Manajemen Kehamilan Post-Term (≥42 Minggu)
Induksi persalinan harus dilakukan pada semua kehamilan yang mencapai 42 minggu gestasi untuk mengurangi risiko kematian perinatal dan stillbirth. 1, 2
Definisi dan Risiko
Kehamilan post-term didefinisikan sebagai kehamilan yang mencapai atau melampaui 42 0/7 minggu gestasi dari hari pertama haid terakhir, sedangkan kehamilan late-term adalah 41 0/7 hingga 41 6/7 minggu gestasi 1, 2. Risiko komplikasi meningkat secara eksponensial setelah 42 minggu, termasuk:
- Mortalitas janin dan stillbirth meningkat tajam setelah 40 minggu gestasi, dengan peningkatan eksponensial dimulai dari 42 minggu 1, 3
- Admisi ke NICU meningkat signifikan 1
- Aspirasi mekonium dan kematian neonatal menjadi risiko utama 4
- Komplikasi maternal termasuk gangguan hipertensi dalam kehamilan 1
Verifikasi Usia Gestasi
Penentuan usia gestasi yang akurat di trimester pertama adalah esensial sebelum mendiagnosis kehamilan post-term 1, 2. Penyebab paling umum diagnosis post-term adalah kesalahan perhitungan usia kehamilan 5. Ultrasonografi yang dilakukan pada usia kehamilan aterm tidak dapat memprediksi usia gestasi secara akurat 4.
Rekomendasi Waktu Persalinan
Induksi pada 42 Minggu (Wajib)
American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan induksi persalinan pada semua pasien paling lambat 42 minggu gestasi 1, 2. Induksi sebelum 42 minggu terbukti:
- Mengurangi mortalitas perinatal dan stillbirth dibandingkan manajemen ekspektan 1
- Menurunkan risiko seksio sesarea dibandingkan menunggu hingga ≥42 minggu 1, 3
- Mencegah komplikasi perinatal tanpa meningkatkan angka seksio sesarea 3
Pertimbangan Induksi pada 41 Minggu
Induksi persalinan pada 41 minggu gestasi mengurangi mortalitas perinatal dan stillbirth dibandingkan manajemen ekspektan atau induksi pada 42 minggu 1. Insiden stillbirth meningkat dari 39 minggu dengan peningkatan tajam setelah 40 minggu 3.
Induksi Elektif pada 39 Minggu (Pasien Nullipara Risiko Rendah)
ACOG menyarankan mempertimbangkan induksi elektif pada pasien nullipara risiko rendah mulai 39 0/7 minggu gestasi 1. Studi terbaru menunjukkan:
- Penurunan angka seksio sesarea pada nullipara risiko rendah 1
- Penurunan gangguan hipertensi dalam kehamilan 1
Pemantauan Antenatal
ACOG merekomendasikan pemantauan antenatal dimulai pada 41 minggu gestasi untuk mengurangi risiko morbiditas dan mortalitas perinatal 1, 2. Komponen pemantauan meliputi:
- Evaluasi volume cairan amnion dengan ultrasonografi 4
- Nonstress testing untuk menilai kesejahteraan janin 4
- Penilaian pernapasan janin, tonus, dan gerakan janin 4
- Pemantauan dilakukan setiap 1-2 minggu hingga persalinan 6
Metode Induksi Persalinan
Protokol Oksitosin (Metode Pilihan)
Infus intravena adalah satu-satunya metode yang dapat diterima untuk induksi atau stimulasi persalinan 7. Protokol pemberian:
- Siapkan larutan: 10 unit oksitosin dalam 1000 mL larutan non-hidrasi (konsentrasi 10 mU/mL) 7
- Dosis awal: 1-2 mU/menit 7
- Tingkatkan bertahap maksimal 1-2 mU/menit hingga pola kontraksi menyerupai persalinan normal 7
- Monitor ketat: denyut jantung janin, tonus uterus istirahat, frekuensi, durasi, dan kekuatan kontraksi 7
- Hentikan segera jika terjadi hiperaktivitas uterus atau gawat janin 7
Pematangan Serviks
Penggunaan agen pematangan serviks harus dipertimbangkan pada pasien dengan serviks yang tidak favorable sebelum induksi 5.
Pencegahan Kehamilan Post-Term
Intervensi yang dapat mencegah kehamilan post-term:
Peringatan Penting
- Jangan menunda induksi melampaui 42 minggu karena risiko stillbirth meningkat eksponensial 1, 3
- Kekhawatiran tentang peningkatan angka seksio sesarea dengan induksi tidak terbukti - bukti menunjukkan induksi sebelum 42 minggu justru menurunkan angka seksio sesarea 1, 3
- Obesitas, nulliparitas, dan riwayat post-term sebelumnya merupakan faktor risiko kehamilan post-term 5
- Gunakan pompa infus atau alat kontrol yang akurat untuk pemberian oksitosin - kontrol laju infusi yang akurat adalah esensial untuk keamanan 7