What are the effects of melatonin, particularly in older adults with sleep disturbances and those with medical conditions such as epilepsy, diabetes, or dementia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 3, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Efek Melatonin

Melatonin memiliki efek utama dalam mengatur ritme sirkadian dan siklus tidur-bangun, tetapi efektivitas dan keamanannya sangat bergantung pada kondisi spesifik pasien—dengan bukti kuat mendukung penggunaannya pada gangguan fase tidur tertunda (DSWPD) dan gangguan ritme tidur-bangun 24 jam non-24 pada individu buta, namun harus dihindari pada lansia dengan demensia.

Mekanisme Kerja dan Efek Fisiologis

  • Melatonin adalah hormon utama yang mengontrol siklus tidur-bangun, diproduksi oleh kelenjar pineal terutama pada malam hari dengan puncak sekitar pukul 03:00 1
  • Melatonin bekerja dengan mengikat reseptor M1 dan M2, membantu menormalisasi ritme sirkadian yang terganggu 2
  • Hormon ini berfungsi sebagai "jarum jam" internal yang menyinkronkan siklus biologis, terutama siklus suhu tubuh dan tidur-bangun 1
  • Melatonin memodulasi aktivitas listrik neuron dengan mengurangi neurotransmisi glutamatergik dan meningkatkan neurotransmisi GABA-ergik 3
  • Melatonin dan metabolitnya bertindak sebagai penangkap radikal bebas dan antioksidan 3

Efek Terapeutik Berdasarkan Kondisi Spesifik

Kondisi dengan Rekomendasi Kuat (UNTUK)

  • Delayed Sleep-Wake Phase Disorder (DSWPD) pada dewasa: American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan dosis 3-5 mg yang diminum antara pukul 19:00-21:00 selama minimal 28 hari 4
  • DSWPD pada anak tanpa komorbiditas: Bukti berkualitas tinggi menunjukkan pengurangan latensi tidur awal sebesar 38-44 menit dengan dosis berbasis berat badan 0.15 mg/kg yang diberikan 1.5-2.0 jam sebelum waktu tidur biasa 4
  • DSWPD pada anak dengan komorbiditas psikiatri: Dosis 3 mg jika <40 kg atau 5 mg jika >40 kg, diberikan pada pukul 18:00-19:00 selama 4 minggu 4
  • Non-24-hour sleep-wake rhythm disorder pada individu buta: American Academy of Sleep Medicine menyarankan penggunaan melatonin untuk kondisi ini 4

Kondisi dengan Rekomendasi Lemah atau Tidak Diindikasikan

  • Insomnia primer pada dewasa: American Academy of Sleep Medicine memberikan rekomendasi lemah MENENTANG penggunaan melatonin, karena meta-analisis hanya menunjukkan efek minimal pada onset tidur, pemeliharaan, atau kualitas tidur 4
  • Irregular Sleep-Wake Rhythm Disorder (ISWRD) pada lansia dengan demensia: American Academy of Sleep Medicine memberikan rekomendasi LEMAH MENENTANG penggunaan melatonin karena tidak ada perbaikan dalam total waktu tidur dan adanya potensi bahaya 5, 6
  • Uji klinis berkualitas tinggi pada 25 pasien demensia (usia rata-rata 84.2 tahun) menggunakan melatonin slow-release 6 mg tidak menunjukkan perbedaan dalam total waktu tidur dibandingkan plasebo 5
  • Studi lain menggunakan 2.5 mg slow-release atau 10 mg immediate-release melatonin pada pasien Alzheimer juga gagal menunjukkan perbaikan dalam total waktu tidur 5, 6
  • Satu studi menunjukkan efek merugikan melatonin pada mood dan fungsi siang hari pada pasien demensia 5

Efek pada Epilepsi

  • Studi pilot menunjukkan melatonin (10 mg setiap malam) dapat menurunkan frekuensi kejang diurnal secara signifikan pada pasien dengan epilepsi intraktabel (P = 0.034) 7
  • Mayoritas data eksperimental menunjukkan sifat antikonvulsan melatonin, menghambat kejang audiogenik, elektrik, dan yang diinduksi oleh pentetrazol, pilokarpin, L-sistein, dan kainat 3
  • Namun, dosis tinggi yang diperlukan untuk menghambat kejang eksperimental dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan seperti gangguan kognitif dan motorik serta penurunan suhu tubuh 3
  • Peringatan penting: Melatonin dapat menginduksi abnormalitas EEG pada pasien dengan epilepsi lobus temporal dan meningkatkan aktivitas kejang pada anak dengan disabilitas neurologis 3
  • Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan epilepsi 4

