What is the treatment for pesticide exposure?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 29, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Paparan Pestisida

Segera lakukan dekontaminasi kulit dengan air dalam jumlah besar, sabun, dan sampo, karena jalur dermal merupakan rute paparan paling penting (87-95% dari total paparan), dan berikan atropin serta pralidoxime untuk keracunan organofosfat yang simptomatik. 1, 2, 3

Dekontaminasi Segera (Prioritas Utama)

Dekontaminasi adalah intervensi paling penting karena sebagian besar keracunan pestisida tidak memiliki antidotum spesifik. 2

Dekontaminasi Kulit

  • Lepaskan semua pakaian yang terkontaminasi segera 1
  • Cuci rambut dan kulit secara menyeluruh dengan air dalam volume besar, sabun, dan sampo - ini sangat penting karena paparan dermal mencakup 87-95% dari total paparan pekerja 1, 3
  • Dapat menggunakan natrium bikarbonat atau alkohol untuk pencucian 1
  • Dekontaminasi kulit harus dilakukan sambil menentukan spesifik jenis keracunan 2

Dekontaminasi Mata

  • Bilas mata dengan air bersih dalam jumlah besar jika terjadi paparan mata 2

Dekontaminasi Lambung (Jika Tertelan)

  • Lavase lambung diindikasikan HANYA jika ingesti terjadi dalam 60 menit sejak presentasi pasien 2
  • Arang aktif dikombinasi dengan katartik diindikasikan untuk sebagian besar keracunan yang datang dalam 60 menit setelah ingesti 2
  • Sirup ipecac TIDAK lagi direkomendasikan untuk penggunaan rutin 2
  • Pada ingesti volume besar, arang aktif dapat digunakan setelah 60 menit, namun data pendukung terbatas 2

Perawatan Suportif

Manajemen Jalan Napas dan Pernapasan

  • Berikan perawatan suportif termasuk manajemen jalan napas, dukungan respirasi dan kardiovaskular 1
  • Koreksi abnormalitas metabolik 1
  • Kontrol kejang jika terjadi 1

Perlindungan Tenaga Kesehatan

  • Perlindungan petugas kesehatan selama proses dekontaminasi sangat penting dan sering diabaikan 2

Tatalaksana Spesifik Berdasarkan Jenis Pestisida

Keracunan Organofosfat (OP) dan Karbamat

Sindrom kolinergik ("semua keran terbuka") mengkarakterisasi keracunan organofosfat dan karbamat. 2

Gejala yang Harus Dikenali:

Gejala RINGAN: 1

  • Penglihatan kabur dan mata perih
  • Mata berair
  • Hidung berair
  • Peningkatan salivasi (air liur tiba-tiba)
  • Dada sesak atau kesulitan bernapas
  • Tremor di seluruh tubuh atau kedutan otot
  • Mual dan muntah
  • Sekresi respirasi involunter

Gejala BERAT: 1

  • Perilaku aneh atau bingung
  • Kesulitan bernapas berat atau sekresi respirasi berat
  • Kedutan otot berat dan kelemahan umum
  • Buang air kecil dan besar involunter
  • Kejang
  • Tidak sadar

Pemberian Atropin:

Atropin harus diberikan sesegera mungkin SETELAH hipoksemia diperbaiki 1

  • JANGAN berikan atropin pada hipoksia signifikan karena risiko fibrilasi ventrikel yang diinduksi atropin 1
  • Dosis dewasa: 2-4 mg intravena, diulang setiap 5-10 menit sampai atropinisasi penuh (sekresi terhambat) atau tanda toksisitas atropin muncul (delirium, hipertermia, kedutan otot) 1
  • Pertahankan tingkat atropinisasi minimal 48 jam, sampai aktivitas kolinesterase darah yang tertekan kembali normal 1

Pemberian Pralidoxime (PROTOPAM Chloride):

