Efek Melatonin
Melatonin memiliki efek utama dalam mengatur ritme sirkadian dan siklus tidur-bangun, tetapi efektivitas dan keamanannya sangat bergantung pada kondisi spesifik pasien—dengan bukti kuat mendukung penggunaannya pada gangguan fase tidur tertunda (DSWPD) dan gangguan ritme tidur-bangun 24 jam non-24 pada individu buta, namun harus dihindari pada lansia dengan demensia.
Mekanisme Kerja dan Efek Fisiologis
- Melatonin adalah hormon utama yang mengontrol siklus tidur-bangun, diproduksi oleh kelenjar pineal terutama pada malam hari dengan puncak sekitar pukul 03:00 1
- Melatonin bekerja dengan mengikat reseptor M1 dan M2, membantu menormalisasi ritme sirkadian yang terganggu 2
- Hormon ini berfungsi sebagai "jarum jam" internal yang menyinkronkan siklus biologis, terutama siklus suhu tubuh dan tidur-bangun 1
- Melatonin memodulasi aktivitas listrik neuron dengan mengurangi neurotransmisi glutamatergik dan meningkatkan neurotransmisi GABA-ergik 3
- Melatonin dan metabolitnya bertindak sebagai penangkap radikal bebas dan antioksidan 3
Efek Terapeutik Berdasarkan Kondisi Spesifik
Kondisi dengan Rekomendasi Kuat (UNTUK)
- Delayed Sleep-Wake Phase Disorder (DSWPD) pada dewasa: American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan dosis 3-5 mg yang diminum antara pukul 19:00-21:00 selama minimal 28 hari 4
- DSWPD pada anak tanpa komorbiditas: Bukti berkualitas tinggi menunjukkan pengurangan latensi tidur awal sebesar 38-44 menit dengan dosis berbasis berat badan 0.15 mg/kg yang diberikan 1.5-2.0 jam sebelum waktu tidur biasa 4
- DSWPD pada anak dengan komorbiditas psikiatri: Dosis 3 mg jika <40 kg atau 5 mg jika >40 kg, diberikan pada pukul 18:00-19:00 selama 4 minggu 4
- Non-24-hour sleep-wake rhythm disorder pada individu buta: American Academy of Sleep Medicine menyarankan penggunaan melatonin untuk kondisi ini 4
Kondisi dengan Rekomendasi Lemah atau Tidak Diindikasikan
- Insomnia primer pada dewasa: American Academy of Sleep Medicine memberikan rekomendasi lemah MENENTANG penggunaan melatonin, karena meta-analisis hanya menunjukkan efek minimal pada onset tidur, pemeliharaan, atau kualitas tidur 4
- Irregular Sleep-Wake Rhythm Disorder (ISWRD) pada lansia dengan demensia: American Academy of Sleep Medicine memberikan rekomendasi LEMAH MENENTANG penggunaan melatonin karena tidak ada perbaikan dalam total waktu tidur dan adanya potensi bahaya 5, 6
- Uji klinis berkualitas tinggi pada 25 pasien demensia (usia rata-rata 84.2 tahun) menggunakan melatonin slow-release 6 mg tidak menunjukkan perbedaan dalam total waktu tidur dibandingkan plasebo 5
- Studi lain menggunakan 2.5 mg slow-release atau 10 mg immediate-release melatonin pada pasien Alzheimer juga gagal menunjukkan perbaikan dalam total waktu tidur 5, 6
- Satu studi menunjukkan efek merugikan melatonin pada mood dan fungsi siang hari pada pasien demensia 5
Efek pada Epilepsi
- Studi pilot menunjukkan melatonin (10 mg setiap malam) dapat menurunkan frekuensi kejang diurnal secara signifikan pada pasien dengan epilepsi intraktabel (P = 0.034) 7
- Mayoritas data eksperimental menunjukkan sifat antikonvulsan melatonin, menghambat kejang audiogenik, elektrik, dan yang diinduksi oleh pentetrazol, pilokarpin, L-sistein, dan kainat 3
