Tatalaksana Peningkatan Enzim Transaminase pada Demam Berdarah Dengue Hari Ke-5
Pada pasien DBD hari ke-5 dengan transaminase mencapai 1000 U/L dan trombosit mulai naik, lakukan pemantauan ketat tanpa intervensi khusus untuk hepatitis karena ini merupakan manifestasi self-limited yang akan membaik dengan tatalaksana suportif. 1, 2
Pemahaman Kondisi Klinis
Pasien Anda berada pada fase kritis-akhir DBD dengan beberapa temuan penting:
- Hari ke-5 perawatan menandakan pasien melewati fase kritis (hari 3-7) dan memasuki fase pemulihan 3
- Trombosit mulai naik adalah tanda prognostik baik yang menunjukkan resolusi kebocoran plasma 4, 3
- Transaminase 1000 U/L adalah temuan yang sering pada DHF, dengan AST biasanya lebih tinggi dari ALT 1, 2
Strategi Pemantauan Laboratorium
Parameter yang Harus Dipantau
- Hitung darah lengkap setiap hari untuk memantau tren trombosit dan hematokrit 4
- PT ratio (bukan INR) dan pertahankan <1.5 jika ada koagulopati 4, 5
- Kadar fibrinogen jika tersedia, pertahankan >1.5 g/L 4, 5
- Transaminase (AST/ALT) setiap 2-3 hari untuk memantau tren perbaikan 3, 2
Frekuensi Pemantauan
- Pasien stabil dengan trombosit naik: pemantauan harian sudah cukup 5
- Jika ada perburukan parameter atau perdarahan aktif: pemantauan setiap 4-12 jam 5
Tatalaksana Hepatitis pada DBD
Prinsip Utama: Suportif
Tidak ada terapi spesifik untuk hepatitis dengue - ini adalah manifestasi langsung infeksi virus pada hepatosit dan sel Kupffer yang akan membaik sendiri 1
- Elevasi transaminase ringan-sedang (<5x normal) sangat umum pada dengue 1
- Elevasi berat (>10x normal atau ~1000 U/L) lebih sering pada DHF dengan kecenderungan perdarahan spontan 1, 2
- Puncak abnormalitas laboratorium biasanya hari ke-5, dengan perbaikan dimulai hari ke-11 3
Manajemen Simptomatik
- Hindari NSAID dan aspirin karena meningkatkan risiko perdarahan 4, 5
- Parasetamol dengan dosis dikurangi untuk demam, mengingat gangguan fungsi hati 5
- Istirahat dan hidrasi adekuat 6
Manajemen Koagulopati dan Trombositopenia
Indikasi Transfusi Trombosit
Transfusi trombosit HANYA jika: 4
- Perdarahan aktif signifikan (lebih dari petekiae) dengan trombosit <50 × 10⁹/L
- Risiko tinggi perdarahan mengancam nyawa dengan trombosit <25 × 10⁹/L pada pasien tanpa perdarahan
Target Trombosit
- Pasien dengan perdarahan: pertahankan >50 × 10⁹/L 4
- Pasien tanpa perdarahan: pertahankan >25 × 10⁹/L 4
- Jangan transfusi profilaksis berdasarkan angka laboratorium saja tanpa perdarahan 5
Manajemen Koagulopati Lain
- PT ratio >1.5: pertimbangkan FFP jika ada perdarahan aktif 4, 5
- Fibrinogen <1.5 g/L dengan perdarahan: pertimbangkan FFP atau kriopresipitat 5
Peringatan Penting (Pitfalls)
Jangan Gunakan INR Sendirian
- PT ratio lebih akurat daripada INR pada penyakit hati karena INR dikalibrasi untuk monitoring warfarin 4, 5
- INR dapat melewatkan perubahan koagulopati yang halus 5
Waspadai Penurunan Trombosit Mendadak
- Meskipun trombosit mulai naik, trombosit dapat turun drastis (43% dari baseline) dalam 1-2 jam 7
- Pantau minimal setiap 4 jam setelah intervensi invasif 7
Hindari Prosedur Invasif Tidak Perlu
- Pertahankan trombosit >100 × 10⁹/L untuk prosedur neuraksial mengingat konsekuensi katastrofik hematoma spinal 7
- Prosedur invasif lain minimal memerlukan trombosit >50 × 10⁹/L 7
Prognosis
Dengan trombosit yang mulai naik pada hari ke-5, prognosis pasien Anda baik 3. Normalisasi parameter laboratorium biasanya terjadi pada hari ke-11, dengan transaminase dapat tetap meningkat hingga 2 bulan setelah onset 8, 3. Prognosis keseluruhan bergantung pada usia dan komorbiditas 1.