Guideline Kemoterapi untuk Karsinoma Payudara
Kemoterapi direkomendasikan untuk hampir semua kanker payudara triple-negative, semua kanker HER2-positif, dan kanker luminal HER2-negatif berisiko tinggi, dengan regimen berbasis antrasiklin dan/atau taksan sebagai standar. 1
Indikasi Kemoterapi Berdasarkan Subtipe Molekuler
Kanker Payudara Triple-Negative
- Semua pasien dengan kanker triple-negative memerlukan kemoterapi adjuvan, kecuali subtipe histologi khusus berisiko sangat rendah seperti karsinoma adenoid kistik atau sekretori 1, 2
- Regimen standar terdiri dari 4-8 siklus kemoterapi berbasis antrasiklin dan/atau taksan 1, 2
- Pemberian sekuensial antrasiklin diikuti taksan lebih direkomendasikan dibandingkan pemberian bersamaan 1, 2
- Jadwal dose-dense dengan dukungan G-CSF harus dipertimbangkan untuk tumor dengan proliferasi tinggi 1, 2
Kanker Payudara HER2-Positif
- Semua tumor HER2-positif memerlukan kemoterapi dikombinasi dengan trastuzumab, terlepas dari status reseptor hormon 1, 2
- Untuk penyakit HER2-positif/reseptor hormon-positif (triple-positive): gunakan sekuens antrasiklin-taksan plus trastuzumab plus terapi endokrin 1, 2
- Trastuzumab harus diberikan bersamaan dengan taksan (bukan antrasiklin) dan dilanjutkan selama satu tahun total 1, 2
- Kombinasi trastuzumab dengan kemoterapi mengurangi risiko kekambuhan hingga setengahnya dan meningkatkan survival keseluruhan 1, 2
- Untuk pasien dengan penyakit residual invasif setelah kemoterapi neoadjuvan, berikan trastuzumab emtansine (T-DM1) adjuvan selama 14 siklus 3
Kanker Payudara Reseptor Hormon-Positif/HER2-Negatif (Luminal)
- Tumor luminal A sebagian besar tidak memerlukan kemoterapi, kecuali yang memiliki risiko kekambuhan tertinggi (keterlibatan nodus ekstensif) 1
- Untuk kanker luminal HER2-negatif, indikasi kemoterapi bergantung pada: 1, 2
- Risiko kekambuhan individual
- Perkiraan responsivitas terhadap terapi endokrin
- Ukuran tumor dan grade
- Status nodus
- Untuk penyakit nodus-positif, semua pasien memerlukan kemoterapi terlepas dari status reseptor hormon 2
- Untuk tumor ≤0.5 cm: terapi endokrin saja sudah cukup; kemoterapi memberikan manfaat inkremental minimal 2
- Kemoterapi umumnya tidak boleh digunakan bersamaan dengan terapi endokrin 1
Penggunaan Assay Ekspresi Gen untuk Keputusan Kemoterapi
- Dalam kasus ketidakpastian mengenai indikasi kemoterapi adjuvan, assay ekspresi gen seperti MammaPrint, Oncotype DX, Prosigna, dan Endopredict dapat digunakan 1
- Assay ini dapat menentukan risiko kekambuhan individual dan memprediksi manfaat kemoterapi 1
- Penanda tumor uPA-PAI1 memiliki bukti level I sebagai faktor prognostik dan dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pengobatan 1
Regimen Kemoterapi Standar
Regimen Adjuvan untuk Penyakit Stadium Awal
- Kemoterapi adjuvan standar terdiri dari 4-8 siklus (12-24 minggu) regimen berbasis antrasiklin dan/atau taksan 1, 2
- Nilai tambah enam siklus regimen berbasis antrasiklin tiga obat masih kontroversial 1
- Penambahan taksan meningkatkan efikasi kemoterapi, terlepas dari usia, status nodus, ukuran atau grade tumor, ekspresi reseptor steroid, atau penggunaan tamoksifen, tetapi dengan peningkatan toksisitas non-kardiak 1
- Regimen non-antrasiklin berbasis taksan, seperti empat siklus docetaxel dan cyclophosphamide (TC), dapat digunakan sebagai alternatif untuk empat siklus kemoterapi berbasis antrasiklin pada pasien terpilih (misalnya yang berisiko komplikasi jantung) 1
Regimen Spesifik yang Dapat Diterima
- FAC, CAF, CEF, atau FEC selama 6 siklus untuk penyakit stadium III atau locally advanced 4
- AC (doxorubicin/cyclophosphamide) atau EC (epirubicin/cyclophosphamide) selama 4 siklus diikuti taksan (paclitaxel atau docetaxel) selama 4 siklus 1, 2, 5
