What is the pathomechanism by which Diabetes Mellitus (DM) can cause macrosomia in a pregnant woman?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Patomekanisme Diabetes Melitus Menyebabkan Makrosomia

Diabetes melitus pada kehamilan menyebabkan makrosomia melalui mekanisme hiperinsulinemia janin yang dipicu oleh hiperglikemia maternal, di mana glukosa maternal yang berlebihan melewati plasenta dan merangsang pankreas janin untuk memproduksi insulin berlebih, yang kemudian bertindak sebagai hormon pertumbuhan utama janin. 1

Mekanisme Patofisiologi Utama

Transfer Glukosa Transplasental

  • Glukosa maternal melewati plasenta secara bebas melalui difusi terfasilitasi, sementara insulin maternal tidak dapat melewati plasenta 2, 3
  • Ketika ibu mengalami hiperglikemia (kadar glukosa tinggi), janin juga terpapar kadar glukosa yang tinggi secara proporsional 1
  • Ambang batas glukosa untuk makrosomia dimulai pada kadar glukosa maternal rata-rata ≥130 mg/dL, dengan risiko makrosomia meningkat dua kali lipat pada kadar ini 4

Hiperinsulinemia Janin

  • Pankreas janin merespons hiperglikemia dengan memproduksi insulin dalam jumlah berlebihan 5, 6
  • Insulin janin bertindak sebagai hormon anabolik dan pertumbuhan utama, merangsang sintesis protein, lipogenesis, dan glikogenesis 5, 6
  • Hiperinsulinemia janin ini menyebabkan deposisi lemak berlebihan dan pertumbuhan jaringan yang berlebihan, terutama pada bahu, tubuh, dan organ internal 5

Hubungan dengan Kontrol Glikemik Maternal

  • Risiko makrosomia berkorelasi langsung dengan tingkat HbA1c maternal, dengan peningkatan risiko signifikan pada HbA1c ≥6.0% 7, 8
  • Studi meta-analisis menunjukkan risiko relatif 1.70 untuk bayi besar masa kehamilan (LGA) pada wanita dengan HbA1c tinggi dibandingkan nilai normal 7
  • Bahkan dengan kontrol glikemik yang baik (HbA1c <6.0%), prevalensi makrosomia tetap 14.9%, meningkat menjadi 28.1% pada HbA1c ≥6.0% 8

Faktor Kontributor Tambahan

Berat Badan Pra-Kehamilan

  • Indeks massa tubuh (IMT) pra-kehamilan ≥25 kg/m² meningkatkan risiko makrosomia sekitar tiga kali lipat, independen dari kontrol glukosa 4, 8
  • Wanita dengan overweight/obesitas memiliki tingkat makrosomia 24.6% dibandingkan 10.4% pada wanita dengan berat badan normal, meskipun kontrol HbA1c serupa 8

Dosis Insulin Maternal

  • Dosis insulin >80 unit/hari dikaitkan dengan peningkatan risiko makrosomia 1.5 kali lipat 4
  • Hal ini mencerminkan tingkat resistensi insulin maternal yang lebih berat dan kemungkinan hiperglikemia yang lebih sulit dikontrol 4

Hormon Laktogenik Plasenta

  • Hormon plasenta seperti human placental lactogen (hPL) dapat berkontribusi pada fungsi sel beta janin yang berlebihan 6
  • Kadar hPL yang sangat tinggi (19 μg/L) telah dikaitkan dengan makrosomia berat bahkan dengan kontrol glukosa yang adekuat 6

Konsekuensi Klinis

Komplikasi Neonatal

  • Hipoglikemia neonatal akibat hiperinsulinemia janin yang persisten setelah lahir ketika suplai glukosa maternal terhenti 5, 6
  • Hiperbilirubinemia neonatal, distres respiratorius, dan polisitemia 1, 5
  • Risiko trauma lahir termasuk distosia bahu, terutama jika berat janin >4500 gram 3

Implikasi Jangka Panjang

  • Peningkatan risiko obesitas dan diabetes melitus tipe 2 pada anak di kemudian hari 1
  • Risiko hipertensi pada keturunan 1

Peringatan Penting

Kontrol glikemik yang ketat saja tidak cukup untuk mencegah makrosomia pada batas yang dapat diterima (<10% bayi baru lahir), terutama pada wanita dengan overweight/obesitas pra-kehamilan. 8

  • Target HbA1c <6% selama kehamilan memberikan risiko terendah untuk makrosomia, persalinan prematur, dan preeklampsia 2
  • Pemantauan glukosa postprandial lebih penting daripada HbA1c saja, karena hiperglikemia postprandial adalah pendorong utama makrosomia 2, 3
  • Manajemen optimal memerlukan kombinasi kontrol glikemik ketat (glukosa puasa <95 mg/dL, 1 jam postprandial <140 mg/dL) dan optimalisasi berat badan pra-kehamilan 2, 3, 8

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Overt Diabetes in Pregnancy Diagnosis and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Gestational Diabetes Mellitus in Late Pregnancy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Glucose threshold for macrosomia in pregnancy complicated by diabetes.

American journal of obstetrics and gynecology, 1986

Research

Neonatal management of pregnancy complicated by diabetes.

JPMA. The Journal of the Pakistan Medical Association, 2016

Related Questions

What initial test should be ordered for a 16-week primigravida with a BMI of 35 at risk for gestational diabetes and fetal macrosomia?
What is the best initial management for a newborn with macrosomia (excessive birth weight) born to a mother with diabetes (Diabetes Mellitus), who develops mild tachypnea (rapid breathing) 6 hours after birth, but has normal vital signs?
What is the most likely neonatal complication in a pregnant individual at full term in labor with uncontrolled diabetes (diabetes mellitus)?
What is the treatment for gestational diabetes in a pregnant woman at 14 weeks gestation with an Hemoglobin A1c (HbA1c) of 6.7 and a weight of 75kg?
What is the best way for a patient recovering from stage 2 Colorectal Cancer (CRC) to get adequate protein?
Is it necessary to complete an Amphotericin B (antifungal medication) infusion in an adult patient with a fungal infection and potential Impaired renal function within 4 hours?
What is the evidence-based treatment for an 11-year-old child with anxiety and emotional dysregulation?
What is the appropriate dosage and administration of L-ornithine L-aspartate (L-ornithine L-aspartate) for an adult patient with potential impaired renal function and a possible diagnosis of hepatic encephalopathy?
Can an elderly female with a regular workout routine benefit from taking creatine (a dietary supplement) daily to improve muscle strength and endurance?
What is the best Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) for a patient with hyponatremia and sexual dysfunction?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.