Berapa Lama Primary Survey Dilakukan
Primary survey harus diselesaikan dengan cepat, biasanya dalam 2-5 menit, dengan fokus pada identifikasi dan penanganan segera kondisi yang mengancam jiwa menggunakan pendekatan ABCDE. 1
Prinsip Kecepatan dalam Primary Survey
Primary survey dirancang sebagai penilaian cepat yang berfokus pada kondisi yang segera mengancam jiwa, bukan pemeriksaan komprehensif. 1, 2 Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi dan menangani masalah kritis secepat mungkin sebelum melanjutkan ke secondary survey. 1
Komponen yang Harus Diselesaikan dengan Cepat
Primary survey mencakup penilaian dan manajemen sistematis berikut:
- Airway (Jalan Napas): Penilaian dan pengelolaan patensi jalan napas harus dilakukan segera 1
- Breathing (Pernapasan): Evaluasi fungsi respirasi dan penanganan cedera dada yang mengancam jiwa 1
- Circulation (Sirkulasi): Penilaian status hemodinamik dan kontrol perdarahan mayor 1
- Disability (Disabilitas): Penilaian neurologis singkat 1
- Exposure (Paparan): Membuka pakaian pasien sepenuhnya sambil mencegah hipotermia 1
Pentingnya Kecepatan
Penelitian menunjukkan bahwa mortalitas meningkat sekitar 1% setiap 3 menit keterlambatan dalam mengontrol perdarahan internal yang signifikan. 3 Ini menekankan pentingnya menyelesaikan primary survey dengan sangat cepat untuk mengidentifikasi sumber perdarahan dan kondisi kritis lainnya.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan melewatkan komponen primary survey: Melewatkan bagian dari primary survey dapat menyebabkan tugas resusitasi yang tidak lengkap 1, 4
- Jangan melakukan secondary survey sebelum stabilisasi: Melakukan secondary survey sebelum pasien stabil dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa terlewatkan 1
- Jangan menunda intervensi: Pada pasien tidak stabil dengan perdarahan aktif, intervensi segera lebih penting daripada pencitraan tambahan 3
Kapan Melanjutkan ke Secondary Survey
Secondary survey yang komprehensif (pemeriksaan head-to-toe lengkap) hanya dilakukan setelah primary survey selesai dan resusitasi awal dilakukan ketika pasien relatif stabil. 1 Pendekatan sistematis ABCDE harus diselesaikan terlebih dahulu dengan penilaian ulang berkelanjutan sepanjang perawatan pasien. 1