- Docetaxel 75 mg/m² dikombinasi dengan doxorubicin 50 mg/m² dan cyclophosphamide 500 mg/m² setiap 3 minggu selama 6 siklus untuk penyakit nodus-positif yang dapat dioperasi 6
- Fluorouracil (5-FU) harus dihilangkan dari regimen berbasis antrasiklin karena menambah toksisitas tanpa meningkatkan efikasi 5
Kemoterapi Neoadjuvan
- Untuk tumor yang tidak dapat dioperasi atau locally advanced, kemoterapi neoadjuvan berbasis antrasiklin harus diberikan 1, 4
- Pasien harus diobati hingga respons mencapai plateau atau maksimum 6 siklus (minimum 4 siklus) 4
- Penggunaan klip yang ditempatkan secara perkutan ke dalam payudara di bawah panduan mammografi atau ultrasound sebelum kemoterapi sangat dianjurkan untuk membantu reseksi pascakemoterapi 1
- Kemoterapi neoadjuvan tidak menunjukkan keuntungan survival spesifik penyakit dibandingkan kemoterapi adjuvan pascaoperasi pada pasien dengan tumor stadium II 1
Penyakit Metastatik
Prinsip Umum untuk Penyakit Metastatik
- Untuk penyakit reseptor hormon-positif metastatik, terapi endokrin (bukan kemoterapi) harus ditawarkan sebagai pengobatan lini pertama standar, kecuali untuk penyakit yang mengancam jiwa atau jika ada kekhawatiran mengenai resistensi endokrin 1, 7
- Kemoterapi agen tunggal sekuensial lebih disukai daripada terapi kombinasi untuk kualitas hidup yang lebih baik, meskipun regimen kombinasi dapat dipertimbangkan untuk penyakit yang mengancam jiwa 1, 7
- Melanjutkan melampaui kemoterapi lini ketiga dapat dibenarkan pada pasien dengan status performa baik dan respons terhadap kemoterapi sebelumnya 1
Regimen untuk Penyakit Metastatik HER2-Negatif
- Untuk penyakit triple-negative metastatik, gunakan kemoterapi agen tunggal 1
- Regimen yang tersedia meliputi: 1
- Non-antrasiklin: cyclophosphamide/methotrexate/fluorouracil, kombinasi berbasis platinum, capecitabine monoterapi, vinorelbine monoterapi, capecitabine/vinorelbine
- Berbasis antrasiklin: doxorubicin/cyclophosphamide, epirubicin/cyclophosphamide, FAC, FEC, liposomal doxorubicin
- Berbasis taksan: doxorubicin/taksan, epirubicin/taksan, docetaxel/capecitabine, paclitaxel mingguan atau docetaxel 3-mingguan
- Regimen berbasis taksan sebagai terapi lini pertama direkomendasikan untuk pasien yang mengalami progresi setelah kemoterapi adjuvan berbasis antrasiklin 1
Regimen untuk Penyakit Metastatik HER2-Positif
- Pasien harus diobati dengan trastuzumab dengan atau tanpa kemoterapi non-antrasiklin 1, 7
- Pemantauan jantung harus dilakukan sebelum dan selama terapi trastuzumab 1
- Melanjutkan trastuzumab dengan regimen kemoterapi yang berbeda setelah progresi penyakit pertama lebih superior daripada penghentian agen ini 1
- Lapatinib menunjukkan peningkatan signifikan dalam waktu hingga progresi dalam kombinasi dengan capecitabine pada pasien yang mengalami progresi setelah trastuzumab 1
Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari
Kontraindikasi dan Toksisitas
- Jangan berikan docetaxel pada pasien dengan neutrofil <1500 sel/mm³ 6
- Premedikasi dengan dexamethasone wajib untuk semua pasien yang menerima docetaxel untuk mengurangi reaksi hipersensitivitas dan retensi cairan 6
- Kemoterapi dosis tinggi dengan dukungan stem cell tidak boleh digunakan 1
- Pasien yang menjalani supresi ovarium dan yang menggunakan aromatase inhibitor berisiko kehilangan tulang dan harus disarankan untuk asupan kalsium dan vitamin D3 yang memadai 1
Pertimbangan Khusus
- Pasien dengan tamoksifen harus disarankan untuk menghindari penggunaan inhibitor CYP2D6 kuat dan moderat (seperti paroxetine, fluoxetine) 1
- Untuk keputusan radioterapi, harus berdasarkan karakteristik tumor pra-kemoterapi, bukan patologi pasca-neoadjuvan 5
- Biopsi sentinel node tidak boleh dilakukan setelah kemoterapi neoadjuvan di luar uji klinis; diseksi aksila lengkap lebih disukai 5
- Evaluasi respons direkomendasikan setelah 3 bulan terapi endokrin dan setelah dua atau tiga siklus kemoterapi 1