What is Bell's palsy, its causes, symptoms, diagnosis, treatment, and prognosis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Bell's Palsy: Penjelasan Komprehensif

Definisi dan Patofisiologi

Bell's palsy adalah kelumpuhan akut saraf fasialis perifer unilateral yang didiagnosis hanya setelah semua penyebab medis lain disingkirkan, menjadikannya diagnosis eksklusi. 1, 2

Mekanisme Kerusakan Saraf

  • Kondisi ini terjadi akibat inflamasi dan edema saraf fasialis dalam kanal tulang temporal yang sempit, menyebabkan kompresi saraf yang mengakibatkan kerusakan sementara atau permanen 1, 3
  • Edema neural berkembang dalam 72 jam, menyebabkan kompresi mekanis yang mengganggu konduksi impuls saraf 1, 3
  • Etiologi viral dicurigai namun belum terbukti, dengan herpes simplex virus tipe 1 sebagai salah satu agen infeksius yang diusulkan 1, 4

Gejala Klinis

Manifestasi Motorik

  • Kelumpuhan atau paresis fasialis unilateral yang melibatkan dahi, berkembang dalam 1-3 hari dengan onset dalam 72 jam 2, 5, 4
  • Ketidakmampuan menutup kelopak mata (lagophthalmos) akibat paralisis otot orbicularis oculi, yang dapat menyebabkan cedera kornea 3
  • Inkompetensi oral dengan kesulitan makan dan minum akibat kelemahan otot perioral 3
  • Ketidakmampuan tersenyum simetris, dengan mulut hanya tertarik ke sisi yang tidak terkena 2
  • Drooping sudut mulut dan lipatan nasolabial yang menurun atau hilang 2

Manifestasi Sensorik dan Otonom

  • Gangguan atau kehilangan rasa pada dua pertiga anterior lidah melalui keterlibatan chorda tympani 2, 3
  • Mata atau mulut kering akibat gangguan serabut otonom yang menginervasi kelenjar lakrimal dan saliva 3
  • Hiperakusis (sensitivitas berlebihan terhadap suara) akibat paralisis otot stapedius 2, 3
  • Nyeri ipsilateral di sekitar telinga atau wajah sebagai gejala awal yang umum 2, 3

Faktor Risiko

  • Usia 15-45 tahun (insidensi puncak) 1, 3
  • Diabetes mellitus (meningkatkan risiko melalui mekanisme iskemik dan neuropatik) 1, 3
  • Infeksi saluran pernapasan atas (mendukung hipotesis viral) 1, 3
  • Kehamilan (terutama trimester ketiga) 1, 3
  • Sistem imun yang terganggu 1, 3

Diagnosis

Kriteria Diagnostik

Diagnosis Bell's palsy memerlukan onset cepat (<72 jam) kelemahan fasialis unilateral yang melibatkan dahi, tanpa abnormalitas neurologis lain. 2, 5

Diagnosis Diferensial yang Harus Disingkirkan

  • Stroke: Dibedakan dengan kelemahan fasialis sentral yang menghemat dahi, ditambah gejala neurologis lain seperti pusing, disfagia, diplopia, atau keterlibatan saraf kranial lain 1, 2
  • Tumor otak, tumor kelenjar parotis atau fossa infratemporal 1, 2
  • Kanker yang melibatkan saraf fasialis 1, 2
  • Penyakit infeksius: Herpes zoster (sindrom Ramsay Hunt), penyakit Lyme 1, 2
  • Penyakit sistemik: Sarkoidosis, sindrom Guillain-Barré (terutama jika bilateral) 1, 2
  • Trauma atau fraktur 1, 2

Pemeriksaan Penunjang

  • Pemeriksaan laboratorium rutin dan pencitraan tidak direkomendasikan untuk presentasi tipikal Bell's palsy 2
  • Pencitraan hanya jika gejala menetap >2 bulan atau presentasi atipikal 2
  • Pemeriksaan laboratorium hanya jika riwayat menunjukkan diagnosis alternatif spesifik (misalnya, tes untuk diabetes atau penyakit Lyme) 2, 5

