What is the treatment approach for a patient with persistent hiccups?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 9, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi Cegukan Persisten

Pendekatan Terapi Lini Pertama

Untuk cegukan persisten, mulai dengan chlorpromazine 25-50 mg tiga hingga empat kali sehari sebagai terapi farmakologis lini pertama, dengan peningkatan dosis bertahap jika gejala menetap setelah 2-3 hari. 1

Dosis dan Pemberian Chlorpromazine

  • Dosis awal: 25-50 mg tiga hingga empat kali sehari secara oral 1
  • Jika gejala menetap setelah 2-3 hari: Pertimbangkan terapi parenteral 1
  • Peringatan penting: Chlorpromazine dapat menyebabkan hipotensi, sedasi, gejala ekstrapiramidal, dan perpanjangan interval QT 2
  • Pada pasien lanjut usia: Gunakan dosis yang lebih rendah karena lebih rentan terhadap hipotensi dan reaksi neuromuskular 1

Terapi Lini Kedua

Jika chlorpromazine tidak efektif atau tidak dapat ditoleransi, pertimbangkan agen alternatif berikut:

Metoclopramide

  • Rekomendasi: American Society of Clinical Oncology merekomendasikan metoclopramide sebagai agen lini kedua 2
  • Keuntungan tambahan: Dapat dikombinasikan dengan terapi PPI jika GERD dicurigai sebagai penyebab 2

Terapi Berdasarkan Etiologi

Jika GERD dicurigai sebagai penyebab:

  • Mulai terapi proton pump inhibitor (PPI) dosis tinggi 2
  • Waktu respons bervariasi dari 2 minggu hingga beberapa bulan 2
  • Tambahkan terapi prokinetik (seperti metoclopramide) jika perbaikan parsial atau tidak ada perbaikan 2
  • Implementasikan modifikasi diet dan gaya hidup antireflux secara bersamaan 2

Evaluasi Diagnostik Penting

Sebelum memulai terapi, pertimbangkan evaluasi untuk penyebab yang mendasari:

Penyebab yang Perlu Disingkirkan

  • Penyebab sistem saraf pusat: Tumor otak, cedera otak traumatik 2
  • Penyebab kardiovaskular: Efusi perikardial yang menekan nervus frenikus (ditandai dengan gejala kompresi lokal) 2
  • Pencitraan yang direkomendasikan: Foto toraks dan ekokardiografi jika dicurigai patologi perikardial atau toraks 2

Konsekuensi Jika Tidak Diobati

Cegukan persisten yang tidak diobati dapat menyebabkan:

  • Penurunan berat badan 2
  • Depresi 2
  • Gangguan kualitas hidup yang signifikan 3

Catatan Penting tentang Bukti

Meskipun berbagai intervensi telah dilaporkan untuk cegukan, bukti berkualitas tinggi sangat terbatas - review Cochrane tahun 2013 menemukan bukti yang tidak memadai untuk memandu terapi baik farmakologis maupun non-farmakologis 4. Namun, chlorpromazine tetap menjadi agen yang paling banyak digunakan dan satu-satunya yang disetujui FDA untuk indikasi ini 1, 5.

Opsi untuk Kasus Refrakter

Untuk kasus yang sangat jarang terjadi dan refrakter terhadap terapi medis:

  • Gabapentin dan baclofen telah dilaporkan efektif 6, 3
  • Blokade nervus frenikus atau stimulasi nervus vagus dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir 3
  • Intervensi bedah sangat jarang diperlukan dan hanya untuk kasus intraktabel 3

References

Guideline

Hiccups Treatment and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

A case report of Vagus nerve stimulation for intractable hiccups.

International journal of surgery case reports, 2021

Research

Interventions for treating persistent and intractable hiccups in adults.

The Cochrane database of systematic reviews, 2013

Research

Hiccups: causes and cures.

Journal of clinical gastroenterology, 1985

Research

Hiccup: mystery, nature and treatment.

Journal of neurogastroenterology and motility, 2012

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.