Dosis dan Cara Pemberian

  • Mulai dengan dosis terendah yang efektif: 3 mg immediate-release untuk dewasa dengan DSWPD, titrasi dalam peningkatan 3 mg jika diperlukan (maksimum 15 mg) 2, 4
  • Waktu pemberian optimal: 1.5-2 jam sebelum waktu tidur yang diinginkan untuk efek maksimal 2
  • Dosis rendah (3 mg) seringkali lebih efektif daripada dosis tinggi (10 mg), karena dosis tinggi dapat menyebabkan desensitisasi atau saturasi reseptor 2, 4
  • Formulasi immediate-release lebih efektif daripada slow-release untuk onset tidur 4
  • Pilih formulasi yang terverifikasi United States Pharmacopeial Convention untuk dosis dan kemurnian yang lebih dapat diandalkan 2, 4

Efek Samping dan Pertimbangan Keamanan

  • Efek samping umum termasuk kantuk di siang hari, sakit kepala, dan efek terkait tidur lainnya 4
  • Tidak ada reaksi merugikan serius yang didokumentasikan di semua kelompok usia ketika digunakan pada dosis yang sesuai 4
  • Melatonin telah dikaitkan dengan gangguan toleransi glukosa pada wanita sehat setelah pemberian akut 2
  • Melatonin dapat menyebabkan hipotensi atau hipertensi pada dosis tinggi 2
  • Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang menggunakan warfarin karena potensi interaksi 4
  • Hindari pada lansia dengan demensia dan ISWRD karena rasio risiko-manfaat yang tidak menguntungkan 4
  • Data keamanan jangka panjang di luar beberapa bulan terbatas, dan American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan untuk tidak menggunakan jangka panjang untuk insomnia kronis 4

Peringatan Khusus untuk Populasi Rentan

Lansia dengan Demensia

  • American Academy of Sleep Medicine memberikan rekomendasi KUAT MENENTANG obat-obatan yang mempromosikan tidur pada pasien lansia dengan demensia dan ISWRD karena peningkatan risiko jatuh, penurunan kognitif, dan hasil merugikan lainnya yang secara substansial melebihi manfaat potensial 6
  • Pendekatan non-farmakologis harus diimplementasikan terlebih dahulu, termasuk terapi cahaya terang di pagi hari (2,500-5,000 lux selama 1-2 jam), aktivitas fisik dan sosial terstruktur, dan optimalisasi lingkungan tidur 5, 6

Anak dengan Gangguan Neurologis

  • Melatonin menunjukkan perbaikan dalam hasil kritis (total waktu tidur, latensi onset tidur) pada anak dengan autism spectrum disorder, meskipun interval kepercayaan melintasi ambang batas perubahan minimal yang signifikan secara klinis 5
  • Tingkat bukti untuk anak dengan gangguan neurologis adalah MODERAT 5

Pertimbangan Penting dalam Praktik Klinis

  • Melatonin diatur sebagai suplemen makanan di AS, menimbulkan kekhawatiran tentang kemurnian dan keandalan dosis yang dinyatakan 2
  • Melatonin harus digunakan sebagai bagian dari pendekatan kebersihan tidur yang komprehensif, bukan sebagai intervensi tunggal 2
  • Respons terhadap melatonin berkembang selama beberapa hari, bukan segera 8
  • Evaluasi respons setelah 1-2 minggu penggunaan yang konsisten 2
  • Tidak ada efek rebound, withdrawal, atau 'hangover' yang dilaporkan dengan formulasi prolonged-release 8

References

Research

[Melatonin and circadian rhythm].

Revue neurologique, 2001

Guideline

Melatonin Therapy for Sleep Disorders

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Melatonin in experimental seizures and epilepsy.

Pharmacological reports : PR, 2011

Guideline

Melatonin Therapy Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Sleep Disturbances in Elderly Patients with Dementia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.