What are the management options for a pregnant woman with post-term pregnancy (beyond 42 weeks of gestation)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Kehamilan Post-Term (≥42 Minggu)

Induksi persalinan harus dilakukan pada semua kehamilan yang mencapai 42 minggu gestasi untuk mengurangi risiko kematian perinatal dan stillbirth. 1, 2

Definisi dan Risiko

Kehamilan post-term didefinisikan sebagai kehamilan yang mencapai atau melampaui 42 0/7 minggu gestasi dari hari pertama haid terakhir, sedangkan kehamilan late-term adalah 41 0/7 hingga 41 6/7 minggu gestasi 1, 2. Risiko komplikasi meningkat secara eksponensial setelah 42 minggu, termasuk:

  • Mortalitas janin dan stillbirth meningkat tajam setelah 40 minggu gestasi, dengan peningkatan eksponensial dimulai dari 42 minggu 1, 3
  • Admisi ke NICU meningkat signifikan 1
  • Aspirasi mekonium dan kematian neonatal menjadi risiko utama 4
  • Komplikasi maternal termasuk gangguan hipertensi dalam kehamilan 1

Verifikasi Usia Gestasi

Penentuan usia gestasi yang akurat di trimester pertama adalah esensial sebelum mendiagnosis kehamilan post-term 1, 2. Penyebab paling umum diagnosis post-term adalah kesalahan perhitungan usia kehamilan 5. Ultrasonografi yang dilakukan pada usia kehamilan aterm tidak dapat memprediksi usia gestasi secara akurat 4.

Rekomendasi Waktu Persalinan

Induksi pada 42 Minggu (Wajib)

American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan induksi persalinan pada semua pasien paling lambat 42 minggu gestasi 1, 2. Induksi sebelum 42 minggu terbukti:

  • Mengurangi mortalitas perinatal dan stillbirth dibandingkan manajemen ekspektan 1
  • Menurunkan risiko seksio sesarea dibandingkan menunggu hingga ≥42 minggu 1, 3
  • Mencegah komplikasi perinatal tanpa meningkatkan angka seksio sesarea 3

Pertimbangan Induksi pada 41 Minggu

Induksi persalinan pada 41 minggu gestasi mengurangi mortalitas perinatal dan stillbirth dibandingkan manajemen ekspektan atau induksi pada 42 minggu 1. Insiden stillbirth meningkat dari 39 minggu dengan peningkatan tajam setelah 40 minggu 3.

Induksi Elektif pada 39 Minggu (Pasien Nullipara Risiko Rendah)

ACOG menyarankan mempertimbangkan induksi elektif pada pasien nullipara risiko rendah mulai 39 0/7 minggu gestasi 1. Studi terbaru menunjukkan:

  • Penurunan angka seksio sesarea pada nullipara risiko rendah 1
  • Penurunan gangguan hipertensi dalam kehamilan 1

Pemantauan Antenatal

ACOG merekomendasikan pemantauan antenatal dimulai pada 41 minggu gestasi untuk mengurangi risiko morbiditas dan mortalitas perinatal 1, 2. Komponen pemantauan meliputi:

  • Evaluasi volume cairan amnion dengan ultrasonografi 4
  • Nonstress testing untuk menilai kesejahteraan janin 4
  • Penilaian pernapasan janin, tonus, dan gerakan janin 4
  • Pemantauan dilakukan setiap 1-2 minggu hingga persalinan 6

Metode Induksi Persalinan

Protokol Oksitosin (Metode Pilihan)

Infus intravena adalah satu-satunya metode yang dapat diterima untuk induksi atau stimulasi persalinan 7. Protokol pemberian:

  • Siapkan larutan: 10 unit oksitosin dalam 1000 mL larutan non-hidrasi (konsentrasi 10 mU/mL) 7
  • Dosis awal: 1-2 mU/menit 7
  • Tingkatkan bertahap maksimal 1-2 mU/menit hingga pola kontraksi menyerupai persalinan normal 7
  • Monitor ketat: denyut jantung janin, tonus uterus istirahat, frekuensi, durasi, dan kekuatan kontraksi 7
  • Hentikan segera jika terjadi hiperaktivitas uterus atau gawat janin 7

Pematangan Serviks

Penggunaan agen pematangan serviks harus dipertimbangkan pada pasien dengan serviks yang tidak favorable sebelum induksi 5.

Pencegahan Kehamilan Post-Term

Intervensi yang dapat mencegah kehamilan post-term:

  • Stripping atau sweeping membran 5
  • Hubungan seksual tanpa proteksi 5

Peringatan Penting

  • Jangan menunda induksi melampaui 42 minggu karena risiko stillbirth meningkat eksponensial 1, 3
  • Kekhawatiran tentang peningkatan angka seksio sesarea dengan induksi tidak terbukti - bukti menunjukkan induksi sebelum 42 minggu justru menurunkan angka seksio sesarea 1, 3
  • Obesitas, nulliparitas, dan riwayat post-term sebelumnya merupakan faktor risiko kehamilan post-term 5
  • Gunakan pompa infus atau alat kontrol yang akurat untuk pemberian oksitosin - kontrol laju infusi yang akurat adalah esensial untuk keamanan 7

References

Research

Management of Late-Term and Postterm Pregnancy.

American family physician, 2024

Research

Postterm pregnancy.

Facts, views & vision in ObGyn, 2012

Research

Assessment of the post-term pregnancy.

American family physician, 1996

Research

Postterm pregnancy: how can we improve outcomes?

Obstetrical & gynecological survey, 2008

Guideline

Manejo de la Primigestación Tardía

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.