Tatalaksana Hipertensi Refrakter
Untuk hipertensi refrakter, tambahkan spironolakton 25-50 mg/hari sebagai obat lini keempat setelah memastikan kepatuhan pengobatan, mengoptimalkan regimen tiga obat (penghambat RAS, CCB long-acting, dan diuretik thiazide-like), dan menyingkirkan penyebab sekunder. 1, 2
Konfirmasi Diagnosis Hipertensi Refrakter Sejati
Sebelum menambah terapi, pastikan ini adalah hipertensi refrakter sejati:
- Verifikasi tekanan darah dengan ABPM (Ambulatory Blood Pressure Monitoring) atau HBPM (Home Blood Pressure Monitoring) untuk menyingkirkan hipertensi jas putih, yang menyumbang sekitar 50% kasus resistensi semu 1, 2
- Evaluasi kepatuhan pengobatan secara ketat melalui wawancara langsung, penghitungan pil, atau catatan apotek, karena ketidakpatuhan adalah penyebab paling umum kegagalan terapi 3, 1, 2
- Pastikan teknik pengukuran tekanan darah yang benar, termasuk ukuran manset yang sesuai dan posisi duduk yang tepat untuk menghindari overestimasi 3, 1
- Singkirkan kelebihan volume yang sering tidak terdeteksi akibat terapi diuretik yang tidak memadai 2
Optimalisasi Regimen Antihipertensi Saat Ini
Sebelum menambah obat keempat, pastikan regimen tiga obat sudah optimal:
- Gunakan penghambat sistem renin-angiotensin (ACE inhibitor atau ARB) pada dosis maksimal yang dapat ditoleransi 3, 1, 2
- Tambahkan calcium channel blocker (CCB) long-acting golongan dihydropyridine seperti amlodipin, yang netral secara metabolik 3, 2
- Ganti ke diuretik thiazide-like (chlorthalidone) daripada hydrochlorothiazide karena lebih efektif untuk hipertensi refrakter 1, 2
- Pada pasien dengan eGFR <30 mL/min/1.73 m², gunakan diuretik loop yang ditingkatkan dosisnya secara adekuat untuk mendefinisikan hipertensi refrakter 3
Tambahkan Obat Lini Keempat: Spironolakton
- Spironolakton 25 mg/hari, titrasi hingga 50 mg jika dapat ditoleransi, adalah obat lini keempat paling efektif untuk hipertensi refrakter, menurunkan tekanan darah sistolik kantor sebesar -13,30 mmHg dan tekanan darah sistolik 24 jam sebesar -8,46 mmHg 1, 2
- Monitor kalium serum dan kreatinin secara ketat, terutama saat mengombinasikan spironolakton dengan ACE inhibitor/ARB, karena risiko hiperkalemia meningkat signifikan 3, 1, 2
- Jika spironolakton tidak dapat ditoleransi, pertimbangkan eplerenone atau amiloride sebagai alternatif 4
Skrining Penyebab Sekunder
Evaluasi penyebab sekunder sangat penting karena prevalensinya mencapai 10-35% pada semua pasien hipertensi dan hingga 50% pada hipertensi refrakter:
- Skrining aldosteronisme primer dengan memeriksa rasio aldosteron-renin pagi hari, bahkan dengan kadar kalium normal 1, 2
- Skrining obstructive sleep apnea (OSA) menggunakan kuesioner tervalidasi dan rujuk untuk sleep study jika terindikasi, karena OSA umum pada obesitas dan memperburuk hipertensi 3, 1, 2
- Pertimbangkan stenosis arteri renalis, terutama pada pasien muda, khususnya wanita dengan fibromuscular dysplasia 3, 1
- Evaluasi penyakit ginjal parenkim sebagai penyebab paling umum hipertensi sekunder, dengan USG ginjal untuk menilai ukuran, bentuk, dan ketebalan korteks 3
Modifikasi Gaya Hidup Agresif
