What is the more ideal option for a general audience, homemade food or manufactured food, in terms of nutritional content and health benefits?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 3, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Makanan Homemade vs Pabrikan: Rekomendasi Berdasarkan Bukti

Makanan homemade (buatan rumah) dari bahan segar dan minimal diproses adalah pilihan yang paling ideal untuk kesehatan jangka panjang, karena makanan pabrikan yang sangat diproses secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, penyakit kardiovaskular, diabetes, obesitas, dan mortalitas. 1

Mengapa Makanan Homemade Lebih Unggul

Risiko Kesehatan dari Makanan Pabrikan yang Sangat Diproses

Makanan pabrikan yang sangat diproses (ultra-processed foods) memiliki karakteristik berbahaya yang jelas:

  • Hingga 60% asupan energi harian di rumah tangga Amerika berasal dari makanan dan minuman yang sangat diproses, yang dikaitkan dengan hasil kesehatan buruk termasuk kanker 1
  • Makanan pabrikan cenderung tinggi lemak, gula tambahan, biji-bijian olahan, dan/atau natrium, yang semuanya meningkatkan risiko penyakit kronis 1
  • World Cancer Research Fund/American Institute for Cancer Research merekomendasikan membatasi konsumsi "fast foods" dan makanan pabrikan lain yang tinggi lemak jenuh, pati, atau gula tambahan karena hubungannya dengan berat badan dan risiko kanker 1

Kerugian Spesifik dari Pemrosesan Industri

Proses pembuatan makanan pabrikan menyebabkan:

  • Kehilangan nutrisi seperti serat, fenolik, mineral, asam lemak, vitamin, dan bioaktif lainnya 1
  • Peningkatan dosis dan kecepatan pencernaan pati dan gula yang meningkatkan beban glikemik 1
  • Penambahan faktor berbahaya seperti natrium, pengawet, lemak trans, amina aromatik heterosiklik, produk glikasi lanjut, dan senyawa lain 1

Keunggulan Makanan Homemade

Pedoman kesehatan internasional secara eksplisit merekomendasikan makanan buatan rumah dari bahan segar:

  • Pedoman diet Brasil (2014) menekankan diet berbasis tanaman dengan sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan, serta merekomendasikan memilih makanan segar dan buatan rumah daripada makanan sangat diproses dan fast food 1
  • Pedoman Qatar (2014) merekomendasikan: (1) Siapkan makanan dari bahan pokok dan makanan segar, (2) Batasi konsumsi produk makanan dan minuman siap konsumsi 1
  • European Society for Pediatric Gastroenterology merekomendasikan fokus pada persiapan bebas gluten alami buatan rumah termasuk minyak zaitun extra-virgin, susu, yogurt, makanan nabati, dan ikan kaya omega-3 2

Nuansa Penting yang Perlu Dipahami

Tidak Semua Pemrosesan Itu Buruk

Penting untuk membedakan spektrum pemrosesan makanan:

  • Beberapa jenis pemrosesan seperti mengupas, memotong, dan membekukan sayuran dan buah segar memiliki manfaat kesehatan penting yang meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan palatabilitas 1
  • Pemrosesan minimal (seperti tepung gandum utuh dan pasta) berbeda dengan makanan sangat diproses (seperti makanan penutup berbasis biji-bijian yang diproduksi secara industri, makanan siap saji, makanan ringan, minuman manis) 1

Fokus pada Jenis Makanan DAN Tingkat Pemrosesan

Pedoman Circulation (2016) memberikan perspektif seimbang:

  • Baik jenis makanan maupun pemrosesannya relevan - tidak cukup hanya fokus pada "alami" vs "diproses" 1
  • Beberapa makanan "alami" seperti telur, mentega, dan daging merah tidak diproses tidak terkait dengan hasil kardiometabolik yang lebih baik 1
  • Beberapa makanan kemasan atau diproses (seperti camilan kaya kacang dan buah, minyak sayur kaya fenolik dan tak jenuh ganda) justru meningkatkan kesehatan kardiometabolik 1

Rekomendasi Praktis untuk Implementasi

Prioritaskan Makanan Ini (Homemade dari Bahan Segar):

  • Sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, dan unggas 1
  • Makanan yang dimasak di rumah dari bahan pokok dan segar 1
  • Produk lokal, musiman, dan organik bila memungkinkan 1

Hindari atau Batasi Sangat Ketat:

  • Daging olahan (sosis, frankfurter, bacon) - risiko kanker kolon meningkat 23% dengan setiap porsi tambahan (hampir 2 ons) 1
  • Makanan sangat diproses: makanan penutup berbasis biji-bijian yang diproduksi secara industri, makanan siap saji, makanan ringan, minuman manis, permen 1
  • Makanan tinggi biji-bijian olahan, pati, gula tambahan, dan aditif berbahaya seperti natrium dan lemak trans 1

Peringatan Penting

Jebakan yang Harus Dihindari:

  • Jangan berasumsi semua makanan "alami" otomatis sehat - daging merah tidak diproses tetap meningkatkan risiko kanker kolon 22% per porsi 3 ons 1
  • Jangan mengabaikan manfaat pemrosesan minimal seperti pembekuan sayuran segar yang meningkatkan keamanan dan kenyamanan 1
  • Waspadai bahwa mayoritas lemak jenuh dalam diet sebenarnya berasal dari makanan pabrikan (pizza, makanan penutup, permen, keripik kentang, pasta, tortilla, burrito, taco) bukan dari makanan alami 1

Dampak Kesehatan Jangka Panjang:

Bukti epidemiologi menunjukkan bahwa populasi yang paling banyak mengonsumsi makanan ultra-processed menunjukkan prevalensi tertinggi penyakit kronis termasuk obesitas, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker 3, 4

Otoritas kesehatan masyarakat di Prancis dan negara lain sekarang merekomendasikan membatasi konsumsi produk-produk ini berdasarkan puluhan studi prospektif di seluruh dunia yang menunjukkan hubungan dengan risiko lebih tinggi penyakit kronis dan mortalitas 4

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Celiac Disease

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.