How to manage refractory hypertension?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 29, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Hipertensi Refrakter

Untuk hipertensi refrakter, tambahkan spironolakton 25-50 mg/hari sebagai obat lini keempat setelah memastikan kepatuhan pengobatan, mengoptimalkan regimen tiga obat (penghambat RAS, CCB long-acting, dan diuretik thiazide-like), dan menyingkirkan penyebab sekunder. 1, 2

Konfirmasi Diagnosis Hipertensi Refrakter Sejati

Sebelum menambah terapi, pastikan ini adalah hipertensi refrakter sejati:

  • Verifikasi tekanan darah dengan ABPM (Ambulatory Blood Pressure Monitoring) atau HBPM (Home Blood Pressure Monitoring) untuk menyingkirkan hipertensi jas putih, yang menyumbang sekitar 50% kasus resistensi semu 1, 2
  • Evaluasi kepatuhan pengobatan secara ketat melalui wawancara langsung, penghitungan pil, atau catatan apotek, karena ketidakpatuhan adalah penyebab paling umum kegagalan terapi 3, 1, 2
  • Pastikan teknik pengukuran tekanan darah yang benar, termasuk ukuran manset yang sesuai dan posisi duduk yang tepat untuk menghindari overestimasi 3, 1
  • Singkirkan kelebihan volume yang sering tidak terdeteksi akibat terapi diuretik yang tidak memadai 2

Optimalisasi Regimen Antihipertensi Saat Ini

Sebelum menambah obat keempat, pastikan regimen tiga obat sudah optimal:

  • Gunakan penghambat sistem renin-angiotensin (ACE inhibitor atau ARB) pada dosis maksimal yang dapat ditoleransi 3, 1, 2
  • Tambahkan calcium channel blocker (CCB) long-acting golongan dihydropyridine seperti amlodipin, yang netral secara metabolik 3, 2
  • Ganti ke diuretik thiazide-like (chlorthalidone) daripada hydrochlorothiazide karena lebih efektif untuk hipertensi refrakter 1, 2
  • Pada pasien dengan eGFR <30 mL/min/1.73 m², gunakan diuretik loop yang ditingkatkan dosisnya secara adekuat untuk mendefinisikan hipertensi refrakter 3

Tambahkan Obat Lini Keempat: Spironolakton

  • Spironolakton 25 mg/hari, titrasi hingga 50 mg jika dapat ditoleransi, adalah obat lini keempat paling efektif untuk hipertensi refrakter, menurunkan tekanan darah sistolik kantor sebesar -13,30 mmHg dan tekanan darah sistolik 24 jam sebesar -8,46 mmHg 1, 2
  • Monitor kalium serum dan kreatinin secara ketat, terutama saat mengombinasikan spironolakton dengan ACE inhibitor/ARB, karena risiko hiperkalemia meningkat signifikan 3, 1, 2
  • Jika spironolakton tidak dapat ditoleransi, pertimbangkan eplerenone atau amiloride sebagai alternatif 4

Skrining Penyebab Sekunder

Evaluasi penyebab sekunder sangat penting karena prevalensinya mencapai 10-35% pada semua pasien hipertensi dan hingga 50% pada hipertensi refrakter:

  • Skrining aldosteronisme primer dengan memeriksa rasio aldosteron-renin pagi hari, bahkan dengan kadar kalium normal 1, 2
  • Skrining obstructive sleep apnea (OSA) menggunakan kuesioner tervalidasi dan rujuk untuk sleep study jika terindikasi, karena OSA umum pada obesitas dan memperburuk hipertensi 3, 1, 2
  • Pertimbangkan stenosis arteri renalis, terutama pada pasien muda, khususnya wanita dengan fibromuscular dysplasia 3, 1
  • Evaluasi penyakit ginjal parenkim sebagai penyebab paling umum hipertensi sekunder, dengan USG ginjal untuk menilai ukuran, bentuk, dan ketebalan korteks 3

Modifikasi Gaya Hidup Agresif

  • Batasi asupan natrium hingga <2400 mg/hari, karena asupan natrium tinggi berkontribusi signifikan terhadap resistensi pengobatan dan kelebihan volume 3, 1, 2
  • Targetkan penurunan berat badan 7-10% dalam 6-12 bulan melalui defisit kalori 500-1000 kalori/hari 2
  • Batasi konsumsi alkohol hingga ≤2 gelas/hari untuk pria, ≤1 gelas/hari untuk wanita 2
  • Hentikan NSAID dan zat-zat yang mengganggu seperti dekongestan, karena dapat memperburuk kontrol tekanan darah 3, 5

Pertimbangan Khusus untuk Pasien dengan Gagal Jantung

Jika pasien memiliki gagal jantung dengan fraksi ejeksi berkurang (HFrEF):

