Diagnosis Banding Kejang Demam pada Anak Usia 3 Bulan
Anak usia 3 bulan dengan kejang dan demam BUKAN kejang demam—ini adalah kejang dengan demam yang memerlukan evaluasi menyeluruh untuk infeksi sistem saraf pusat dan penyebab serius lainnya. 1
Mengapa Ini Bukan Kejang Demam
Kejang demam didefinisikan sebagai kejang yang terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun (atau 6-60 bulan) yang dipicu oleh demam tanpa infeksi sistem saraf pusat. 1 Anak usia 3 bulan berada di luar rentang usia ini dan memerlukan pendekatan diagnostik yang berbeda.
Diagnosis Banding Utama
1. Meningitis Bakterial
- Ini adalah prioritas utama yang harus disingkirkan karena dapat menyebabkan morbiditas neurologis permanen dan kematian jika terlambat didiagnosis. 1, 2
- Pada bayi <12 bulan, tanda meningismus mungkin tidak ada pada sepertiga kasus meningitis. 2
- Kejang merupakan tanda presentasi pada 1 dari 6 anak dengan meningitis. 2
2. Ensefalitis (termasuk Herpes Simplex Virus)
- Infeksi virus seperti HSV dapat memiliki konsekuensi yang menghancurkan pada kelompok usia ini. 1
- Dapat menyebabkan kejang dengan atau tanpa tanda meningeal yang jelas. 2
3. Sepsis dengan Kejang
- Infeksi bakterial serius dapat menyebabkan kejang tanpa infeksi SSP langsung. 3
- Bayi dapat tampak sakit sistemik dengan gangguan perilaku. 3
4. Gangguan Metabolik
- Hipoglikemia - harus diukur segera dengan strip glukosa oksidase pada setiap anak yang masih kejang atau tidak dapat dibangunkan. 1
- Ketidakseimbangan elektrolit (hiponatremia, hipokalsemia, hipomagnesemia). 2
5. Cedera Hipoksik-Iskemik
- Menyumbang 46-65% kejang neonatal, diikuti oleh perdarahan intrakranial dan stroke perinatal (10-12%). 4
- Pertimbangkan riwayat trauma lahir atau komplikasi perinatal. 1
6. Perdarahan Intrakranial
7. Epilepsi dengan Demam sebagai Pemicu
- Anak mungkin memiliki epilepsi yang belum terdiagnosis, dengan demam hanya memicu kekambuhan kejang. 2
8. Intoksikasi atau Keracunan
- Paparan obat atau toksin yang tidak disengaja. 2
Pendekatan Evaluasi Diagnostik
Evaluasi Segera (Wajib)
Pungsi Lumbal harus dilakukan pada bayi <12 bulan dengan kejang dan demam, kecuali kemungkinan infeksi SSP benar-benar dapat disingkirkan secara klinis. 1, 3
Indikasi MUTLAK pungsi lumbal: 1, 3
- Tanda meningismus klinis
- Anak sangat mengantuk atau mudah tersinggung
- Anak tampak sakit sistemik
- Gangguan perilaku
- Usia <12 bulan (hampir pasti) atau <18 bulan (mungkin)
Pemeriksaan Laboratorium Awal
- Glukosa darah (dengan strip glukosa oksidase) - SEGERA jika anak masih kejang atau tidak dapat dibangunkan. 1
- Kultur darah untuk mendeteksi bakteremia. 1
- Urinalisis dan kultur urin (infeksi saluran kemih dapat menyebabkan demam dan menurunkan ambang kejang). 1
- Elektrolit serum, kalsium, magnesium. 2
Neuroimaging
MRI kepala dengan diffusion-weighted imaging adalah modalitas paling sensitif untuk mendeteksi cedera hipoksik-iskemik dan malformasi kortikal. 4
CT kepala tanpa kontras memiliki peran terbatas tetapi spesifik: 1
- Deteksi lesi hemoragik pada bayi ensefalopati dengan riwayat trauma lahir, hematokrit rendah, atau koagulopati
- Kuantifikasi dan karakterisasi koleksi ekstra-aksial
- Harus dilakukan SEBELUM pungsi lumbal jika anak koma (risiko herniasi)
Kapan imaging diperlukan: 1
- Kejang berkepanjangan (>20 menit)
- Anak belum pulih sepenuhnya dalam 1 jam
- Defisit neurologis fokal pasca-iktal
- Kecurigaan trauma, ensefalitis, atau meningitis
EEG
- Tidak membantu setelah kejang tunggal untuk panduan pengobatan atau prognosis. 1
- Dapat berguna jika dicurigai epilepsi atau status epileptikus. 4
Peringatan Penting
Jangan Tunda Evaluasi
- Dokter yang memutuskan untuk tidak melakukan pungsi lumbal harus siap meninjau kembali keputusan dalam beberapa jam. 1
- Keterlambatan diagnosis meningitis dapat menyebabkan morbiditas neurologis serius dan bahkan kematian. 2
Evaluasi Ulang Dini
- Evaluasi klinis dini (setidaknya 4 jam setelah penilaian klinis pertama) dapat membantu, terutama pada bayi <12 bulan. 3
Pertimbangan Khusus
- Penggunaan antipiretik dalam 4 jam sebelumnya dapat menghasilkan suhu normal atau lebih rendah saat presentasi. 1
- Keberadaan infeksi virus tidak menyingkirkan koeksistensi infeksi bakterial. 1
Manajemen Awal
Jika kejang masih berlangsung saat dievaluasi:
- Posisikan anak miring, lindungi kepala dari cedera, singkirkan benda berbahaya. 4, 5
- Jangan pernah menahan atau memasukkan apapun ke dalam mulut. 4
- **Diazepam IV 0.2-0.5 mg/kg (maksimum 5 mg untuk usia <5 tahun) diberikan perlahan selama 2 menit** jika kejang berlangsung >5 menit. 5
- Lorazepam 0.05-0.1 mg/kg IV (maksimum 4 mg) adalah alternatif. 4
Rawat inap diperlukan untuk: 1
- Evaluasi lengkap infeksi SSP
- Observasi ketat
- Terapi antimikroba empiris jika dicurigai meningitis/sepsis sambil menunggu hasil kultur