Pendekatan Farmakologi untuk Cephalgia (Sakit Kepala)
Untuk migrain akut ringan hingga sedang, mulai dengan NSAID (ibuprofen 400-800 mg, naproxen 500-825 mg, atau aspirin 1000 mg) sebagai terapi lini pertama, dan untuk serangan sedang hingga berat atau ketika NSAID gagal, gunakan kombinasi triptan + NSAID yang terbukti superior dibanding monoterapi. 1, 2
Algoritma Terapi Akut Berdasarkan Tingkat Keparahan
Migrain Ringan hingga Sedang
- NSAID sebagai lini pertama: Ibuprofen 400-800 mg setiap 6 jam, naproxen sodium 500-825 mg (dapat diulang setiap 2-6 jam, maksimal 1,5 g/hari), atau aspirin 1000 mg 1, 2, 3
- Kombinasi analgesik: Aspirin + acetaminophen + kafein untuk pasien yang respon buruk terhadap NSAID monoterapi 2
- Acetaminophen 1000 mg hanya untuk pasien yang tidak toleran NSAID, karena efikasi terbatas 1, 4
Migrain Sedang hingga Berat
- Kombinasi triptan + NSAID adalah pilihan terkuat: Sumatriptan 50-100 mg PLUS naproxen sodium 500 mg memberikan 130 lebih banyak pasien per 1000 yang mencapai pain relief berkelanjutan pada 48 jam dibanding monoterapi 2, 5
- Triptan monoterapi: Sumatriptan, rizatriptan, naratriptan, atau zolmitriptan untuk serangan sedang-berat 1, 2
- Untuk onset cepat atau muntah berat: sumatriptan subkutan 6 mg (onset 15 menit, efikasi 59% pain-free pada 2 jam) 2, 3
Terapi Intravena untuk Migrain Berat/Intraktabel
- Kombinasi IV lini pertama: Metoclopramide 10 mg IV + ketorolac 30 mg IV memberikan analgesia cepat dengan risiko rebound minimal 2, 6
- Alternatif: Prochlorperazine 10 mg IV (efikasi setara metoclopramide) + ketorolac 30 mg IV 2, 6
- Dihydroergotamine (DHE) intranasal atau IV sebagai monoterapi untuk kasus refrakter 1, 2
Terapi Antiemetik Adjuvan
- Metoclopramide 10 mg atau prochlorperazine 25 mg diberikan 20-30 menit sebelum analgesik untuk analgesia sinergis, bukan hanya untuk mual 2, 3
- Metoclopramide bekerja melalui antagonisme reseptor dopamin sentral, memberikan efek analgesik independen 2, 6
Agen Baru (Lini Kedua)
- Gepants (antagonis CGRP): Rimegepant, ubrogepant, zavegepant untuk pasien dengan kontraindikasi vaskular terhadap triptan 1, 3
- Ditan: Lasmiditan (agonis 5-HT1F selektif) tanpa kontraindikasi vaskular, tetapi dibatasi oleh efek samping sedasi 1, 3
Batasan Frekuensi Kritis untuk Mencegah Medication-Overuse Headache (MOH)
Batasi SEMUA obat migrain akut maksimal 2 hari per minggu untuk mencegah MOH, yang dapat menyebabkan sakit kepala harian. 1, 2, 4
- Triptan: ≥10 hari/bulan memicu MOH 4
- NSAID: ≥15 hari/bulan memicu MOH 4
- Jika membutuhkan terapi akut >2 hari/minggu, segera inisiasi terapi preventif 2, 6, 4
Terapi Preventif (Profilaksis)
Indikasi untuk Terapi Preventif
- ≥2 serangan per bulan dengan disabilitas ≥3 hari 1, 6, 4
- Penggunaan obat abortif >2 kali per minggu 1, 6
- Kegagalan atau kontraindikasi terapi akut 6, 4
Pilihan Lini Pertama
- Beta-blocker: Propranolol 80-240 mg/hari atau timolol 20-30 mg/hari (bukti paling konsisten) 1, 6, 4, 7
- Antikonvulsan: Topiramate 50-100 mg/hari (manfaat tambahan: penurunan berat badan) atau valproate 1, 4, 7
- Antidepresan: Amitriptyline 30-150 mg/hari, terutama untuk pasien dengan komorbid depresi atau gangguan tidur 1, 4, 7
- CGRP monoclonal antibodies: Eptinezumab, erenumab, fremanezumab, galcanezumab untuk kasus refrakter (evaluasi efikasi setelah 3-6 bulan) 1, 6
Obat yang Harus Dihindari
- Opioid: Hanya untuk kasus dimana obat lain tidak dapat digunakan, risiko penyalahgunaan telah diatasi, dan efek sedasi bukan masalah - menyebabkan ketergantungan, rebound headache, dan kehilangan efikasi 1, 2, 6, 3
- Butalbital: Menyebabkan MOH dan harus dihindari 6
Kontraindikasi Penting
- Triptan dan DHE: Kontraindikasi pada penyakit arteri koroner, vasospasme koroner, hipertensi tidak terkontrol, penyakit vaskular perifer, Wolff-Parkinson-White syndrome 1, 5, 3
- Ketorolac: Hati-hati pada gangguan ginjal, riwayat perdarahan GI, penyakit jantung 2
- Metoclopramide: Kontraindikasi pada pheochromocytoma, gangguan kejang, perdarahan GI, obstruksi GI 2
Prinsip Timing dan Rute Pemberian
- Berikan obat sedini mungkin saat serangan, idealnya saat nyeri masih ringan untuk efikasi maksimal 1, 4, 3
- Pilih rute non-oral (subkutan, intranasal, IV) ketika mual atau muntah signifikan 2, 3
- Obat rescue atau dosis kedua dapat diberikan 4-24 jam setelah dosis awal untuk nyeri rekuren 5
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan izinkan pasien meningkatkan frekuensi penggunaan obat akut sebagai respons terhadap kegagalan terapi - ini menciptakan siklus MOH 2, 6
- Jangan menggunakan prednisone sebagai bagian dari "headache cocktail" di urgent care - bukti terbatas untuk migrain akut, lebih tepat untuk status migrainosus 2
- Kegagalan satu triptan tidak memprediksi kegagalan triptan lain - coba triptan berbeda sebelum eskalasi ke agen lini ketiga 2