Etiologi Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik disebabkan oleh kombinasi kerusakan tuba yang menghambat transportasi embrio dan perubahan lingkungan tuba yang memungkinkan implantasi dini terjadi di luar kavum uteri. 1
Faktor Risiko Tertinggi (Kerusakan Tuba dan Gangguan Transportasi Embrio)
Riwayat Operasi Tuba
- Operasi tuba, termasuk sterilisasi, membawa risiko tertinggi untuk kehamilan ektopik. 2, 3
- Kerusakan struktural dari prosedur bedah mengganggu mekanisme transportasi embrio normal melalui tuba falopi. 3
Penyakit Radang Panggul (PID) dan Salpingitis
- Salpingitis meningkatkan risiko dua kali lipat dengan setiap episode berulang karena oklusi tuba progresif. 2, 3
- Infeksi Chlamydia trachomatis merupakan penyebab utama PID yang berkaitan dengan kehamilan ektopik. 2, 4
- Banyak wanita dengan infertilitas faktor tuba memiliki riwayat salpingitis yang tidak terdeteksi karena gejala tidak spesifik atau tidak ada. 2
- Diperkirakan 8-30% wanita dengan infeksi klamidia mengalami salpingitis, dan 10% dari mereka yang hamil akan mengalami kehamilan ektopik. 2
Kehamilan Ektopik Sebelumnya
- Riwayat kehamilan ektopik menciptakan peningkatan risiko signifikan (10-20%, dengan sebagian besar studi melaporkan 13-29%) karena efek manajemen bedah atau persistensi faktor risiko asli. 2, 3, 5, 6
- Risiko kumulatif ini menetap karena kerusakan tuba dari kehamilan ektopik awal atau pengobatannya. 6
Faktor Risiko Penting Lainnya
Teknologi Reproduksi Berbantu (ART)
- Fertilisasi in vitro (IVF) dan induksi ovulasi telah menjadi faktor risiko yang semakin penting. 3
- Bahkan dengan IVF, faktor tuba (salpingitis sebelumnya, operasi tuba, kehamilan ektopik sebelumnya) tetap menjadi faktor risiko mendasar yang paling penting. 3
- Kehamilan heterotopik (intrauterin dan ektopik simultan) meningkat dari 1 dalam 30.000 (0,003%) pada kehamilan spontan menjadi 1 dalam 1.000-3.900 (0,03-0,1%) pada pasien yang menjalani ART. 3
- Risiko heterotopik meningkat dengan jumlah embrio yang ditransfer dan stimulasi ovarium yang lebih besar. 3
Merokok
- Merokok merupakan faktor risiko maternal yang teridentifikasi untuk kehamilan ektopik. 7, 4
- Merokok mempengaruhi fisiologi tuba falopi, meskipun konsekuensi fungsional spesifiknya memerlukan penelitian lebih lanjut. 1
Endometriosis
- Endometriosis diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko maternal untuk kehamilan ektopik. 4
Patofisiologi Mendasar
Bukti saat ini mendukung hipotesis bahwa kehamilan ektopik tuba disebabkan oleh kombinasi: 1
- Retensi embrio dalam tuba falopi akibat gangguan transportasi embrio-tuba. 1
- Perubahan lingkungan tuba yang memungkinkan implantasi dini terjadi di lokasi abnormal. 1
Signifikansi Klinis
Mortalitas dan Morbiditas
- Kehamilan ektopik tetap menjadi penyebab paling umum kematian maternal dan morbiditas serius pada trimester pertama kehamilan. 2, 3
- Kehamilan ektopik yang ruptur menyumbang 9% dari kematian terkait kehamilan dan 2,7% dari kematian terkait kehamilan di Amerika Serikat. 2, 3, 7
Komplikasi Jangka Panjang dari PID yang Tidak Terdeteksi
- Sekitar 17% wanita yang diobati untuk PID akan menjadi infertil. 2
- Proporsi yang sama akan mengalami nyeri panggul kronis. 2
- 10% yang hamil akan mengalami kehamilan ektopik. 2
- Banyak wanita dengan infertilitas faktor tuba tidak melaporkan riwayat salpingitis karena gejala tidak ada atau tidak spesifik. 2
Peringatan Penting
- Identifikasi kehamilan intrauterin (IUP) pada USG hampir sepenuhnya menyingkirkan kehamilan ektopik bersamaan pada wanita dengan kehamilan spontan, tetapi adneksa tetap harus dievaluasi secara rutin. 2
- Pada pasien yang menjalani ART, risiko kehamilan heterotopik meningkat secara dramatis, sehingga visualisasi IUP tidak menyingkirkan kehamilan ektopik bersamaan. 2, 3
- Infeksi klamidia sering tidak menimbulkan gejala pada wanita, membuat pencegahan infeksi menjadi cara paling efektif untuk mencegah sekuele. 2