- Batasi asupan natrium hingga <2400 mg/hari, karena asupan natrium tinggi berkontribusi signifikan terhadap resistensi pengobatan dan kelebihan volume 3, 1, 2
- Targetkan penurunan berat badan 7-10% dalam 6-12 bulan melalui defisit kalori 500-1000 kalori/hari 2
- Batasi konsumsi alkohol hingga ≤2 gelas/hari untuk pria, ≤1 gelas/hari untuk wanita 2
- Hentikan NSAID dan zat-zat yang mengganggu seperti dekongestan, karena dapat memperburuk kontrol tekanan darah 3, 5
Pertimbangan Khusus untuk Pasien dengan Gagal Jantung
Jika pasien memiliki gagal jantung dengan fraksi ejeksi berkurang (HFrEF):
- Carvedilol adalah beta-blocker pilihan karena sifat α1-β1-β2 blocking-nya lebih efektif menurunkan tekanan darah dibanding metoprolol succinate atau bisoprolol 3
- Hindari CCB non-dihydropyridine (diltiazem, verapamil) karena efek inotropik negatif 3
- Amlodipin atau felodipin aman digunakan pada HFrEF berat 3
- Hindari alpha-blocker karena peningkatan risiko gagal jantung yang ditunjukkan dalam studi ALLHAT 3
Opsi untuk Kasus Refrakter Sejati
Jika tekanan darah tetap tidak terkontrol dengan empat obat yang dioptimalkan:
- Tambahkan bisoprolol (jika belum menggunakan beta-blocker) atau doxazosin sebagai langkah berikutnya 4
- Pertimbangkan hydralazine 25 mg tiga kali sehari, titrasi hingga dosis maksimal 4
- Untuk kasus refrakter berat, pertimbangkan minoxidil 2,5 mg dua hingga tiga kali sehari (memerlukan beta-blocker dan diuretik loop bersamaan) 4
- Denervasi ginjal berbasis kateter dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir untuk kasus yang benar-benar refrakter 4
Revaskularisasi untuk Hipertensi Renovaskular
Jika ditemukan stenosis arteri renalis:
- Hipertensi refrakter dan penurunan fungsi ginjal progresif merupakan indikasi revaskularisasi 3
- Angioplasti saja adalah pilihan pengobatan untuk fibromuscular dysplasia, dengan tingkat keberhasilan terapeutik yang tinggi 3
- Untuk penyakit renovaskular aterosklerotik, pengobatan medis tetap penting dan harus mencakup modifikasi gaya hidup intensif, aspirin dosis rendah, statin, dan kombinasi antihipertensi multipel 3
Kapan Merujuk ke Spesialis
- Rujuk ke pusat spesialisasi hipertensi jika tekanan darah tetap tidak terkontrol (>140/90 mmHg) setelah mengoptimalkan regimen empat obat dengan modifikasi gaya hidup 3, 1, 2
- Rujuk segera jika terjadi komplikasi seperti hiperkalemia berat, disfungsi ginjal progresif, atau penurunan fungsi ginjal akut 2
- Pusat spesialisasi memiliki keahlian dan sumber daya untuk evaluasi diagnostik lanjutan dan pengobatan yang tidak tersedia di layanan primer 3, 1
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Jangan menambah obat baru tanpa memastikan kepatuhan terlebih dahulu - ketidakpatuhan adalah penyebab paling umum resistensi semu 3, 1, 2
- Jangan menggunakan dosis suboptimal - pastikan semua obat pada dosis maksimal atau maksimal yang dapat ditoleransi sebelum menambah obat baru 3, 5
- Jangan mengabaikan kelebihan volume - intensifikasi diuretik sering diperlukan, terutama pada penyakit ginjal kronik 3, 2
- Jangan lupa memeriksa NSAID dan zat-zat yang mengganggu - ini adalah penyebab umum yang dapat diperbaiki 3, 5