Ya, Kehamilan Post-Term Dapat Meningkatkan Risiko Makrosomia
Kehamilan yang berlanjut melewati 38 minggu gestasi meningkatkan risiko makrosomia janin tanpa mengurangi angka seksio sesarea, sehingga persalinan pada minggu ke-38 direkomendasikan kecuali ada pertimbangan obstetrik lain. 1
Mekanisme dan Bukti Hubungan Post-Term dengan Makrosomia
Perpanjangan kehamilan melewati usia kehamilan cukup bulan secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan berat badan janin yang berlebihan:
Kehamilan yang berlanjut melewati 38 minggu secara spesifik meningkatkan angka bayi besar untuk usia kehamilan (large-for-gestational-age) tanpa memberikan manfaat pengurangan angka operasi caesar. 1
Postmaturitas (kehamilan lewat waktu) diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko maternal utama untuk makrosomia janin. 2
Kehamilan yang diperpanjang atau post-term merupakan faktor risiko independen untuk makrosomia dalam populasi yang diteliti. 3
Risiko Khusus pada Diabetes Gestasional
Kombinasi post-term dan diabetes gestasional menciptakan risiko yang sangat tinggi:
Pengawasan ketat diperlukan untuk kehamilan dengan risiko kematian janin, terutama ketika kadar glukosa puasa melebihi 105 mg/dl atau kehamilan berlanjut melewati cukup bulan. 1
Pada diabetes gestasional yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati, risiko makrosomia dapat mencapai 20%. 1
Risiko distosia bahu pada kehamilan dengan diabetes dan berat lahir >4.500 g berkisar 19,9-50%, dibandingkan 9,2-24% pada kehamilan non-diabetes. 1, 4
Rekomendasi Timing Persalinan Berdasarkan Pedoman
Untuk Diabetes Gestasional:
Persalinan pada minggu ke-38 gestasi direkomendasikan untuk mencegah makrosomia progresif, karena perpanjangan kehamilan melewati 38 minggu meningkatkan risiko makrosomia tanpa mengurangi angka seksio sesarea. 1
Tidak ada data yang mendukung persalinan sebelum 38 minggu pada diabetes gestasional tanpa bukti objektif komplikasi maternal atau janin. 1
Untuk Kehamilan Tanpa Diabetes:
Tidak ada bukti yang mendukung induksi persalinan dini pada pasien cukup bulan dengan suspek makrosomia janin. 1
Aman untuk melakukan percobaan persalinan pervaginam pada estimasi berat janin >4.000 g. 1
Pengawasan Intensif Post-40 Minggu
Jika kehamilan berlanjut melewati 40 minggu:
Wajar untuk mengintensifkan pengawasan janin ketika kehamilan berlanjut melewati 40 minggu gestasi, meskipun data tentang risiko morbiditas/mortalitas perinatal pada diabetes gestasional terkontrol baik tidak tersedia. 1
Ibu harus diajarkan memantau gerakan janin selama 8-10 minggu terakhir kehamilan dan segera melaporkan pengurangan persepsi gerakan janin. 1
Faktor Risiko Tambahan yang Memperberat
Risiko makrosomia pada post-term meningkat dengan adanya:
Obesitas maternal (berat ≥70 kg pada akhir kehamilan) merupakan faktor risiko independen untuk makrosomia. 3
Multiparitas dan riwayat bayi makrosomia sebelumnya meningkatkan risiko secara signifikan. 2, 3
Janin laki-laki memiliki risiko lebih tinggi menjadi makrosomia. 3
Peringatan Klinis Penting
Jangan Menunda Persalinan pada Diabetes Gestasional:
Kontrol glukosa postprandial antara 29-32 minggu gestasi paling kuat berkorelasi dengan makrosomia, menunjukkan pentingnya intervensi dini. 5
Hiperglikemia maternal meningkatkan sekresi insulin janin, dan hiperinsulinemia janin mempredisposisi makrosomia dengan efek jangka panjang termasuk resistensi insulin, obesitas, dan diabetes pada keturunan. 6, 7