What is the relevance of C-Reactive Protein (CRP) testing in acute fever?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 30, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Relevansi Pemeriksaan CRP pada Febris Akut

Pemeriksaan CRP memiliki relevansi klinis yang terbatas pada febris akut dan tidak boleh digunakan sebagai penentu tunggal untuk memulai atau menunda terapi antibiotik, tetapi dapat berguna sebagai alat bantu diagnostik pada pasien dengan probabilitas infeksi bakteri rendah hingga sedang, terutama ketika dikombinasikan dengan penilaian klinis atau pengukuran serial. 1, 2

Kapan CRP Sebaiknya Diperiksa

Indikasi Pemeriksaan

  • Periksa CRP atau prokalsitonin hanya pada pasien dengan probabilitas infeksi bakteri rendah hingga sedang, bukan pada pasien dengan probabilitas tinggi infeksi bakteri 1, 2
  • Pada pasien dengan probabilitas tinggi infeksi bakteri, jangan mengukur CRP untuk mengambil keputusan terapi karena hal ini akan menunda pemberian antibiotik empiris 2
  • The American College of Critical Care Medicine merekomendasikan pemeriksaan CRP atau PCT pada pasien kritis dengan demam baru tanpa fokus infeksi yang jelas 1

Konteks Klinis Spesifik

Pneumonia komunitas:

  • CRP >100 mg/L membuat diagnosis pneumonia menjadi lebih mungkin 1
  • Pada pneumonia bakteri, kombinasi komorbiditas, demam ≥38°C, dan ronki dengan CRP >30 mg/L meningkatkan nilai diagnostik (area under curve 0.79) 3
  • Nilai prediktif negatif mencapai 99.7% ketika CRP dikombinasikan dengan temuan klinis 3

Meningitis bakteri:

  • CRP serum memiliki sensitivitas 69-99% dan spesifisitas 28-99% untuk membedakan meningitis bakteri dari viral 3
  • CRP normal memiliki nilai prediktif negatif yang tinggi (99%) untuk menyingkirkan meningitis bakteri pada pasien dengan pewarnaan Gram negatif 3
  • Namun, CRP tidak boleh digunakan untuk menentukan apakah pasien individual harus menerima terapi antimikroba 3

Kinetika dan Interpretasi CRP

Karakteristik Dasar

  • CRP adalah protein fase akut yang disintesis hati sebagai respons terhadap inflamasi atau infeksi 1
  • Nilai normal: <5 mg/L 1
  • CRP mulai meningkat 12-24 jam setelah stimulus inflamasi, mencapai puncak pada 48 jam 1
  • Waktu paruh lebih panjang dibanding prokalsitonin (PCT naik dalam 4 jam, puncak 6-8 jam) 1

Konsep CRP Velocity (Kecepatan CRP)

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dinamika peningkatan CRP (CRP velocity) lebih superior dibanding pengukuran tunggal untuk membedakan infeksi bakteri dan viral:

  • CRP velocity dihitung sebagai: (CRP₂ - CRP₁) / waktu antara pengukuran (jam) atau estimasi dari CRP pertama dibagi waktu sejak onset gejala 4, 5
  • Pada pasien dengan CRP awal rendah (<60 mg/L), CRP velocity meningkatkan akurasi diagnostik (AUC 0.83 vs 0.57 untuk CRP tunggal) 4
  • CRP velocity >3.47-4 mg/L/jam sangat spesifik (93.8%) untuk infeksi bakteri 4, 5
  • Pada infeksi bakteri, median CRP velocity 4 kali lebih tinggi dibanding viral (1.1 vs 0.25 mg/L/jam) 5

Keterbatasan dan Peringatan Penting

Jangan Menggantikan Penilaian Klinis

  • CRP tidak boleh menggantikan pertimbangan klinis atau menunda pemberian antibiotik pada pasien sakit kritis 1, 6
  • Tidak ada nilai tunggal CRP yang dapat digunakan untuk menegakkan atau menyingkirkan diagnosis spesifik 6
  • CRP normal tidak boleh menunda pemberian antibiotik pada meningitis, sepsis neonatal, atau bakteremia okult 6

Spesifisitas Terbatas

  • PCT memiliki spesifisitas lebih tinggi (77%) dibanding CRP (61%) untuk infeksi bakteri 1
  • CRP dapat meningkat pada berbagai kondisi inflamasi non-infeksi 1
  • Pengukuran serial lebih bernilai dibanding pengukuran tunggal 1, 2

Algoritma Praktis Penggunaan CRP

Langkah 1: Stratifikasi Probabilitas Infeksi Bakteri

  • Probabilitas tinggi → Langsung ambil kultur, mulai antibiotik empiris, jangan tunda untuk menunggu CRP 2
  • Probabilitas rendah-sedang → Lanjut ke Langkah 2 1, 2

Langkah 2: Pemeriksaan CRP dengan Konteks Klinis

  • Periksa CRP sebagai tambahan evaluasi klinis, bukan pengganti 3, 1
  • Jika memungkinkan, ukur CRP serial (dalam 24 jam) untuk menghitung CRP velocity 4, 7

Langkah 3: Interpretasi Hasil

  • CRP >100 mg/L → Sangat sugestif infeksi bakteri (terutama pneumonia) 1
  • CRP 30-100 mg/L → Pertimbangkan CRP velocity jika tersedia pengukuran kedua 4, 5
  • CRP <30 mg/L dengan velocity >3.5 mg/L/jam → Curigai infeksi bakteri 4, 7
  • CRP rendah dengan velocity rendah → Lebih mungkin viral, nilai prediktif negatif tinggi 3, 4

Langkah 4: Keputusan Terapi

  • Gunakan CRP untuk memandu durasi antibiotik dan monitoring respons terapi, bukan keputusan inisiasi 1
  • The Infectious Diseases Society of America merekomendasikan CRP untuk monitoring respons inflamasi dari waktu ke waktu 1

References

Guideline

Use of Biomarkers in Clinical Practice

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Evaluación y Manejo del Síndrome Febril sin Foco

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

The C-reactive protein.

The Journal of emergency medicine, 1999

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.