Kerontokan Rambut Normal pada Remaja Laki-Laki
Kerontokan rambut normal pada remaja laki-laki adalah sekitar 50-100 helai per hari, dan ini merupakan bagian dari siklus pertumbuhan rambut yang alami. 1, 2
Karakteristik Kerontokan Normal
- Rambut manusia mengalami siklus pertumbuhan yang terdiri dari fase anagen (pertumbuhan aktif), telogen (istirahat), dan fase rontok, dengan sekitar 85-90% rambut berada dalam fase pertumbuhan pada waktu tertentu 1
- Kerontokan 50-100 helai rambut per hari dianggap fisiologis dan tidak menyebabkan penipisan rambut yang terlihat karena digantikan oleh pertumbuhan rambut baru 1, 2
- Rambut yang rontok biasanya tersebar merata di seluruh kulit kepala, bukan dalam pola tertentu atau area yang botak 1
Tanda-Tanda yang Memerlukan Perhatian Medis
Remaja laki-laki harus mencari evaluasi medis jika mengalami kerontokan rambut yang melebihi pola normal berikut:
- Kerontokan rambut berbentuk bercak bulat atau oval - ini merupakan tanda khas alopecia areata, bukan kerontokan normal 3, 1
- Penipisan rambut progresif di area mahkota atau garis rambut yang mundur - dapat mengindikasikan androgenetic alopecia yang dapat dimulai setelah pubertas 4, 5
- Kerontokan mendadak dan masif - lebih dari 100-150 helai per hari menunjukkan telogen effluvium yang dipicu oleh stres, penyakit, atau defisiensi nutrisi 1, 2
- Adanya "exclamation mark hairs" (rambut pendek patah di tepi area botak) - ini patognomonik untuk alopecia areata 1, 6
Penyebab Kerontokan Abnormal pada Remaja
- Alopecia areata adalah kondisi autoimun yang menyerang folikel rambut, menyebabkan kerontokan berbercak non-scarring, dengan 20% kasus memiliki riwayat keluarga 6
- Androgenetic alopecia dapat dimulai selama masa remaja setelah pubertas, dengan hingga 80% pria Eropa mengalami beberapa derajat kerontokan rambut tergantung androgen selama hidup mereka 7, 5
- Telogen effluvium adalah kerontokan yang dipicu stres di mana stressor fisiologis atau emosional mendorong folikel rambut secara prematur ke fase istirahat, dapat dipicu oleh penyakit, stres emosional berat, atau defisiensi nutrisi 6, 2
- Trichotillomania (mencabut rambut kompulsif) dan tinea capitis (infeksi jamur) juga merupakan penyebab penting pada remaja 1, 6
Kapan Perlu Pemeriksaan Laboratorium
- Pemeriksaan laboratorium tidak diperlukan jika diagnosis secara klinis sudah jelas, seperti pada kasus alopecia areata yang khas 1, 6
- Ferritin serum, vitamin D, dan TSH harus diperiksa jika dicurigai defisiensi besi, defisiensi vitamin D, atau penyakit tiroid, dengan ferritin optimal ≥60 ng/mL diperlukan untuk pertumbuhan rambut 1, 6
- Kultur jamur hanya diperlukan jika dicurigai tinea capitis, yang ditandai dengan peradangan atau scaling pada kulit kepala 1, 6
- Testosteron total, testosteron bebas, dan SHBG hanya perlu diperiksa jika ada tanda-tanda kelebihan androgen seperti jerawat atau hirsutisme 1
Peringatan Penting
- Jangan memesan panel autoimun yang ekstensif pada kasus alopecia areata yang straightforward, karena diagnosis biasanya dibuat secara klinis 1
- Pertimbangkan dampak psikologis - kerontokan rambut dapat sangat mempengaruhi harga diri remaja dan mungkin memerlukan dukungan psikologis 3, 2
- Dermoskopi adalah alat diagnostik non-invasif yang berharga untuk mengidentifikasi exclamation mark hairs dan yellow dots yang patognomonik untuk alopecia areata 1, 6
- Untuk alopecia areata terbatas dengan durasi singkat, 34-50% pasien pulih dalam satu tahun tanpa pengobatan, sehingga observasi dengan reassurance merupakan pilihan yang sah 3, 1