Pendekatan Awal untuk Wanita dengan Hipertiroid Subklinis dan Amenorea
Konfirmasi diagnosis hipertiroid subklinis dengan mengulang pemeriksaan TSH, free T4, dan T3 dalam 2-4 minggu, kemudian evaluasi etiologi tiroid dan lakukan pemeriksaan hormonal ginekologi untuk menentukan penyebab amenorea. 1
Langkah 1: Konfirmasi Diagnosis Hipertiroid Subklinis
Ulangi pemeriksaan TSH bersama dengan free T4 dan total T3 atau free T3 dalam waktu 4 minggu untuk mengkonfirmasi diagnosis hipertiroid subklinis (TSH rendah dengan hormon tiroid normal). 1
Jika TSH <0.1 mIU/L, ulangi pemeriksaan lebih cepat (dalam 2 minggu) karena risiko komplikasi kardiovaskular lebih tinggi. 1
Jika TSH antara 0.1-0.45 mIU/L, ulangi dalam 3 bulan jika tidak ada gejala kardiak atau aritmia. 1
Langkah 2: Tentukan Etiologi Hipertiroid Subklinis
Lakukan radioactive iodine uptake dan scan untuk membedakan antara penyakit Graves, goiter nodular toksik, atau tiroiditis destruktif. 1, 2
Tiroiditis subakut ditandai dengan uptake radioaktif iodin yang rendah atau tidak ada, dan biasanya sembuh spontan tanpa memerlukan pengobatan definitif. 2
Periksa riwayat penggunaan obat-obatan yang mengandung iodin (seperti amiodaron) atau konsumsi levotiroksin berlebihan yang dapat menyebabkan supresi TSH iatrogenik. 3
Langkah 3: Evaluasi Hubungan Amenorea dengan Hipertiroid Subklinis
Meskipun pemeriksaan ginekologi normal, hipertiroid (bahkan subklinis) dapat menyebabkan gangguan menstruasi termasuk amenorea melalui gangguan aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. 1
Periksa hormon reproduksi: FSH, LH, estradiol, dan prolaktin untuk menyingkirkan penyebab amenorea lainnya seperti insufisiensi ovarium prematur atau hiperprolaktinemia. 1
Singkirkan kehamilan dengan pemeriksaan β-hCG, karena TSH rendah fisiologis dapat terjadi pada trimester pertama kehamilan. 3
Langkah 4: Tentukan Indikasi Pengobatan Hipertiroid Subklinis
Jika TSH <0.1 mIU/L (Hipertiroid Subklinis Berat):
Pertimbangkan pengobatan terutama jika pasien memiliki risiko tinggi untuk komplikasi kardiovaskular atau osteoporosis. 1, 4
Pengobatan direkomendasikan untuk wanita postmenopause karena risiko kehilangan densitas mineral tulang dan fraktur. 1
Pilihan pengobatan termasuk obat antitiroid dosis rendah (metimazol atau propiltiourasil) selama 6-12 bulan untuk menginduksi remisi. 5, 6
Jika TSH 0.1-0.45 mIU/L (Hipertiroid Subklinis Ringan):
Tidak direkomendasikan pengobatan rutin untuk TSH dalam rentang ini karena konsekuensi minimal. 1, 7
Monitor TSH setiap 3-12 bulan sampai TSH normal atau kondisi stabil. 1
Langkah 5: Manajemen Amenorea
Jika amenorea disebabkan oleh hipertiroid subklinis, normalisasi fungsi tiroid dapat mengembalikan siklus menstruasi normal. 1
Jika setelah normalisasi TSH amenorea tetap persisten, rujuk ke spesialis endokrinologi reproduksi untuk evaluasi lebih lanjut penyebab amenorea primer atau sekunder lainnya. 1
Peringatan Penting
Jangan mengobati hipertiroid subklinis berdasarkan gejala saja tanpa konfirmasi laboratorium berulang, karena supresi TSH transien dapat terjadi karena berbagai sebab non-tiroid. 3
Hindari overtreatment yang dapat menyebabkan hipotiroid iatrogenik, yang juga dapat memperburuk amenorea. 1
Pasien dengan goiter nodular memerlukan perhatian khusus karena dapat berkembang menjadi hipertiroid overt saat terpapar iodin berlebih (misalnya kontras radiografi). 1