What is a recommended chemotherapy regimen for a patient with adenocarcinoma of the esophagus?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 5, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Regimen Kemoterapi untuk Adenokarsinoma Esofagus

Untuk adenokarsinoma esofagus, regimen kemoterapi yang direkomendasikan bergantung pada stadium penyakit: untuk penyakit lokal yang dapat direseksi, gunakan kemoterapi perioperatif dengan ECF (epirubicin, cisplatin, fluorouracil) atau kemoradiasi preoperatif dengan cisplatin dan fluoropyrimidine; untuk penyakit metastatik atau lanjut lokal, gunakan regimen doublet berbasis platinum seperti fluoropyrimidine (fluorouracil atau capecitabine) dengan cisplatin atau oxaliplatin, dengan penambahan trastuzumab jika tumor HER2-positif. 1

Pendekatan Berdasarkan Stadium Penyakit

Penyakit Lokal yang Dapat Direseksi (Adenokarsinoma Esofagus Torakal atau EGJ)

Kemoradiasi Preoperatif (Pendekatan yang Diutamakan):

  • Cisplatin dengan fluoropyrimidine (5-FU atau capecitabine) - Kategori 1 1
  • Paclitaxel dengan carboplatin - Kategori 1 1
  • Oxaliplatin dengan fluoropyrimidine (5-FU atau capecitabine) 1

Kemoterapi Perioperatif (Alternatif untuk Adenokarsinoma):

  • ECF (epirubicin, cisplatin, fluorouracil) - Kategori 1, diberikan 3 siklus preoperatif dan 3 siklus postoperatif 1
  • Modifikasi ECF - Kategori 1: 1
    • Epirubicin, oxaliplatin, fluorouracil
    • Epirubicin, cisplatin, capecitabine
    • Epirubicin, oxaliplatin, capecitabine
  • Fluorouracil dengan cisplatin - Kategori 1 1

Kemoradiasi preoperatif adalah pendekatan yang diutamakan untuk adenokarsinoma esofagus torakal atau EGJ yang terlokalisir, sementara kemoterapi perioperatif merupakan pilihan alternatif 1. Data dari studi MAGIC dan FNCLCC/FFCD menunjukkan bahwa kemoterapi perioperatif dengan ECF meningkatkan survival 5 tahun secara signifikan (36% vs 23%, P=0.009) 1.

Penyakit Metastatik atau Lanjut Lokal (Terapi Lokal Tidak Diindikasikan)

Pertimbangan Penting:

  • Regimen doublet sitotoksik lebih diutamakan karena toksisitas lebih rendah 1
  • Regimen triplet sitotoksik hanya untuk pasien dengan kondisi medis fit, performance status baik, dan akses ke evaluasi toksisitas yang sering 1
  • Untuk adenokarsinoma metastatik, trastuzumab dapat ditambahkan ke kemoterapi jika tumor overekspresi HER2-neu 1

Terapi Lini Pertama - Regimen yang Diutamakan:

  • DCF (docetaxel, cisplatin, fluorouracil) - Kategori 1 1
  • ECF (epirubicin, cisplatin, fluorouracil) - Kategori 1 1
  • Fluorouracil dengan irinotecan - Kategori 1 1
  • Fluoropyrimidine (fluorouracil atau capecitabine) dengan cisplatin - Kategori 1 1
  • Fluoropyrimidine (fluorouracil atau capecitabine) dengan oxaliplatin 1

Penambahan Trastuzumab untuk Tumor HER2-Positif:

  • Kombinasi dengan cisplatin dan fluoropyrimidine - Kategori 1 untuk terapi lini pertama 1
  • Kombinasi dengan agen kemoterapi lain - Kategori 2B 1
  • Trastuzumab tidak direkomendasikan untuk digunakan dengan anthracyclines 1

Studi ToGA menunjukkan bahwa penambahan trastuzumab ke kemoterapi meningkatkan median overall survival secara signifikan (13.8 vs 11.0 bulan, P=0.046) pada pasien dengan adenokarsinoma gastrik dan EGJ yang HER2-positif 1. Namun, manfaat terbatas hanya pada pasien dengan skor tumor IHC 3+ atau IHC 2+ dan FISH-positif 1.

