CRP pada Fibromyalgia
CRP umumnya tidak meningkat pada fibromyalgia, namun sebagian kecil pasien (sekitar 25%) dapat menunjukkan peningkatan ringan yang terutama dijelaskan oleh obesitas dan inaktivitas fisik, bukan proses inflamasi aktif dari fibromyalgia itu sendiri. 1, 2
Temuan Utama tentang CRP pada Fibromyalgia
Tingkat CRP pada Populasi Fibromyalgia
- Pasien fibromyalgia memiliki rata-rata CRP yang sedikit lebih tinggi dibandingkan kontrol sehat (5.54 ± 9.8 vs 3.75 ± 7.2 mg/L), namun perbedaan ini tidak signifikan secara klinis 3
- Hanya 25% pasien fibromyalgia yang memiliki CRP tinggi (>1.5 SD di atas rata-rata kontrol normal), dibandingkan 6.8% pada kontrol sehat 2
- Sekitar 75% pasien fibromyalgia memiliki kadar CRP normal, yang konsisten dengan konsep bahwa fibromyalgia adalah kondisi nociplastic non-inflamasi 1
Faktor Penyebab Peningkatan CRP pada Fibromyalgia
Obesitas dan inaktivitas fisik adalah penyebab utama peningkatan CRP pada pasien fibromyalgia, bukan proses penyakit fibromyalgia itu sendiri. 1, 3
- Body mass index (BMI) berkorelasi kuat dengan kadar CRP pada pasien fibromyalgia 2, 3
- Aktivitas fisik waktu luang yang rendah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan CRP 1
- Ketika BMI dan komorbiditas dimasukkan dalam analisis statistik, hubungan antara fibromyalgia dan CRP menjadi sangat lemah atau hilang (AOR 1.1-1.2) 3
Korelasi Klinis CRP pada Fibromyalgia
- Pasien fibromyalgia dengan CRP tinggi memiliki skor Fibromyalgia Impact Questionnaire (FIQ) yang lebih buruk 1
- Mereka menunjukkan fungsi fisik yang lebih buruk, nyeri yang lebih berat, dan kemampuan kerja yang lebih terganggu 1
- CRP berkorelasi dengan IL-6, IL-8, dan laju endap darah (LED) pada pasien fibromyalgia 2
Implikasi Diagnostik Penting
Membedakan Fibromyalgia dari Kondisi Inflamasi
Peningkatan CRP pada pasien muda dengan nyeri difus harus memicu evaluasi untuk kondisi lain, bukan langsung dianggap sebagai fibromyalgia. 4
- Polymyalgia rheumatica (PMR) memiliki CRP yang sangat tinggi sebagai ciri khas, namun hanya terjadi pada usia >50 tahun 4
- Pasien obesitas muda dengan myalgia dan CRP tinggi sering salah didiagnosis sebagai PMR, padahal sebenarnya fibromyalgia dengan CRP tinggi akibat obesitas 4
- CRP >10 mg/L harus memicu pemeriksaan ulang dan evaluasi untuk sumber infeksi atau inflamasi lain 5
Interpretasi Nilai CRP Berdasarkan Magnitude
- CRP <3 mg/L: risiko rendah untuk proses inflamasi aktif 5
- CRP 3-10 mg/L: dapat terjadi pada fibromyalgia dengan obesitas, namun pertimbangkan kondisi lain 5
- CRP >10 mg/L: sangat tidak khas untuk fibromyalgia murni; evaluasi untuk infeksi bakterial (median ~120 mg/L), penyakit inflamasi (median ~65 mg/L), atau keganasan (median ~46 mg/L) 5, 6
Pendekatan Klinis
Kapan Mengukur CRP pada Fibromyalgia
- Pengukuran CRP dapat membantu mengidentifikasi pasien fibromyalgia dengan gejala lebih berat yang membutuhkan intervensi mendukung kemampuan kerja 1
- CRP berguna untuk menyingkirkan kondisi inflamasi lain yang dapat menyerupai fibromyalgia 4
- Dua pengukuran (optimal dengan jarak 2 minggu) harus dilakukan dan dirata-ratakan untuk hasil yang akurat 5
Pertimbangan Terapeutik
- Pasien fibromyalgia dengan CRP tinggi (>10 mg/L) dapat merespons injeksi betamethasone depot intramuskular untuk setidaknya 4 minggu 7
- Penurunan berat badan dan terapi yang ditujukan terhadap inflamasi mungkin bermanfaat pada pasien fibromyalgia dengan CRP tinggi 2
- Intervensi untuk meningkatkan aktivitas fisik dapat menurunkan CRP dan memperbaiki gejala 1
Peringatan Penting
- Jangan menggunakan CRP sebagai kriteria diagnostik tunggal untuk fibromyalgia atau untuk menyingkirkan diagnosis 1, 2
- Faktor non-patologis seperti usia, jenis kelamin, ras, merokok, diet, dan tidur mempengaruhi kadar CRP 5, 6
- Sekitar 20% nilai CRP >10 mg/L dapat dikaitkan dengan perilaku merokok dan faktor gaya hidup lainnya, bukan infeksi akut 5