Keamanan Salep Kloramfenikol untuk Bayi 7 Bulan
Salep kloramfenikol mata dapat digunakan untuk bayi 7 bulan dengan infeksi mata, tetapi hanya untuk infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri yang rentan terhadap kloramfenikol, dan ketika antibiotik lain yang lebih aman tidak efektif atau kontraindikasi. 1
Indikasi dan Batasan Penggunaan
- FDA menyatakan bahwa kloramfenikol hanya boleh digunakan untuk infeksi serius dimana obat yang kurang berbahaya tidak efektif atau kontraindikasi. 1
- Salep mata kloramfenikol 1% diindikasikan untuk infeksi permukaan mata yang melibatkan konjungtiva dan/atau kornea yang disebabkan oleh organisme yang rentan terhadap kloramfenikol. 1
- Obat ini efektif melawan Staphylococcus aureus, Streptococcus (termasuk S. pneumoniae), E. coli, Haemophilus influenzae, Klebsiella/Enterobacter, Moraxella lacunata, dan Neisseria species. 1
Risiko Keamanan pada Bayi
Toksisitas Sistemik
- CDC memperingatkan bahwa kloramfenikol berpotensi menyebabkan reaksi serius pada bayi, dan obat lain harus digunakan secara preferensial untuk ibu menyusui. 2
- Kloramfenikol dapat menyebabkan "grey baby syndrome" (sindrom bayi abu-abu), yang hanya terjadi pada anak yang menerima >200 mg/hari secara sistemik. 2
- Anemia aplastik adalah risiko teoritis yang diyakini tidak tergantung dosis, meskipun tidak ada kasus yang dilaporkan pada bayi dari ibu menyusui yang menerima kloramfenikol. 2
Penggunaan Topikal vs Sistemik
- Penggunaan topikal (salep mata) memiliki absorpsi sistemik yang jauh lebih rendah dibandingkan pemberian oral atau intravena. 3
- Toksisitas serius (grey baby syndrome, supresi sumsum tulang) terutama terkait dengan pemberian sistemik pada dosis tinggi, bukan penggunaan topikal. 3, 4, 5
Alternatif yang Lebih Aman
Untuk Konjungtivitis Bakterial Umum
- Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak dengan konjungtivitis infeksi akut di layanan primer akan sembuh sendiri tanpa antibiotik. 6
- Studi pada 326 anak usia 6 bulan-12 tahun menunjukkan 83% sembuh dengan plasebo dibandingkan 86% dengan kloramfenikol (perbedaan tidak signifikan). 6
Untuk Infeksi Spesifik
- Untuk konjungtivitis gonokokal pada neonatus, CDC merekomendasikan ceftriaxone 25-50 mg/kg IV atau IM dosis tunggal (maksimal 125 mg), bukan kloramfenikol. 7, 8
- Untuk konjungtivitis klamidia pada bayi, CDC merekomendasikan erythromycin base atau ethylsuccinate 50 mg/kg/hari oral dibagi 4 dosis selama 14 hari. 2, 7
- American Academy of Ophthalmology merekomendasikan erythromycin 0.5% salep mata sebagai profilaksis standar untuk ophthalmia neonatorum. 2
Rekomendasi Praktis
Kapan Mempertimbangkan Kloramfenikol
- Hanya jika kultur menunjukkan bakteri yang resisten terhadap antibiotik topikal lain yang lebih aman (seperti erythromycin, azithromycin). 1
- Jika ada infeksi serius yang mengancam penglihatan dan antibiotik lain tidak efektif. 1
Pemantauan Jika Digunakan
- Jika ibu menyusui harus diobati dengan kloramfenikol sistemik, CDC merekomendasikan pemantauan bayi untuk gangguan gastrointestinal, kecukupan menyusui, dan discrasia darah (menggunakan hitung darah lengkap dengan diferensial). 2
- Untuk penggunaan topikal pada bayi, pantau tanda-tanda iritasi lokal atau reaksi alergi. 1
Peringatan Penting
- Kloramfenikol tidak memberikan cakupan yang memadai terhadap Pseudomonas aeruginosa atau Serratia marcescens. 1
- Jika dicurigai infeksi gonokokal atau klamidia, harus dilakukan pemeriksaan untuk kedua patogen secara bersamaan karena koinfeksi sering terjadi. 7
- Penyalahgunaan seksual harus dipertimbangkan sebagai penyebab infeksi pada anak pra-pubertas. 7