Setelah efek atropin tampak, pralidoxime dapat diberikan 1

Dosis Intravena Dewasa: 1

  • Dosis awal: 1000-2000 mg pralidoxime, sebaiknya sebagai infus dalam 100 mL saline normal selama 15-30 menit
  • Jika tidak praktis atau ada edema pulmonal: berikan perlahan (tidak kurang dari 5 menit) injeksi intravena sebagai larutan 50 mg/mL
  • Dosis kedua 1000-2000 mg dapat diberikan setelah sekitar 1 jam jika kelemahan otot belum membaik
  • Dosis tambahan dapat diberikan setiap 10-12 jam jika kelemahan otot menetap
  • Laju infusi intermiten tidak boleh melebihi 200 mg/menit untuk menghindari perburukan sementara manifestasi kolinergik

Dosis Intramuskular Dewasa (jika IV tidak memungkinkan): 1

Untuk gejala RINGAN:

  • 600 mg (2 mL) IM, tunggu 15 menit
  • Jika gejala ringan menetap: dosis kedua 600 mg
  • Jika masih menetap: dosis ketiga 600 mg (total kumulatif 1800 mg)

Untuk gejala BERAT:

  • Tiga dosis 600 mg IM (total 1800 mg) dalam suksesi cepat

Pertimbangan Penting:

  • Pengobatan paling efektif jika dimulai segera setelah keracunan 1
  • Umumnya, sedikit yang dapat dicapai jika pralidoxime diberikan lebih dari 36 jam setelah terminasi paparan racun 1
  • Pada ingesti, penting mempertimbangkan kemungkinan absorpsi berkelanjutan dari usus bawah - dosis tambahan mungkin diperlukan setiap 3-8 jam 1
  • Pasien harus "dititrasi" dengan pralidoxime selama tanda keracunan berulang 1
  • Pasien harus diobservasi minimal 48-72 jam 1

Obat yang Harus Dihindari:

  • Hindari morfin, teofilin, aminofilin, reserpin, dan transquilizer tipe fenotiazin pada pasien dengan keracunan organofosfat 1
  • Suksinilkolin harus digunakan dengan hati-hati karena paralisis berkepanjangan telah dilaporkan 1

Keracunan Organoklorin (Lindane)

  • Dapat menyebabkan kejang dengan penggunaan berlebihan atau penggunaan pada area luas kulit yang tidak utuh 2
  • Berikan benzodiazepin (midazolam atau diazepam) untuk mengelola kejang atau agitasi berat 4

Keracunan Piretroid

  • Hubungi pusat kontrol racun segera untuk panduan protokol pengobatan spesifik 4
  • Benzodiazepin (midazolam atau diazepam) dapat digunakan untuk mengelola kejang atau agitasi berat 4
  • JANGAN induksi muntah dan JANGAN berikan arang aktif kecuali secara spesifik diindikasikan oleh pusat kontrol racun 4
  • Gunakan vasopresor sesuai kebutuhan untuk hipotensi 4

Herbisida Non-Dipyridyl dan Biosida

  • Jarang menghasilkan lebih dari iritasi kulit, mata, dan/atau gastrointestinal ringan pada paparan topikal atau ingesti 2
  • Tatalaksana suportif dan simptomatik biasanya cukup 2

Peringatan Khusus

Faktor Risiko Outcome Lebih Berat:

  • Paparan di area rural 5
  • Percobaan bunuh diri 5
  • Pestisida dengan bahaya sedang hingga sangat tinggi 5

Manifestasi Klinis Tersering:

  • Muntah, mual, sialorrhea (air liur berlebih), sakit kepala, miosis, dan berkeringat 5

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari:

  • Lavase lambung sering dilakukan berlebihan (51.91% kasus) padahal hanya direkomendasikan pada 20.01% kasus - hanya lakukan jika ingesti dalam 60 menit 2, 5
  • Mengabaikan dekontaminasi kulit yang merupakan prioritas utama 2, 3
  • Memberikan atropin sebelum memperbaiki hipoksemia 1
  • Memberikan pralidoxime terlalu cepat (>200 mg/menit IV) yang dapat menyebabkan perburukan 1

References

Research

Recognition and management of acute pesticide poisoning.

American family physician, 2002

Research

Exposure to pesticide mixer/loaders and applicators in California.

Reviews of environmental contamination and toxicology, 1992

Guideline

Management of Subacute Pyrethroid Poisoning

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.