Terapi yang Terbukti Mempercepat Penyembuhan Common Cold pada Anak
Untuk anak-anak dengan common cold, hanya madu (untuk usia >1 tahun), zinc sulfate, dan ekstrak Pelargonium sidoides yang terbukti mempercepat penyembuhan, sementara sebagian besar obat bebas tidak efektif dan bahkan berbahaya. 1, 2
Terapi yang TERBUKTI Efektif
Madu (Usia >1 Tahun)
- Madu adalah terapi lini pertama untuk batuk pada anak usia >1 tahun, memberikan perbaikan gejala lebih baik dibanding diphenhydramine atau placebo 1, 3, 2
- JANGAN PERNAH berikan madu pada bayi <12 bulan karena risiko botulisme infantil 1, 3
Zinc
- Zinc sulfate atau zinc gluconate lozenges dengan dosis ≥75 mg/hari dapat mengurangi durasi common cold secara signifikan jika dimulai dalam 24 jam onset gejala 4, 2
- Zinc sulfate juga mengurangi insidensi common cold sebagai profilaksis 2
Ekstrak Herbal Tertentu
- Pelargonium sidoides (ekstrak geranium) terbukti memperbaiki gejala common cold dan post-viral rhinosinusitis tanpa efek samping signifikan 4, 2
- Ekstrak Andrographis paniculata SHA-10 memiliki dampak signifikan pada gejala common cold 4
Terapi Suportif Lainnya
- Irigasi saline nasal dapat digunakan untuk mengurangi gejala 2, 5
- Acetylcysteine memiliki bukti efektivitas pada anak 5
- Salep topikal mengandung camphor, menthol, dan eucalyptus oil (vapor rub) dapat membantu 2, 5
Obat yang TIDAK Boleh Digunakan pada Anak
Obat Bebas (OTC) - HINDARI pada Anak <4-5 Tahun
- Antihistamin dan dekongestan TIDAK efektif pada anak dan berisiko morbiditas bahkan mortalitas 4, 1
- Kombinasi antihistamin-dekongestan tidak lebih baik dari placebo untuk mengurangi batuk akut pada anak 4
- FDA dan American Academy of Pediatrics melarang penggunaan obat batuk-pilek OTC pada anak <4 tahun karena tidak ada bukti efikasi dan potensi bahaya serius 1, 6
Obat Batuk Spesifik - TIDAK Efektif
- Dextromethorphan tidak lebih baik dari placebo untuk batuk nokturnal atau gangguan tidur pada anak 4, 3
- Codeine DIKONTRAINDIKASIKAN pada anak karena risiko komplikasi respirasi serius 1, 3
- Diphenhydramine tidak memberikan manfaat untuk batuk 4, 3
Antibiotik - TIDAK Indikasi
- Antibiotik TIDAK memberikan manfaat pada batuk akut terkait common cold 4, 1
- Antibiotik hanya untuk komplikasi bakterial (otitis media purulen, sinusitis bakterial, pneumonia), BUKAN untuk cold itu sendiri 1, 3
Kortikosteroid - TIDAK Indikasi
- Kortikosteroid tidak memberikan perbaikan simptomatik untuk common cold dan tidak direkomendasikan 7, 2
- Kortikosteroid sistemik tidak direkomendasikan untuk post-viral rhinosinusitis karena tidak ada manfaat dan potensi bahaya 7
Terapi Lain yang Tidak Efektif
- Echinacea: Sebagian besar produk tidak efektif, hanya beberapa memiliki manfaat lemah yang dipertanyakan relevansi klinisnya 4
- Produk homeopati: Tidak ada manfaat signifikan dibanding placebo 4
- Inhalasi uap: Tidak efektif 4
Vitamin C - Pertimbangan Individual
- Vitamin C dalam suplementasi reguler dapat mengurangi durasi dan keparahan gejala cold secara konsisten 4, 2
- Mengingat biaya rendah dan keamanan, dapat dicoba secara individual untuk melihat apakah bermanfaat 4
Kapan Harus Evaluasi Lebih Lanjut
Tanda Bahaya yang Memerlukan Penilaian Segera
- Distres respirasi: Laju napas >70x/menit (bayi) atau >50x/menit (anak lebih besar), grunting, retraksi interkostal 1
- Demam tinggi (≥38.5°C) persisten >3 hari 3
- Tidak ada perbaikan atau memburuk setelah 48 jam 1, 3
Indikasi Antibiotik (Hanya untuk Komplikasi Bakterial)
- Otitis media akut dengan gambaran purulen 1
- Sinusitis bakterial dengan discharge nasal purulen persisten 1, 3
- Pneumonia dengan konfirmasi klinis dan radiologis 1
Perawatan Suportif yang Direkomendasikan
- Asupan cairan adekuat untuk menjaga hidrasi 1
- Istirahat yang cukup 1
- Edukasi orangtua bahwa common cold adalah penyakit viral self-limited yang biasanya sembuh dalam 7-10 hari 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Meresepkan antibiotik atau obat OTC karena tekanan orangtua meskipun tidak ada bukti efikasi 1, 3
- Menggunakan pendekatan manajemen batuk dewasa pada pasien pediatrik 1, 3
- Gagal menilai ulang anak yang gejalanya menetap melampaui jangka waktu yang diharapkan 1, 3
- Gagal mengevaluasi dan mengatasi paparan asap rokok lingkungan, faktor risiko mayor untuk infeksi respirasi 1, 3