Terapi Lini Kedua - Regimen yang Diutamakan:

  • Ramucirumab dengan paclitaxel untuk adenokarsinoma - Kategori 1 untuk adenokarsinoma EGJ; Kategori 2A untuk adenokarsinoma esofagus 1
  • Docetaxel - Kategori 1 1
  • Paclitaxel - Kategori 1 1
  • Irinotecan - Kategori 1 1
  • Ramucirumab monoterapi untuk adenokarsinoma - Kategori 1 untuk adenokarsinoma EGJ; Kategori 2A untuk adenokarsinoma esofagus 1

Prinsip Pemilihan Regimen

Pertimbangan Klinis Utama:

  • Pilih regimen berdasarkan performance status, komorbiditas, dan profil toksisitas 1
  • Infusional fluorouracil dan capecitabine dapat digunakan secara bergantian tanpa mengurangi efikasi, dengan infusional fluorouracil lebih diutamakan daripada bolus fluorouracil 1
  • Cisplatin dan oxaliplatin dapat digunakan secara bergantian tergantung profil toksisitas 1

Perbandingan Regimen Berdasarkan Bukti:

DCF vs CF: Studi V325 menunjukkan DCF meningkatkan time to progression (5.6 vs 3.7 bulan, P<0.001) dan median OS (9.2 vs 8.6 bulan, P=0.02) dibandingkan CF, tetapi dengan toksisitas lebih tinggi 1. Regimen triplet ini harus dicadangkan untuk pasien yang fit secara medis 1.

Modifikasi ECF (REAL-2 Trial): Studi REAL-2 menunjukkan bahwa capecitabine dan oxaliplatin sama efektifnya dengan CF pada kanker esofagogastrik lanjut 1. Oxaliplatin dikaitkan dengan insiden neutropenia grade 3/4, alopecia, toksisitas renal, dan tromboembolisme yang lebih rendah dibandingkan cisplatin 1.

FOLFIRI vs ECF: Studi French Intergroup menunjukkan FOLFIRI memiliki median time to treatment failure yang lebih panjang (5.1 vs 4.2 bulan, P=0.008) dibandingkan ECF, dengan toksisitas lebih rendah dan tolerabilitas lebih baik, meskipun tidak ada perbedaan signifikan dalam PFS atau OS 1. FOLFIRI merupakan pilihan yang dapat diterima untuk terapi lini pertama 1.

Peringatan dan Pitfall yang Harus Dihindari

Toksisitas Regimen Triplet:

  • Jangan gunakan DCF pada pasien dengan performance status buruk atau akses terbatas ke evaluasi toksisitas 1
  • Dosis docetaxel 100 mg/m² pada pasien yang sebelumnya diobati dengan kemoterapi dikaitkan dengan peningkatan toksisitas hematologi, infeksi, dan mortalitas terkait pengobatan 2
  • Studi CTX (carboplatin, docetaxel, capecitabine) menunjukkan neutropenia febrile tinggi (31.4%) dan efikasi tidak memadai, sehingga tidak direkomendasikan 3

Pemilihan Pasien untuk Trastuzumab:

  • Hanya gunakan trastuzumab pada tumor dengan IHC 3+ atau IHC 2+ dan FISH-positif 1
  • Tidak ada manfaat survival signifikan pada pasien dengan tumor IHC 0 atau 1+ dan FISH-positif 1
  • Jangan kombinasikan trastuzumab dengan anthracyclines 1

Modifikasi Dosis:

  • Leucovorin diindikasikan dengan regimen berbasis fluorouracil tertentu 1
  • Modifikasi dosis dan jadwal obat sering diperlukan karena toksisitas yang diharapkan dan variabilitas pasien individual 1, 2
  • Pemberian agen antikanker memerlukan tim pelayanan kesehatan yang berpengalaman dalam penggunaan agen antikanker dan manajemen toksisitas terkait 1, 2

Pertimbangan Khusus:

  • Untuk pasien usia >65 tahun dengan kanker esofagogastrik metastatik, FLO (5-FU, leucovorin, oxaliplatin) menunjukkan response rate, time to treatment failure, PFS, dan OS yang superior dibandingkan FLP (5-FU, leucovorin, cisplatin) 1
  • Kemoterapi paliatif tidak diketahui memberikan keuntungan survival, tetapi dapat meningkatkan kualitas hidup pada pasien dengan kanker esofagus metastatik atau tidak dapat direseksi 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.