What is the recommended dosage of ranitidine (H2-receptor antagonist) for adults and children?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 31, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Ranitidin

Untuk dewasa dengan ulkus duodenum atau gastrik aktif, dosis ranitidin yang direkomendasikan adalah 150 mg dua kali sehari atau 300 mg sekali sehari pada malam hari. 1

Dosis Dewasa

Kondisi Ulkus Peptikum

  • Ulkus duodenum aktif: 150 mg dua kali sehari ATAU 300 mg sekali sehari setelah makan malam atau sebelum tidur 1
  • Ulkus gastrik aktif: 150 mg dua kali sehari 1
  • Pemeliharaan penyembuhan ulkus: 150 mg pada malam hari 1

GERD dan Esofagitis Erosif

  • GERD: 150 mg dua kali sehari 1
  • Esofagitis erosif: 150 mg empat kali sehari 1
  • Pemeliharaan penyembuhan esofagitis erosif: 150 mg dua kali sehari 1

Kondisi Hipersekresi Patologis (Zollinger-Ellison)

  • Dosis awal: 150 mg dua kali sehari 1
  • Dosis dapat ditingkatkan hingga 6 gram/hari pada pasien dengan penyakit berat, dengan penyesuaian berdasarkan kebutuhan individual 1

Penggunaan Parenteral

  • Anafilaksis (dewasa): 50 mg IV diencerkan dalam dekstrosa 5% diberikan selama 5 menit sebagai terapi lini kedua bersama difenhidramin 2, 3
  • Angioedema terkait alteplase: 50 mg IV bersama metilprednisolon 125 mg IV dan difenhidramin 50 mg IV 3

Dosis Pediatrik (1 Bulan - 16 Tahun)

Ulkus Duodenum dan Gastrik

  • Pengobatan aktif: 2-4 mg/kg dua kali sehari, maksimum 300 mg/hari 1
  • Pemeliharaan penyembuhan: 2-4 mg/kg sekali sehari, maksimum 150 mg/hari 1

GERD dan Esofagitis Erosif Pediatrik

  • Dosis yang direkomendasikan: 5-10 mg/kg/hari dibagi dalam 2-3 dosis, maksimum 300 mg/hari 4, 1

Anafilaksis Pediatrik

  • Dosis IM/IV: 1 mg/kg per dosis (rentang 12,5-50 mg), maksimum 50 mg, sebagai terapi lini kedua bersama difenhidramin 4, 2

Penyesuaian Dosis Khusus

Gangguan Ginjal

  • Klirens kreatinin <50 mL/menit: 150 mg setiap 24 jam 1
  • Frekuensi dapat ditingkatkan menjadi setiap 12 jam jika diperlukan secara klinis dengan hati-hati 1
  • Hemodialisis: Jadwalkan dosis agar bertepatan dengan akhir hemodialisis 1

Peringatan Penting

Keterbatasan Terapi

  • Takifilaksis berkembang dalam 6 minggu penggunaan berkelanjutan 4
  • Ranitidin kurang efektif dibandingkan PPI untuk penyembuhan esofagitis erosif 4
  • Durasi supresi asam hanya 6 jam, memerlukan pemberian 2-3 kali sehari 4

Pertimbangan Klinis untuk Pencegahan Ulkus Stres di ICU

  • Untuk pencegahan perdarahan gastrointestinal terkait stres pada pasien kritis, PPI lebih efektif daripada H2RA dalam mengurangi perdarahan saluran cerna atas yang signifikan secara klinis (RR 0,53) 5
  • Dosis rendah sudah cukup: dosis harian ≤150 mg IV ranitidin atau ≤300 mg ranitidin enteral untuk pencegahan ulkus stres 5

Catatan Khusus

  • H2RA seperti ranitidin tidak boleh digunakan sebagai monoterapi dalam anafilaksis; epinefrin adalah terapi lini pertama 2, 3
  • Kombinasi difenhidramin dan ranitidin superior dibandingkan difenhidramin saja untuk mengelola anafilaksis 2, 3
  • Tidak ada data yang mendukung pemberian bersamaan sukralfat dan penekan asam 5

References

Guideline

Intramuscular Ranitidine Dosing

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Ranitidine Administration in Special Clinical Contexts

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Ranitidine Dosing Guidelines for Pediatric Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.