What is the treatment for a tomcat bite?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 29, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pengobatan Lesi Gigitan Tomcat

Catatan Penting: Tomcat Bukan Hewan Menggigit

Perlu diperjelas bahwa "tomcat" dalam konteks medis Indonesia merujuk pada kumbang Paederus/Rove beetle yang TIDAK menggigit, melainkan menyebabkan dermatitis kontak iritan (Paederus dermatitis) ketika serangga ini terkena tekanan pada kulit dan mengeluarkan toksin pederin. Lesi gigitan tomcat adalah istilah yang keliru—sebenarnya ini adalah lesi bakar kimiawi dari toksin serangga, bukan gigitan.

Penanganan Dermatitis Paederus (Lesi "Tomcat")

Penanganan Segera Luka

  • Cuci area yang terkena segera dan menyeluruh dengan sabun dan air untuk menghilangkan toksin pederin yang tersisa pada kulit 1

  • Hindari menggaruk atau menggosok area yang terkena karena dapat menyebarkan toksin ke area kulit lain 1

  • Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa terbakar dan nyeri 1

Terapi Topikal

  • Kortikosteroid topikal potensi sedang hingga tinggi (seperti betametason atau mometason) merupakan terapi lini pertama untuk mengurangi inflamasi dan gejala 2

  • Aplikasikan 2-3 kali sehari pada area yang terkena selama 5-7 hari 2

  • Untuk lesi yang terinfeksi sekunder, kombinasi kortikosteroid dengan antibiotik topikal seperti mupirocin dapat digunakan 2

Terapi Sistemik (Untuk Kasus Berat)

  • Kortikosteroid oral (prednison 0.5-1 mg/kg/hari) dapat diberikan untuk kasus yang luas atau berat selama 5-7 hari 2

  • Antihistamin oral (seperti cetirizine atau loratadine) dapat membantu mengurangi gatal 2

Pencegahan Infeksi Sekunder

  • Jaga kebersihan luka dengan mencuci area yang terkena 2 kali sehari dengan sabun antiseptik ringan 1

  • Hindari memecahkan vesikel atau bula yang terbentuk untuk mencegah infeksi bakteri sekunder 1

  • Jika terjadi tanda-tanda infeksi sekunder (pus, eritema yang meluas, demam), pertimbangkan antibiotik oral seperti cephalexin 500 mg 4 kali sehari atau amoxicillin-clavulanate 875/125 mg 2 kali sehari selama 7-10 hari 2

Peringatan Penting

  • Lesi dermatitis Paederus dapat menyerupai herpes zoster atau impetigo bulosa—diagnosis yang tepat penting untuk terapi yang sesuai 2

  • Hindari penggunaan kortikosteroid pada lesi yang sudah terinfeksi tanpa antibiotik yang adekuat 2

  • Lesi biasanya sembuh dalam 7-14 hari dengan terapi yang tepat, tetapi hiperpigmentasi pasca-inflamasi dapat bertahan selama beberapa minggu hingga bulan 2

Profilaksis Tetanus

  • Profilaksis tetanus wajib diberikan jika status vaksinasi tidak jelas atau sudah lebih dari 5 tahun sejak dosis terakhir untuk luka yang terkontaminasi 1, 3

  • Berikan tetanus toxoid 0.5 mL intramuskular 1, 3

References

Guideline

Management of Rat Bites

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.