Terapi untuk Bayi Disentri Usia 2 Bulan
Bayi usia 2 bulan dengan disentri memerlukan rehidrasi segera sebagai prioritas utama, dilanjutkan dengan antibiotik empiris karena usia <3 bulan merupakan indikasi khusus untuk terapi antimikroba pada disentri.
Penilaian Awal dan Rehidrasi
Rehidrasi adalah prioritas absolut dan harus dimulai segera untuk mencegah mortalitas, bahkan sebelum hasil kultur tersedia 1.
Penilaian Status Dehidrasi
- Evaluasi tanda klinis: turgor kulit, membran mukosa, status mental, nadi, dan waktu pengisian kapiler 2
- Kategorikan dehidrasi: ringan (3-5% defisit), sedang (6-9% defisit), atau berat (≥10% defisit dengan syok) 2
- Penurunan berat badan adalah indeks klinis utama derajat dehidrasi 3
Protokol Rehidrasi Berdasarkan Derajat Dehidrasi
Dehidrasi Ringan-Sedang:
- Berikan oralit (ORS osmolaritas rendah) sebagai terapi lini pertama 1, 2
- Dosis: 50-100 mL/kg selama 2-4 jam 2
- Untuk bayi yang tidak dapat minum tetapi tidak syok: gunakan selang nasogastrik dengan kecepatan 15 mL/kg/jam 4, 1
- Berikan dalam volume kecil dan sering jika muntah (misalnya 5 mL setiap menit dengan sendok atau spuit) 4
Dehidrasi Berat atau Syok:
- Mulai rehidrasi intravena segera dengan Ringer Laktat atau NaCl 0,9% 1, 2
- Berikan bolus 20 mL/kg sampai nadi, perfusi, dan status mental normal 4
- Setelah stabil, lanjutkan defisit yang tersisa dengan ORS 1
Penggantian Kehilangan Cairan Berkelanjutan
- Ganti setiap tinja cair dengan 10 mL/kg ORS 4, 2
- Ganti setiap episode muntah dengan 2 mL/kg ORS 4, 2
- Evaluasi ulang status hidrasi setiap 3-4 jam 4
Terapi Antimikroba
Bayi <3 bulan dengan disentri merupakan indikasi khusus untuk terapi antibiotik empiris, berbeda dengan anak yang lebih besar 4, 1.
Pilihan Antibiotik untuk Bayi <3 Bulan
- Sefalosporin generasi ketiga adalah pilihan utama untuk bayi <3 bulan 4
- Azitromisin dapat dipertimbangkan tergantung pola resistensi lokal 4, 1
- Jangan gunakan fluorokuinolon pada bayi karena kontraindikasi usia 4
Prinsip Penting Terapi Antimikroba
- Hindari antibiotik jika dicurigai STEC O157 atau STEC penghasil Shiga toksin 2 karena risiko sindrom uremik hemolitik 4, 1
- Kultur tinja harus dilakukan untuk memandu terapi 1
- Modifikasi atau hentikan antibiotik setelah organisme spesifik teridentifikasi 4
Manajemen Nutrisi
Jangan tunda pemberian makan—tidak ada justifikasi untuk "mengistirahatkan usus" melalui puasa 1, 2.
Protokol Pemberian Makan
- Lanjutkan ASI sepanjang episode diare tanpa henti 4, 1, 2
- Untuk bayi yang tidak mendapat ASI: berikan susu formula kekuatan penuh segera setelah rehidrasi 4
- Ibu harus menyusui sesuai permintaan bayi 4
- Jika bayi <12 bulan tidak mendapat ASI, berikan 100-200 mL air bersih sebelum melanjutkan ORS 4
Pertimbangan Intoleransi Laktosa
- Intoleransi laktosa sejati jarang terjadi (hanya 5-10% kasus) 5
- Diagnosis intoleransi laktosa ditegakkan jika diare memburuk secara klinis saat pemberian makanan mengandung laktosa, bukan hanya berdasarkan pH tinja atau zat pereduksi 4
- Susu formula bebas laktosa hanya untuk diare berat, persisten, atau berulang 5
Obat yang Harus Dihindari
Jangan berikan obat-obatan berikut pada bayi dengan disentri:
- Obat antimotilitas (loperamid) dikontraindikasikan pada anak <18 tahun dengan disentri 1
- Obat antidiare nonspesifik tidak mencegah dehidrasi 3
- Stimulan, steroid, dan purgatif dapat menghasilkan efek merugikan 4
Indikasi Rawat Inap
Bayi <3 bulan dengan disentri harus dipertimbangkan untuk rawat inap karena:
- Usia <3 bulan adalah faktor risiko tinggi 6
- Dehidrasi berat 6
- Muntah persisten 6
- Tampilan toksik atau dicurigai abdomen bedah 6
Peringatan Khusus untuk Bayi Usia 2 Bulan
- Usia 2 bulan menempatkan bayi pada risiko tinggi mortalitas dan morbiditas dari disentri 4
- Pemantauan ketat diperlukan karena dehidrasi dapat terjadi sangat cepat pada bayi 3
- Evaluasi ulang keseimbangan cairan, elektrolit, dan status nutrisi secara berkala 4
- Kolaborasi dengan otoritas kesehatan setempat untuk kebijakan pengendalian infeksi 4