What is the diagnosis and management approach for a 3-month-old infant presenting with febrile seizures?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 5, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Diagnosis Banding Kejang Demam pada Anak Usia 3 Bulan

Anak usia 3 bulan dengan kejang dan demam BUKAN kejang demam—ini adalah kejang dengan demam yang memerlukan evaluasi menyeluruh untuk infeksi sistem saraf pusat dan penyebab serius lainnya. 1

Mengapa Ini Bukan Kejang Demam

Kejang demam didefinisikan sebagai kejang yang terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun (atau 6-60 bulan) yang dipicu oleh demam tanpa infeksi sistem saraf pusat. 1 Anak usia 3 bulan berada di luar rentang usia ini dan memerlukan pendekatan diagnostik yang berbeda.

Diagnosis Banding Utama

1. Meningitis Bakterial

  • Ini adalah prioritas utama yang harus disingkirkan karena dapat menyebabkan morbiditas neurologis permanen dan kematian jika terlambat didiagnosis. 1, 2
  • Pada bayi <12 bulan, tanda meningismus mungkin tidak ada pada sepertiga kasus meningitis. 2
  • Kejang merupakan tanda presentasi pada 1 dari 6 anak dengan meningitis. 2

2. Ensefalitis (termasuk Herpes Simplex Virus)

  • Infeksi virus seperti HSV dapat memiliki konsekuensi yang menghancurkan pada kelompok usia ini. 1
  • Dapat menyebabkan kejang dengan atau tanpa tanda meningeal yang jelas. 2

3. Sepsis dengan Kejang

  • Infeksi bakterial serius dapat menyebabkan kejang tanpa infeksi SSP langsung. 3
  • Bayi dapat tampak sakit sistemik dengan gangguan perilaku. 3

4. Gangguan Metabolik

  • Hipoglikemia - harus diukur segera dengan strip glukosa oksidase pada setiap anak yang masih kejang atau tidak dapat dibangunkan. 1
  • Ketidakseimbangan elektrolit (hiponatremia, hipokalsemia, hipomagnesemia). 2

5. Cedera Hipoksik-Iskemik

  • Menyumbang 46-65% kejang neonatal, diikuti oleh perdarahan intrakranial dan stroke perinatal (10-12%). 4
  • Pertimbangkan riwayat trauma lahir atau komplikasi perinatal. 1

6. Perdarahan Intrakranial

  • Trauma kepala (termasuk kemungkinan child abuse). 1
  • Koagulopati atau hematokrit rendah. 1

7. Epilepsi dengan Demam sebagai Pemicu

  • Anak mungkin memiliki epilepsi yang belum terdiagnosis, dengan demam hanya memicu kekambuhan kejang. 2

8. Intoksikasi atau Keracunan

  • Paparan obat atau toksin yang tidak disengaja. 2

Pendekatan Evaluasi Diagnostik

Evaluasi Segera (Wajib)

Pungsi Lumbal harus dilakukan pada bayi <12 bulan dengan kejang dan demam, kecuali kemungkinan infeksi SSP benar-benar dapat disingkirkan secara klinis. 1, 3

Indikasi MUTLAK pungsi lumbal: 1, 3

  • Tanda meningismus klinis
  • Anak sangat mengantuk atau mudah tersinggung
  • Anak tampak sakit sistemik
  • Gangguan perilaku
  • Usia <12 bulan (hampir pasti) atau <18 bulan (mungkin)

Pemeriksaan Laboratorium Awal

  • Glukosa darah (dengan strip glukosa oksidase) - SEGERA jika anak masih kejang atau tidak dapat dibangunkan. 1
  • Kultur darah untuk mendeteksi bakteremia. 1
  • Urinalisis dan kultur urin (infeksi saluran kemih dapat menyebabkan demam dan menurunkan ambang kejang). 1
  • Elektrolit serum, kalsium, magnesium. 2

Neuroimaging

MRI kepala dengan diffusion-weighted imaging adalah modalitas paling sensitif untuk mendeteksi cedera hipoksik-iskemik dan malformasi kortikal. 4

CT kepala tanpa kontras memiliki peran terbatas tetapi spesifik: 1

  • Deteksi lesi hemoragik pada bayi ensefalopati dengan riwayat trauma lahir, hematokrit rendah, atau koagulopati
  • Kuantifikasi dan karakterisasi koleksi ekstra-aksial
  • Harus dilakukan SEBELUM pungsi lumbal jika anak koma (risiko herniasi)

Kapan imaging diperlukan: 1

  • Kejang berkepanjangan (>20 menit)
  • Anak belum pulih sepenuhnya dalam 1 jam
  • Defisit neurologis fokal pasca-iktal
  • Kecurigaan trauma, ensefalitis, atau meningitis

EEG

  • Tidak membantu setelah kejang tunggal untuk panduan pengobatan atau prognosis. 1
  • Dapat berguna jika dicurigai epilepsi atau status epileptikus. 4

Peringatan Penting

Jangan Tunda Evaluasi

  • Dokter yang memutuskan untuk tidak melakukan pungsi lumbal harus siap meninjau kembali keputusan dalam beberapa jam. 1
  • Keterlambatan diagnosis meningitis dapat menyebabkan morbiditas neurologis serius dan bahkan kematian. 2

Evaluasi Ulang Dini

  • Evaluasi klinis dini (setidaknya 4 jam setelah penilaian klinis pertama) dapat membantu, terutama pada bayi <12 bulan. 3

Pertimbangan Khusus

  • Penggunaan antipiretik dalam 4 jam sebelumnya dapat menghasilkan suhu normal atau lebih rendah saat presentasi. 1
  • Keberadaan infeksi virus tidak menyingkirkan koeksistensi infeksi bakterial. 1

Manajemen Awal

Jika kejang masih berlangsung saat dievaluasi:

  • Posisikan anak miring, lindungi kepala dari cedera, singkirkan benda berbahaya. 4, 5
  • Jangan pernah menahan atau memasukkan apapun ke dalam mulut. 4
  • **Diazepam IV 0.2-0.5 mg/kg (maksimum 5 mg untuk usia <5 tahun) diberikan perlahan selama 2 menit** jika kejang berlangsung >5 menit. 5
  • Lorazepam 0.05-0.1 mg/kg IV (maksimum 4 mg) adalah alternatif. 4

Rawat inap diperlukan untuk: 1

  • Evaluasi lengkap infeksi SSP
  • Observasi ketat
  • Terapi antimikroba empiris jika dicurigai meningitis/sepsis sambil menunggu hasil kultur

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

[Evaluating a child after a febrile seizure: Insights on three important issues].

Archives de pediatrie : organe officiel de la Societe francaise de pediatrie, 2017

Guideline

Pediatric Seizure Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

First-Line Treatment for Recurrent Seizures in Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.