Peringatan Klinis Penting

Bell's palsy bilateral sangat jarang dan harus segera menimbulkan kecurigaan untuk diagnosis alternatif seperti sindrom Guillain-Barré atau sarkoidosis, bukan Bell's palsy sejati. 1, 2, 3

Tatalaksana

Terapi Lini Pertama

Kortikosteroid oral harus segera diberikan untuk pasien dengan Bell's palsy, dengan regimen prednisolon 50 mg setiap hari selama 10 hari atau prednison 60 mg setiap hari selama 5 hari diikuti taper 5 hari. 2, 5

  • Bukti menunjukkan 83% pemulihan pada 3 bulan dengan prednisolon vs 63,6% dengan plasebo 2
  • Terapi harus dimulai dalam 3 hari onset gejala untuk hasil optimal 4

Terapi Kombinasi

  • Terapi kombinasi dengan antiviral oral dan steroid dapat memberikan manfaat kecil, dengan 96,5% pemulihan lengkap vs 89,7% dengan steroid saja 2
  • Antiviral yang direkomendasikan: valacyclovir 1 g tiga kali sehari selama 7 hari atau acyclovir 400 mg lima kali sehari selama 10 hari 5
  • Terapi dengan antiviral saja tidak efektif dan tidak direkomendasikan 5

Perlindungan Mata (Wajib)

Tindakan perlindungan mata harus segera diterapkan, termasuk tetes mata pelumas, salep oftalmik, dan taping atau patching mata untuk mencegah kerusakan kornea permanen. 2

Terapi yang Tidak Direkomendasikan

  • Terapi fisik tidak direkomendasikan karena tidak ada manfaat terbukti dibandingkan pemulihan spontan 2
  • Akupunktur tidak direkomendasikan karena bukti berkualitas buruk dan rasio manfaat-bahaya yang tidak pasti 2

Prognosis

Pemulihan Spontan

  • Lebih dari dua pertiga pasien dengan Bell's palsy tipikal mengalami pemulihan spontan lengkap 5
  • Untuk anak-anak dan wanita hamil, tingkat pemulihan lengkap mencapai 90% 5
  • Tanda-tanda pemulihan biasanya mulai muncul dalam 2-3 minggu setelah onset gejala 3
  • Gejala biasanya mencapai puncak dalam minggu pertama kemudian secara bertahap membaik selama 3 minggu hingga 3 bulan 4

Komplikasi Jangka Panjang

  • Sekitar 30% pasien mungkin mengalami kelemahan fasialis permanen dengan kontraktur otot 3
  • Synkinesis (pertumbuhan kembali serabut saraf fasialis yang salah arah yang bermanifestasi sebagai ko-kontraksi involunter otot fasialis tertentu) dapat terjadi 5

Indikasi Penilaian Ulang atau Rujukan Spesialis

Penilaian ulang wajib atau rujukan spesialis diperlukan untuk: 2

  • Temuan neurologis baru atau memburuk
  • Perkembangan gejala okular
  • Pemulihan fasialis tidak lengkap pada 3 bulan

Sistem Penilaian Keparahan

  • Sistem grading House-Brackmann direkomendasikan untuk menilai keparahan drooping fasialis, dengan enam tingkat disfungsi dari normal (Grade 1) hingga paralisis total (Grade 6) 2
  • Grade 3: Asimetri jelas namun tidak merusak penampilan, dengan sedikit atau tanpa gerakan dahi
  • Grade 4: Ketidakmampuan menutup mata sepenuhnya bahkan dengan usaha maksimal
  • Grade 5: Gerakan fasialis yang hampir tidak terlihat, asimetri terlihat saat istirahat
  • Grade 6: Kehilangan tonus fasialis total dengan asimetri mencolok dan tidak ada gerakan sama sekali 2

References

Guideline

Bell's Palsy Diagnosis and Exclusion Criteria

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Diagnostic Criteria and Exclusions for Bell's Palsy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Bell's Palsy Pathophysiology and Clinical Considerations

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Bell's palsy: diagnosis and management.

American family physician, 2007

Research

Bell Palsy: Rapid Evidence Review.

American family physician, 2023

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.