What is the etiology of ectopic pregnancy, particularly in women with a history of pelvic inflammatory disease (PID), endometriosis, or previous tubal surgery, and what are the risk factors and demographics associated with this condition?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 7, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Etiologi Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik disebabkan oleh kombinasi kerusakan tuba yang menghambat transportasi embrio dan perubahan lingkungan tuba yang memungkinkan implantasi dini terjadi di luar kavum uteri. 1

Faktor Risiko Tertinggi (Kerusakan Tuba dan Gangguan Transportasi Embrio)

Riwayat Operasi Tuba

  • Operasi tuba, termasuk sterilisasi, membawa risiko tertinggi untuk kehamilan ektopik. 2, 3
  • Kerusakan struktural dari prosedur bedah mengganggu mekanisme transportasi embrio normal melalui tuba falopi. 3

Penyakit Radang Panggul (PID) dan Salpingitis

  • Salpingitis meningkatkan risiko dua kali lipat dengan setiap episode berulang karena oklusi tuba progresif. 2, 3
  • Infeksi Chlamydia trachomatis merupakan penyebab utama PID yang berkaitan dengan kehamilan ektopik. 2, 4
  • Banyak wanita dengan infertilitas faktor tuba memiliki riwayat salpingitis yang tidak terdeteksi karena gejala tidak spesifik atau tidak ada. 2
  • Diperkirakan 8-30% wanita dengan infeksi klamidia mengalami salpingitis, dan 10% dari mereka yang hamil akan mengalami kehamilan ektopik. 2

Kehamilan Ektopik Sebelumnya

  • Riwayat kehamilan ektopik menciptakan peningkatan risiko signifikan (10-20%, dengan sebagian besar studi melaporkan 13-29%) karena efek manajemen bedah atau persistensi faktor risiko asli. 2, 3, 5, 6
  • Risiko kumulatif ini menetap karena kerusakan tuba dari kehamilan ektopik awal atau pengobatannya. 6

Faktor Risiko Penting Lainnya

Teknologi Reproduksi Berbantu (ART)

  • Fertilisasi in vitro (IVF) dan induksi ovulasi telah menjadi faktor risiko yang semakin penting. 3
  • Bahkan dengan IVF, faktor tuba (salpingitis sebelumnya, operasi tuba, kehamilan ektopik sebelumnya) tetap menjadi faktor risiko mendasar yang paling penting. 3
  • Kehamilan heterotopik (intrauterin dan ektopik simultan) meningkat dari 1 dalam 30.000 (0,003%) pada kehamilan spontan menjadi 1 dalam 1.000-3.900 (0,03-0,1%) pada pasien yang menjalani ART. 3
  • Risiko heterotopik meningkat dengan jumlah embrio yang ditransfer dan stimulasi ovarium yang lebih besar. 3

Merokok

  • Merokok merupakan faktor risiko maternal yang teridentifikasi untuk kehamilan ektopik. 7, 4
  • Merokok mempengaruhi fisiologi tuba falopi, meskipun konsekuensi fungsional spesifiknya memerlukan penelitian lebih lanjut. 1

Endometriosis

  • Endometriosis diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko maternal untuk kehamilan ektopik. 4

Patofisiologi Mendasar

Bukti saat ini mendukung hipotesis bahwa kehamilan ektopik tuba disebabkan oleh kombinasi: 1

  • Retensi embrio dalam tuba falopi akibat gangguan transportasi embrio-tuba. 1
  • Perubahan lingkungan tuba yang memungkinkan implantasi dini terjadi di lokasi abnormal. 1

Signifikansi Klinis

Mortalitas dan Morbiditas

  • Kehamilan ektopik tetap menjadi penyebab paling umum kematian maternal dan morbiditas serius pada trimester pertama kehamilan. 2, 3
  • Kehamilan ektopik yang ruptur menyumbang 9% dari kematian terkait kehamilan dan 2,7% dari kematian terkait kehamilan di Amerika Serikat. 2, 3, 7

Komplikasi Jangka Panjang dari PID yang Tidak Terdeteksi

  • Sekitar 17% wanita yang diobati untuk PID akan menjadi infertil. 2
  • Proporsi yang sama akan mengalami nyeri panggul kronis. 2
  • 10% yang hamil akan mengalami kehamilan ektopik. 2
  • Banyak wanita dengan infertilitas faktor tuba tidak melaporkan riwayat salpingitis karena gejala tidak ada atau tidak spesifik. 2

Peringatan Penting

  • Identifikasi kehamilan intrauterin (IUP) pada USG hampir sepenuhnya menyingkirkan kehamilan ektopik bersamaan pada wanita dengan kehamilan spontan, tetapi adneksa tetap harus dievaluasi secara rutin. 2
  • Pada pasien yang menjalani ART, risiko kehamilan heterotopik meningkat secara dramatis, sehingga visualisasi IUP tidak menyingkirkan kehamilan ektopik bersamaan. 2, 3
  • Infeksi klamidia sering tidak menimbulkan gejala pada wanita, membuat pencegahan infeksi menjadi cara paling efektif untuk mencegah sekuele. 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Ectopic Pregnancy Risk Factors

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Ectopic pregnancy: a review.

Archives of gynecology and obstetrics, 2013

Guideline

Risk of Recurrent Ectopic Pregnancy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Risk of Recurrent Ectopic Pregnancy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Ectopic Pregnancy: Diagnosis and Management.

American family physician, 2020

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.