What is the tapering regimen for corticosteroids, specifically prednisone, in a patient diagnosed with Bell's palsy?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 7, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Regimen Tapering Prednison untuk Bell's Palsy

Untuk Bell's palsy, prednison diberikan dengan dosis 60 mg per hari selama 5 hari, diikuti dengan tapering 5 hari dengan pengurangan dosis bertahap. 1

Regimen Tapering yang Direkomendasikan

Terdapat dua pilihan regimen kortikosteroid yang direkomendasikan oleh American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery untuk pasien Bell's palsy berusia 16 tahun ke atas 1:

Pilihan 1: Prednison dengan Tapering

  • Hari 1-5: Prednison 60 mg per hari (dosis penuh) 1
  • Hari 6-10: Tapering selama 5 hari 1

Meskipun panduan tidak merinci dosis spesifik untuk setiap hari tapering, berdasarkan praktik klinis standar, skema tapering yang umum adalah:

  • Hari 6: 50 mg
  • Hari 7: 40 mg
  • Hari 8: 30 mg
  • Hari 9: 20 mg
  • Hari 10: 10 mg 2

Pilihan 2: Prednisolon tanpa Tapering

  • Hari 1-10: Prednisolon 50 mg per hari (dosis tetap selama 10 hari penuh tanpa tapering) 1

Waktu Pemberian yang Kritis

Kortikosteroid HARUS dimulai dalam 72 jam sejak onset gejala untuk memaksimalkan pemulihan. 1, 3

  • Pemberian setelah 72 jam memberikan manfaat minimal 3
  • Setengah dari pasien memulai pengobatan dalam 24 jam onset gejala, sepertiga dalam 24-48 jam, dan sisanya dalam 48-72 jam 4
  • Jangan menunda pengobatan sambil menunggu pemeriksaan diagnostik 1

Bukti Efektivitas

Penggunaan kortikosteroid dalam jendela waktu 72 jam menunjukkan hasil yang sangat signifikan 1:

  • Pada 3 bulan: 83% pemulihan dengan prednisolon vs 63.6% dengan plasebo 1, 4
  • Pada 9 bulan: 94.4% pemulihan dengan prednisolon vs 81.6% dengan plasebo 1, 4
  • Number Needed to Treat (NNT): 6 pasien untuk mencapai satu pemulihan lengkap tambahan pada 3 bulan 4

Kesalahan yang Harus Dihindari

  • Jangan memberikan antivirus sebagai monoterapi - tidak efektif dan tidak direkomendasikan 1, 2
  • Jangan mengulangi atau memperpanjang kortikosteroid setelah kursus 10 hari awal selesai 5
  • Jangan menunda pengobatan melewati jendela 72 jam 1, 3
  • Jangan lupa proteksi mata - harus dimulai segera bersamaan dengan kortikosteroid untuk mencegah kerusakan kornea 1, 5

Pertimbangan Terapi Kombinasi (Opsional)

Antivirus (valasiklovir 1 g tiga kali sehari selama 7 hari ATAU asiklovir 400 mg lima kali sehari selama 10 hari) dapat ditambahkan pada kortikosteroid, tetapi manfaat tambahannya minimal 1, 2:

  • Kombinasi prednisolon-asiklovir menunjukkan 79.7% pemulihan pada 3 bulan vs 86.3% dengan prednisolon saja 4
  • Tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok asiklovir dan non-asiklovir 4, 6
  • Risiko minimal, sehingga dapat dipertimbangkan secara individual 1

Manajemen Pendukung Esensial

Bersamaan dengan kortikosteroid, pasien HARUS menerima 1, 5:

  • Tetes mata pelumas setiap 1-2 jam saat terjaga 5
  • Salep oftalmik sebelum tidur untuk retensi kelembaban 5
  • Penutup mata atau taping dengan instruksi teknik yang tepat 5
  • Kacamata hitam untuk perlindungan outdoor 5
  • Rujukan oftalmologi segera jika ada gangguan penutupan mata yang berat 5

References

Guideline

Assessment and Management of Bell's Palsy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Bell Palsy: Rapid Evidence Review.

American family physician, 2023

Guideline

Management of Iatrogenic Facial Nerve Palsy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Treatment of Persistent Facial Pain 2 Weeks After Bell's Palsy Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Early treatment with prednisolone or acyclovir in Bell's palsy.

The New England journal of medicine, 2007

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.