What is the treatment for a patient with Mooren's ulcer and positive IgG anti-Toxoplasma gondii (Toxo) antibodies?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 5, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi Ulkus Mooren dengan IgG Anti-Toxoplasma Positif

Ulkus Mooren dengan IgG anti-Toxoplasma positif memerlukan terapi imunosupresif sistemik untuk ulkus Mooren itu sendiri, sementara IgG positif saja tanpa bukti infeksi aktif toxoplasmosis tidak memerlukan terapi anti-parasit.

Interpretasi Serologi Toxoplasma

IgG anti-Toxoplasma positif menunjukkan paparan sebelumnya atau infeksi kronis, bukan infeksi aktif 1, 2. Untuk menentukan apakah ada infeksi toxoplasmosis aktif yang memerlukan pengobatan:

  • IgG positif dengan IgM negatif: Menunjukkan infeksi kronis/lama, tidak memerlukan terapi anti-parasit 3
  • IgG positif dengan IgM positif dan titer IgG meningkat: Menunjukkan infeksi akut yang memerlukan terapi 3
  • Pada toxoplasmosis okular aktif, diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis retinitis nekrotikans dengan vitritis, bukan hanya serologi 4, 5

Pendekatan Terapi Berdasarkan Kondisi

Jika Hanya Ulkus Mooren (Tanpa Toxoplasmosis Okular Aktif)

Ulkus Mooren adalah kondisi inflamasi kornea perifer yang memerlukan:

  • Imunosupresi sistemik sebagai terapi utama
  • IgG anti-Toxoplasma positif dalam konteks ini kemungkinan besar merupakan temuan insidental
  • Tidak ada indikasi untuk terapi anti-Toxoplasma jika tidak ada bukti infeksi aktif

Jika Ada Toxoplasmosis Okular Aktif Bersamaan

Jika pemeriksaan funduskopi menunjukkan retinitis toxoplasma aktif (lesi retina putih dengan vitritis):

Regimen terapi yang direkomendasikan 3, 2:

  • Pyrimethamine: Dosis loading 2 mg/kg/hari selama 2 hari, kemudian 1 mg/kg/hari
  • Sulfadiazine: 50 mg/kg/dosis dua kali sehari
  • Leucovorin (asam folinat): 10-25 mg/hari untuk mencegah supresi sumsum tulang 3, 2

Durasi terapi 3, 4:

  • Untuk pasien immunokompeten dengan infeksi akut: 2-4 minggu 3
  • Untuk penyakit berat: hingga 6 minggu 6

Kortikosteroid 3:

  • Dapat ditambahkan setelah 72 jam terapi anti-Toxoplasma dimulai
  • Diindikasikan pada kasus korioretinitis berat 3

Monitoring Selama Terapi

Jika terapi anti-Toxoplasma diberikan 2:

  • Pemeriksaan darah lengkap: Minimal setiap minggu saat dosis harian pyrimethamine, minimal bulanan saat dosis kurang dari harian 2
  • Pemeriksaan oftalmologi: Serial untuk menilai respons terapi 3

Pertimbangan Khusus

Peringatan penting:

  • Ulkus Mooren dan toxoplasmosis okular adalah dua kondisi berbeda dengan lokasi anatomis berbeda (kornea vs retina) 5
  • Diagnosis toxoplasmosis okular memerlukan visualisasi lesi retina karakteristik, bukan hanya serologi positif 4, 5
  • Pada kasus atipikal, PCR cairan intraokular dapat membantu konfirmasi diagnosis 6, 5, 7

Jika pasien immunocompromised (HIV dengan CD4 <100/µL) 2:

  • Pertimbangkan profilaksis dengan TMP-SMX setelah terapi selesai 2, 6
  • Durasi terapi mungkin perlu diperpanjang 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Toxoplasmosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Toxoplasmosis Diagnosis and Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Clinical features and treatment of ocular toxoplasmosis.

The Korean journal of parasitology, 2013

Research

Ocular toxoplasmosis II: clinical features, pathology and management.

Clinical & experimental ophthalmology, 2013

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.