Terapi Ulkus Mooren dengan IgG Anti-Toxoplasma Positif
Ulkus Mooren dengan IgG anti-Toxoplasma positif memerlukan terapi imunosupresif sistemik untuk ulkus Mooren itu sendiri, sementara IgG positif saja tanpa bukti infeksi aktif toxoplasmosis tidak memerlukan terapi anti-parasit.
Interpretasi Serologi Toxoplasma
IgG anti-Toxoplasma positif menunjukkan paparan sebelumnya atau infeksi kronis, bukan infeksi aktif 1, 2. Untuk menentukan apakah ada infeksi toxoplasmosis aktif yang memerlukan pengobatan:
- IgG positif dengan IgM negatif: Menunjukkan infeksi kronis/lama, tidak memerlukan terapi anti-parasit 3
- IgG positif dengan IgM positif dan titer IgG meningkat: Menunjukkan infeksi akut yang memerlukan terapi 3
- Pada toxoplasmosis okular aktif, diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis retinitis nekrotikans dengan vitritis, bukan hanya serologi 4, 5
Pendekatan Terapi Berdasarkan Kondisi
Jika Hanya Ulkus Mooren (Tanpa Toxoplasmosis Okular Aktif)
Ulkus Mooren adalah kondisi inflamasi kornea perifer yang memerlukan:
- Imunosupresi sistemik sebagai terapi utama
- IgG anti-Toxoplasma positif dalam konteks ini kemungkinan besar merupakan temuan insidental
- Tidak ada indikasi untuk terapi anti-Toxoplasma jika tidak ada bukti infeksi aktif
Jika Ada Toxoplasmosis Okular Aktif Bersamaan
Jika pemeriksaan funduskopi menunjukkan retinitis toxoplasma aktif (lesi retina putih dengan vitritis):
Regimen terapi yang direkomendasikan 3, 2:
- Pyrimethamine: Dosis loading 2 mg/kg/hari selama 2 hari, kemudian 1 mg/kg/hari
- Sulfadiazine: 50 mg/kg/dosis dua kali sehari
- Leucovorin (asam folinat): 10-25 mg/hari untuk mencegah supresi sumsum tulang 3, 2
- Untuk pasien immunokompeten dengan infeksi akut: 2-4 minggu 3
- Untuk penyakit berat: hingga 6 minggu 6
Kortikosteroid 3:
- Dapat ditambahkan setelah 72 jam terapi anti-Toxoplasma dimulai
- Diindikasikan pada kasus korioretinitis berat 3
Monitoring Selama Terapi
Jika terapi anti-Toxoplasma diberikan 2:
- Pemeriksaan darah lengkap: Minimal setiap minggu saat dosis harian pyrimethamine, minimal bulanan saat dosis kurang dari harian 2
- Pemeriksaan oftalmologi: Serial untuk menilai respons terapi 3
Pertimbangan Khusus
Peringatan penting:
- Ulkus Mooren dan toxoplasmosis okular adalah dua kondisi berbeda dengan lokasi anatomis berbeda (kornea vs retina) 5
- Diagnosis toxoplasmosis okular memerlukan visualisasi lesi retina karakteristik, bukan hanya serologi positif 4, 5
- Pada kasus atipikal, PCR cairan intraokular dapat membantu konfirmasi diagnosis 6, 5, 7
Jika pasien immunocompromised (HIV dengan CD4 <100/µL) 2: