What is the recommended dose of carvedilol?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 29, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Carvedilol

Untuk gagal jantung dengan fraksi ejeksi berkurang (HFrEF), mulai carvedilol pada dosis 3,125 mg dua kali sehari dan titrasi setiap 1-2 minggu hingga dosis target 25 mg dua kali sehari (total 50 mg/hari), sedangkan untuk hipertensi, mulai dengan 6,25 mg dua kali sehari dan titrasi hingga maksimal 25 mg dua kali sehari. 1, 2, 3

Dosis untuk Gagal Jantung dengan Fraksi Ejeksi Berkurang (HFrEF)

Dosis Awal dan Titrasi

  • Dosis awal yang direkomendasikan adalah 3,125 mg dua kali sehari, diminum bersama makanan untuk mengurangi efek hipotensi ortostatik 1, 2, 3
  • Titrasi dilakukan dengan menggandakan dosis setiap 1-2 minggu jika dosis sebelumnya dapat ditoleransi dengan baik, mengikuti skema: 3,125 mg → 6,25 mg → 12,5 mg → 25 mg dua kali sehari 1, 2, 3
  • Dosis target adalah 25 mg dua kali sehari (total 50 mg/hari), yang telah terbukti memberikan pengurangan mortalitas sebesar 34-65% dalam uji klinis 1, 2
  • Untuk pasien dengan berat badan >85 kg, dosis target tetap 25 mg dua kali sehari 2, 4

Dosis Maksimal

  • Dosis harian total tidak boleh melebihi 50 mg untuk formulasi immediate-release 1, 2, 3
  • Untuk formulasi controlled-release (Coreg CR), dosis maksimal adalah 80 mg sekali sehari, yang setara dengan immediate-release 25-50 mg dua kali sehari 1, 4

Dosis untuk Hipertensi

  • Dosis awal yang direkomendasikan adalah 6,25 mg dua kali sehari 3
  • Jika dosis ini dapat ditoleransi (dinilai dengan tekanan darah sistolik berdiri sekitar 1 jam setelah pemberian dosis), pertahankan selama 7-14 hari 3
  • Tingkatkan menjadi 12,5 mg dua kali sehari jika diperlukan berdasarkan tekanan darah, dan pertahankan selama 7-14 hari 3
  • Dapat ditingkatkan hingga 25 mg dua kali sehari jika dapat ditoleransi dan diperlukan 3
  • Dosis harian total tidak boleh melebihi 50 mg 3
  • Efek antihipertensi penuh terlihat dalam 7-14 hari 3

Dosis untuk Disfungsi Ventrikel Kiri Pasca Infark Miokard

  • Mulai dengan 6,25 mg dua kali sehari setelah pasien stabil secara hemodinamik dan retensi cairan telah diminimalkan 3
  • Tingkatkan setelah 3-10 hari menjadi 12,5 mg dua kali sehari, kemudian ke dosis target 25 mg dua kali sehari berdasarkan tolerabilitas 3
  • Dosis awal yang lebih rendah (3,125 mg dua kali sehari) dapat digunakan jika secara klinis diindikasikan (misalnya karena tekanan darah rendah, bradikardia, atau retensi cairan) 3

Monitoring dan Penyesuaian Dosis

Parameter yang Harus Dimonitor

  • Monitor frekuensi jantung, tekanan darah, tanda-tanda kongesti, dan gejala perburukan gagal jantung selama titrasi 1, 2
  • Pasien harus menimbang berat badan setiap hari dan meningkatkan dosis diuretik jika berat badan meningkat persisten (2 hari) sebesar 1,5-2,0 kg 1

Penanganan Efek Samping Selama Titrasi

Untuk hipotensi simptomatik:

  • Pertama: Kurangi atau eliminasi vasodilator (nitrat, calcium channel blocker) sebelum menyesuaikan carvedilol 1
  • Kedua: Jika tidak ada tanda kongesti, pertimbangkan mengurangi dosis diuretik 1
  • Ketiga: Hanya jika langkah di atas gagal, kurangi dosis carvedilol sebesar 50% sementara atau perlambat laju titrasi 1
  • Hipotensi asimptomatik tidak memerlukan penyesuaian dosis 1

Untuk kongesti yang memburuk:

  • Pertama: Gandakan dosis diuretik 1
  • Kedua: Hanya jika peningkatan diuretik gagal, kurangi dosis carvedilol menjadi setengahnya 1

Untuk kelelahan yang nyata atau bradikardia:

  • Kurangi dosis carvedilol menjadi setengahnya 1
  • Jika frekuensi jantung <50 kali/menit dengan gejala yang memburuk, kurangi dosis menjadi setengahnya atau hentikan jika terjadi perburukan berat 1

Peringatan Penting

  • Jangan pernah menghentikan carvedilol secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan hipertensi rebound, iskemia miokard rebound, infark, dan aritmia 1, 2, 4
  • Carvedilol harus selalu diminum bersama makanan untuk memperlambat laju absorpsi dan mengurangi insiden efek ortostatik 3
  • Underdosing adalah kesalahan umum dalam praktik klinis—banyak pasien dipertahankan pada dosis suboptimal karena ketakutan akan efek samping 2
  • Jika dosis target penuh tidak dapat dicapai, pertahankan dosis tertinggi yang dapat ditoleransi karena beberapa carvedilol lebih baik daripada tidak ada carvedilol sama sekali 1
  • Carvedilol tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan hati berat 3
  • Pemberian bersamaan dengan diuretik dapat menghasilkan efek aditif dan memperburuk komponen ortostatik dari aksi carvedilol 3

References

Guideline

Beta Blocker Therapy Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Carvedilol Dosing and Management for Heart Failure and Hypertension

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Carvedilol Dosing Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.