Cara Melakukan Bladder Training
Bladder training harus dimulai dengan menetapkan jadwal berkemih berdasarkan interval terpendek dari buku harian berkemih pasien, kemudian secara bertahap meningkatkan interval tersebut sambil mengajarkan teknik penekanan urgensi.
Langkah-Langkah Inti Bladder Training
1. Persiapan Awal: Buku Harian Berkemih
- Minta pasien mengisi buku harian berkemih selama 2-3 hari untuk menentukan pola berkemih awal 1, 2
- Identifikasi interval terpendek antara berkemih dari buku harian tersebut - ini akan menjadi titik awal jadwal 1
2. Penetapan Jadwal Berkemih
- Instruksikan pasien untuk berkemih sesuai jam pada interval yang telah ditentukan, baik mereka merasakan dorongan atau tidak 1
- Untuk dewasa, mulai dengan jadwal berkemih setiap 2 jam selama jam bangun dan setiap 4 jam di malam hari 1
- Tingkatkan interval berkemih secara bertahap sebesar 15-30 menit setiap 1-2 minggu sesuai toleransi 1
3. Teknik Penekanan Urgensi (Urge Suppression)
Ketika pasien merasakan dorongan berkemih yang kuat 1:
- Berhenti dan duduk jika memungkinkan, tetap diam
- Lakukan kontraksi otot dasar panggul yang cepat untuk menghambat aktivitas detrusor
- Gunakan teknik distraksi seperti pernapasan dalam atau tugas mental sampai urgensi mereda
- Baru pergi ke kamar mandi setelah urgensi berkurang dan pasien merasa terkontrol
4. Manajemen Cairan
- Kurangi asupan cairan harian total sekitar 25%, yang terbukti mengurangi frekuensi dan urgensi 1
- Batasi asupan cairan di awal malam hari untuk mengurangi nokturia 1
Indikasi Berdasarkan Jenis Inkontinensia
Urgency Inkontinensia
- Bladder training adalah terapi lini pertama yang direkomendasikan dengan kuat oleh American College of Physicians 3
- Bladder training saja sudah efektif untuk urgency UI - penambahan latihan otot dasar panggul tidak meningkatkan kontinensia dibanding bladder training saja 3
Mixed Inkontinensia
- Kombinasikan bladder training dengan latihan otot dasar panggul (PFMT) untuk mixed UI 3
- Kombinasi ini meningkatkan kontinensia dan memperbaiki UI pada wanita dengan mixed UI 3
Stress Inkontinensia
- Bladder training tidak direkomendasikan sebagai terapi utama untuk stress UI 3
- Untuk stress UI, gunakan PFMT sebagai lini pertama 3
Durasi dan Pemantauan
- Berikan periode uji coba yang memadai selama 8-12 minggu untuk menentukan efikasi sebelum mengubah atau menghentikan terapi 1
- Sebagian besar pasien mengalami pengurangan gejala yang signifikan dan peningkatan kualitas hidup 1
- Bladder training sama efektifnya dengan obat antimuskarinik dalam mengurangi tingkat gejala 1, 4
Terapi Kombinasi
- Jika bladder training saja tidak berhasil setelah 8-12 minggu, pertimbangkan menambahkan obat antimuskarinik sebagai terapi lini kedua 3, 1
- Kombinasi bladder training dengan PFMT dapat meningkatkan hasil untuk persepsi perbaikan dan kualitas hidup 1, 5
Pertimbangan Khusus
Populasi Rentan
- Wanita berusia >65 tahun, penghuni panti jompo, dan wanita yang menerima layanan perawatan rumah Medicare memerlukan perhatian khusus 3
- Setidaknya separuh wanita dengan UI tidak melaporkan masalah ini kepada dokter mereka 3
Faktor yang Perlu Diidentifikasi
- Identifikasi dan kelola kondisi yang dapat menyebabkan UI seperti infeksi saluran kemih, gangguan metabolik, asupan cairan berlebihan, dan gangguan mental seperti delirium 3
- Identifikasi apakah pasien menerima obat yang dapat menyebabkan atau memperburuk UI 3