intermediate, atau rendah 4, 6
- Klasifikasi ini penting untuk menentukan pendekatan bedah yang tepat
- Tipe intermediate dapat berhubungan dengan persistensi membran kloaka 6
Peringatan dan Kesalahan Umum
- Jangan mengandalkan invertogram sebagai satu-satunya modalitas diagnostik karena sensitivitasnya yang sangat rendah dapat menyebabkan kesalahan dalam perencanaan bedah 1
- Pertimbangkan keterbatasan geografis dan ekonomi: Di daerah dengan akses terbatas ke MRI atau ultrasonografi, invertogram dengan kateter in situ masih dapat digunakan sebagai alternatif, namun dengan kesadaran akan keterbatasannya 4
- Tunggu waktu yang cukup (16-24 jam) sebelum melakukan invertogram untuk memastikan gas usus telah mencapai ujung distal 5
- Evaluasi kemungkinan anomali multipel: Distensi abdomen yang signifikan atau pola gas yang tidak biasa harus meningkatkan kecurigaan terhadap atresia usus yang menyertai 5