Penggantian Antibiotik untuk Pasien dengan Gangguan Fungsi Ginjal yang Tidak Merespons Baquinor
Rekomendasi Utama
Jika pasien dengan gangguan fungsi ginjal tidak merespons terhadap Baquinor (ciprofloxacin), ganti dengan ceftriaxone 1-2 gram IV sekali sehari atau meropenem 1 gram IV tiga kali sehari, dengan pilihan bergantung pada tingkat keparahan infeksi dan pola resistensi lokal. 1
Algoritma Pemilihan Antibiotik Pengganti
Langkah 1: Evaluasi Kegagalan Terapi
- Pastikan kultur darah dan urin telah diambil sebelum mengganti antibiotik 1
- Kegagalan terapi fluoroquinolone dapat mengindikasikan resistensi lokal >10% atau organisme penghasil ESBL 2, 1
- Periksa apakah kontrol sumber infeksi sudah adekuat (drainase abses, pengangkatan kateter terinfeksi) 3
Langkah 2: Pilihan Antibiotik Berdasarkan Tingkat Keparahan
Untuk Infeksi Sedang (Tanpa Syok Septik):
- Ceftriaxone 1-2 gram IV sekali sehari adalah pilihan utama karena dosis sekali sehari memudahkan pemberian dan memiliki profil keamanan baik pada gangguan ginjal 2, 1
- Ceftriaxone efektif melawan sebagian besar Enterobacteriaceae termasuk E. coli dan Klebsiella 2
- Tidak memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan ginjal ringan-sedang 2
Untuk Infeksi Berat atau Sepsis:
- Meropenem 1 gram IV tiga kali sehari untuk cakupan spektrum luas termasuk organisme resisten 1
- Carbapenem harus dicadangkan untuk hasil kultur yang menunjukkan organisme multidrug-resistant 1
- PENTING: Meropenem memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan ginjal 2
Langkah 3: Pertimbangan Khusus untuk Gangguan Ginjal
Hindari atau Gunakan dengan Sangat Hati-hati:
- Aminoglikosida (gentamicin, amikacin) sangat nefrotoksik dan harus dihindari kecuali tidak ada alternatif lain 2
- Jika aminoglikosida harus digunakan, berikan dosis tunggal harian 5 mg/kg dengan monitoring ketat kadar serum 2
- Monitor kadar puncak (3-4 μg/mL untuk sinergi, 5-10 μg/mL untuk bakteri Gram-negatif) dan kadar lembah (<1 μg/mL) 2
Vancomycin untuk Cakupan Gram-Positif:
- Jika dicurigai infeksi terkait kateter atau MRSA, tambahkan vancomycin 2
- Dosis awal 15 mg/kg bahkan pada gangguan ginjal ringan-sedang 4
- Dosis pemeliharaan disesuaikan untuk mencapai kadar lembah 10-15 μg/mL (15-20 μg/mL untuk MRSA dengan MIC >1 μg/mL) 2, 4
- PERINGATAN: Monitor fungsi ginjal ketat karena vancomycin dapat menyebabkan acute kidney injury 4
Pilihan Alternatif Berdasarkan Jenis Infeksi
Infeksi Saluran Kemih Komplikata/Pielonefritis:
- Levofloxacin 750 mg IV sekali sehari jika resistensi fluoroquinolone lokal <10% 2, 1
- Ceftriaxone 2 gram IV sekali sehari jika resistensi fluoroquinolone >10% 1
- Durasi terapi: 5-7 hari untuk fluoroquinolone, 10-14 hari untuk beta-laktam 2, 1
Pneumonia Nosokomial:
- Ceftazidime atau meropenem + levofloxacin ± glycopeptide (vancomycin/linezolid) untuk cakupan Pseudomonas dan MRSA 2
- Tambahkan makrolida untuk cakupan organisme atipikal (Legionella, Mycoplasma) 2
Infeksi Intra-abdominal:
- Piperacillin-tazobactam atau ceftriaxone + metronidazole untuk cakupan anaerob 2
- Jika alergi metronidazole, gunakan clindamycin 300-450 mg oral empat kali sehari 5
Bakteremia Enterobacter:
- Setelah 3-7 hari terapi IV efektif, dapat step-down ke ciprofloxacin 750 mg oral setiap 12 jam jika isolat sensitif 3
- Durasi total 10-14 hari untuk bakteremia 3
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
Kesalahan Kritis:
- JANGAN gunakan fluoroquinolone empiris di area dengan resistensi >10% tanpa menambahkan agen parenteral awal 2, 1
- JANGAN gunakan beta-laktam oral sebagai monoterapi tanpa dosis parenteral awal karena tingkat kegagalan tinggi 2, 1
- JANGAN lupa mengambil kultur sebelum memulai antibiotik karena ini mencegah penyesuaian terapi terarah 1
Monitoring Ketat Diperlukan:
- Fungsi ginjal harus dimonitor pada semua pasien, terutama yang menerima vancomycin, aminoglikosida, atau carbapenem 2, 4
- Pasien lansia memerlukan monitoring ketat untuk efek samping aminoglikosida (nefrotoksisitas, ototoksisitas) dan fluoroquinolone (efek SSP, tendinopati) 1
- Penyesuaian dosis berdasarkan klirens kreatinin wajib dilakukan 4
Resistensi Multidrug:
- Jika dicurigai organisme penghasil ESBL atau carbapenem-resistant Enterobacteriaceae (CRE), konsultasikan dengan spesialis penyakit infeksi 2
- Untuk CRE, pertimbangkan ceftazidime-avibactam, meropenem-vaborbactam, atau kombinasi berbasis colistin 2, 3
- Tigecycline dosis tinggi + carbapenem infus kontinu dapat digunakan untuk carbapenemase-producing Enterobacteriaceae 2