- Namun, dosis tinggi yang diperlukan untuk menghambat kejang eksperimental dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan seperti gangguan kognitif dan motorik serta penurunan suhu tubuh 3
- Peringatan penting: Melatonin dapat menginduksi abnormalitas EEG pada pasien dengan epilepsi lobus temporal dan meningkatkan aktivitas kejang pada anak dengan disabilitas neurologis 3
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan epilepsi 4
Dosis dan Cara Pemberian
- Mulai dengan dosis terendah yang efektif: 3 mg immediate-release untuk dewasa dengan DSWPD, titrasi dalam peningkatan 3 mg jika diperlukan (maksimum 15 mg) 2, 4
- Waktu pemberian optimal: 1.5-2 jam sebelum waktu tidur yang diinginkan untuk efek maksimal 2
- Dosis rendah (3 mg) seringkali lebih efektif daripada dosis tinggi (10 mg), karena dosis tinggi dapat menyebabkan desensitisasi atau saturasi reseptor 2, 4
- Formulasi immediate-release lebih efektif daripada slow-release untuk onset tidur 4
- Pilih formulasi yang terverifikasi United States Pharmacopeial Convention untuk dosis dan kemurnian yang lebih dapat diandalkan 2, 4
Efek Samping dan Pertimbangan Keamanan
- Efek samping umum termasuk kantuk di siang hari, sakit kepala, dan efek terkait tidur lainnya 4
- Tidak ada reaksi merugikan serius yang didokumentasikan di semua kelompok usia ketika digunakan pada dosis yang sesuai 4
- Melatonin telah dikaitkan dengan gangguan toleransi glukosa pada wanita sehat setelah pemberian akut 2
- Melatonin dapat menyebabkan hipotensi atau hipertensi pada dosis tinggi 2
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang menggunakan warfarin karena potensi interaksi 4
- Hindari pada lansia dengan demensia dan ISWRD karena rasio risiko-manfaat yang tidak menguntungkan 4
- Data keamanan jangka panjang di luar beberapa bulan terbatas, dan American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan untuk tidak menggunakan jangka panjang untuk insomnia kronis 4
Peringatan Khusus untuk Populasi Rentan
Lansia dengan Demensia
- American Academy of Sleep Medicine memberikan rekomendasi KUAT MENENTANG obat-obatan yang mempromosikan tidur pada pasien lansia dengan demensia dan ISWRD karena peningkatan risiko jatuh, penurunan kognitif, dan hasil merugikan lainnya yang secara substansial melebihi manfaat potensial 6
- Pendekatan non-farmakologis harus diimplementasikan terlebih dahulu, termasuk terapi cahaya terang di pagi hari (2,500-5,000 lux selama 1-2 jam), aktivitas fisik dan sosial terstruktur, dan optimalisasi lingkungan tidur 5, 6
Anak dengan Gangguan Neurologis
- Melatonin menunjukkan perbaikan dalam hasil kritis (total waktu tidur, latensi onset tidur) pada anak dengan autism spectrum disorder, meskipun interval kepercayaan melintasi ambang batas perubahan minimal yang signifikan secara klinis 5
- Tingkat bukti untuk anak dengan gangguan neurologis adalah MODERAT 5
Pertimbangan Penting dalam Praktik Klinis
- Melatonin diatur sebagai suplemen makanan di AS, menimbulkan kekhawatiran tentang kemurnian dan keandalan dosis yang dinyatakan 2
- Melatonin harus digunakan sebagai bagian dari pendekatan kebersihan tidur yang komprehensif, bukan sebagai intervensi tunggal 2
- Respons terhadap melatonin berkembang selama beberapa hari, bukan segera 8
- Evaluasi respons setelah 1-2 minggu penggunaan yang konsisten 2
- Tidak ada efek rebound, withdrawal, atau 'hangover' yang dilaporkan dengan formulasi prolonged-release 8