  • Carvedilol adalah beta-blocker pilihan karena sifat α1-β1-β2 blocking-nya lebih efektif menurunkan tekanan darah dibanding metoprolol succinate atau bisoprolol 3
  • Hindari CCB non-dihydropyridine (diltiazem, verapamil) karena efek inotropik negatif 3
  • Amlodipin atau felodipin aman digunakan pada HFrEF berat 3
  • Hindari alpha-blocker karena peningkatan risiko gagal jantung yang ditunjukkan dalam studi ALLHAT 3

Opsi untuk Kasus Refrakter Sejati

Jika tekanan darah tetap tidak terkontrol dengan empat obat yang dioptimalkan:

  • Tambahkan bisoprolol (jika belum menggunakan beta-blocker) atau doxazosin sebagai langkah berikutnya 4
  • Pertimbangkan hydralazine 25 mg tiga kali sehari, titrasi hingga dosis maksimal 4
  • Untuk kasus refrakter berat, pertimbangkan minoxidil 2,5 mg dua hingga tiga kali sehari (memerlukan beta-blocker dan diuretik loop bersamaan) 4
  • Denervasi ginjal berbasis kateter dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir untuk kasus yang benar-benar refrakter 4

Revaskularisasi untuk Hipertensi Renovaskular

Jika ditemukan stenosis arteri renalis:

  • Hipertensi refrakter dan penurunan fungsi ginjal progresif merupakan indikasi revaskularisasi 3
  • Angioplasti saja adalah pilihan pengobatan untuk fibromuscular dysplasia, dengan tingkat keberhasilan terapeutik yang tinggi 3
  • Untuk penyakit renovaskular aterosklerotik, pengobatan medis tetap penting dan harus mencakup modifikasi gaya hidup intensif, aspirin dosis rendah, statin, dan kombinasi antihipertensi multipel 3

Kapan Merujuk ke Spesialis

  • Rujuk ke pusat spesialisasi hipertensi jika tekanan darah tetap tidak terkontrol (>140/90 mmHg) setelah mengoptimalkan regimen empat obat dengan modifikasi gaya hidup 3, 1, 2
  • Rujuk segera jika terjadi komplikasi seperti hiperkalemia berat, disfungsi ginjal progresif, atau penurunan fungsi ginjal akut 2
  • Pusat spesialisasi memiliki keahlian dan sumber daya untuk evaluasi diagnostik lanjutan dan pengobatan yang tidak tersedia di layanan primer 3, 1

Perangkap Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan menambah obat baru tanpa memastikan kepatuhan terlebih dahulu - ketidakpatuhan adalah penyebab paling umum resistensi semu 3, 1, 2
  • Jangan menggunakan dosis suboptimal - pastikan semua obat pada dosis maksimal atau maksimal yang dapat ditoleransi sebelum menambah obat baru 3, 5
  • Jangan mengabaikan kelebihan volume - intensifikasi diuretik sering diperlukan, terutama pada penyakit ginjal kronik 3, 2
  • Jangan lupa memeriksa NSAID dan zat-zat yang mengganggu - ini adalah penyebab umum yang dapat diperbaiki 3, 5

References

Guideline

Management of Resistant Hypertension

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Resistant Hypertension with Resistant Diabetes on Insulin

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Resistant Hypertension in Dialysis Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Related Questions

What is the next best step in managing a dialysis patient with uncontrolled hypertension despite being on antihypertensive medications?
Can a significant increase in blood pressure (hypertension) from 122/78 to 148/104 occur in a year without any changes in lifestyle or weight in a 33-year-old patient?
What are the next steps for a 46-year-old female with resistant hypertension (HTN) on 4 antihypertensive agents, with confounding pain and anxiety?
What is the recommended management for an 84-year-old male with hypertension, refusing medication, and presenting with weakness on the right side of his body, fluctuating blood pressure in the range of severe hypertension, and magnetic resonance imaging (MRI) showing high-grade stenosis of the distal M1 segment, currently taking aspirin (acetylsalicylic acid) 315 mg daily?
What is the best course of treatment for a patient with hypertension (blood pressure of 158/85 mmHg)?
What is the appropriate management for a patient with hypoglycemia, hypokalemia, hypocalcemia, hypomagnesemia, anemia, and leukocytosis?
What wound care can be performed on a small laceration to the back of the head?
What is the treatment approach for mantle cell lymphoma (MCL) contained within the thyroid?
Is Provera (medroxyprogesterone) 10mg twice a day (BID) effective for menstrual suppression?
What are the next steps in managing a suspected metastatic (cancer that has spread) pleural effusion when no malignant cells are found in the pleural fluid?
What are the recommendations for a patient with mild hypoalbuminemia, normal bilirubin, and normal calcium levels?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.