Hubungan Otitis Media Efusi dengan Tiroid
Ya, terdapat hubungan antara gangguan tiroid dan otitis media efusi (OME), terutama pada hipotiroidisme kongenital, meskipun hubungan ini tidak umum dan bukan merupakan penyebab utama OME pada populasi umum.
Bukti Hubungan pada Hipotiroidisme Kongenital
Prevalensi dan Manifestasi Klinis
- Pada anak dengan hipotiroidisme kongenital, otitis media sekretori (efusi telinga tengah) ditemukan pada beberapa pasien, terutama pada usia di bawah 6 tahun 1
- Dalam studi pada 45 pasien dengan hipotiroidisme kongenital (agenesis, hipogenesis, atau dishormonogenesis kelenjar tiroid), 6 pasien ditemukan mengalami otitis media sekretori sebelum evaluasi pendengaran dilakukan 1
- Pada pasien lanjut usia dengan hipotiroidisme, efusi kavum timpani kronis dapat terjadi dan berlangsung bertahun-tahun 2
Mekanisme Patofisiologis
- Defisiensi hormon tiroid dapat menyebabkan "thyroxin-deficiency-mucoid-middle ear effusion" - efusi telinga tengah mukoid akibat kekurangan tiroksin 2
- Substitusi hormon tiroid yang adekuat merupakan satu-satunya pengobatan untuk kondisi efusi telinga tengah mukoid akibat defisiensi tiroksin 2
Konteks dalam Sindrom 22q11.2 Deletion
- Pada anak dengan sindrom 22q11.2 deletion, banyak yang mengalami otitis media rekuren dan/atau kronik dengan atau tanpa efusi 3
- Pasien dengan sindrom ini juga memiliki risiko tinggi mengalami kelainan tiroid, sehingga monitoring TSH dan free T4 direkomendasikan setiap 1-2 tahun 3
- Kombinasi disfungsi tuba Eustachius dan kelainan endokrin (termasuk tiroid) pada sindrom ini menunjukkan bahwa kedua kondisi dapat terjadi bersamaan pada populasi berisiko tinggi 3
Perbedaan dengan Penyebab OME yang Lebih Umum
Penyebab Utama OME pada Populasi Umum
- Disfungsi tuba Eustachius merupakan kondisi patofisiologis mendasar yang memungkinkan akumulasi cairan di ruang telinga tengah, bukan gangguan tiroid 4, 5
- Infeksi saluran pernapasan atas viral menyebabkan disfungsi tuba Eustachius yang cukup parah untuk menghasilkan gejala 4
- Pada anak usia 6-47 bulan, 24% mengalami OME setelah infeksi saluran pernapasan atas 4
Faktor Risiko yang Lebih Relevan
- Usia muda, jenis kelamin laki-laki, ras, dan etnis merupakan faktor host yang berkontribusi pada perkembangan otitis media 4
- Refluks laringofaring dan paparan asap rokok merupakan faktor lingkungan yang meningkatkan risiko 4
- Rinitis alergi dan non-alergi memiliki peran dalam perkembangan OME 6
Implikasi Klinis dan Peringatan
Kapan Mempertimbangkan Evaluasi Tiroid
- Evaluasi fungsi tiroid harus dipertimbangkan pada pasien dengan OME yang:
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan mengasumsikan gangguan tiroid sebagai penyebab OME pada populasi umum - ini merupakan asosiasi yang jarang dan bukan penyebab utama 4, 5
- Jangan melewatkan evaluasi pendengaran - pada anak dengan hipotiroidisme kongenital, evaluasi pendengaran harus dilakukan setelah efusi telinga tengah sembuh untuk tidak melewatkan penyebab ketulian lainnya seperti tuli sensorineural 1
- Ingat bahwa 80% anak dengan hipotiroidisme kongenital memiliki ambang pendengaran normal meskipun mendapat terapi substitusi yang adekuat, sementara 20% mengalami gangguan pendengaran sensorineural 1
Manajemen Spesifik
- Pada pasien dengan hipotiroidisme dan OME, substitusi hormon tiroid yang adekuat merupakan terapi definitif untuk efusi telinga tengah 2
- Evaluasi dan pengobatan OME harus tetap mengikuti pedoman standar (observasi 3 bulan, pertimbangan tympanostomy tubes jika persisten dengan gejala) sambil mengoptimalkan fungsi tiroid 5, 7
- Monitoring fungsi tiroid berkala diperlukan pada populasi berisiko tinggi yang mengalami OME rekuren 3