Kombinasi Ceftriaxone dan Metronidazole untuk Infeksi Intra-Abdominal Kompleks
Ya, kombinasi injeksi ceftriaxone dengan metronidazole dibenarkan dan merupakan terapi lini pertama yang direkomendasikan oleh pedoman internasional untuk infeksi intra-abdominal kompleks yang didapat dari komunitas dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. 1, 2
Rekomendasi Berdasarkan Pedoman
Kombinasi ini secara spesifik didukung oleh Infectious Diseases Society of America (IDSA) sebagai regimen alternatif untuk:
- Infeksi intra-abdominal kompleks yang didapat dari komunitas dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang 1, 2
- Infeksi luka bedah insisional yang melibatkan saluran intestinal atau genitourinari 2
- Necrotizing fasciitis sebagai alternatif bersama vankomisin/linezolid plus piperacillin-tazobactam atau carbapenem 2
World Society of Emergency Surgery juga merekomendasikan kombinasi sefalosporin generasi ketiga dengan metronidazole untuk infeksi ekstra-bilier atau bilier akut pada pasien yang tidak kritis dan tanpa faktor risiko extended-spectrum beta-lactamases 3
Dosis dan Durasi Terapi
Dosis yang direkomendasikan:
Durasi terapi:
- Minimum 3 hari, umumnya 5-7 hari dengan kontrol sumber yang adekuat 2
- Terapi harus dilanjutkan hingga resolusi tanda klinis infeksi, termasuk normalisasi suhu, jumlah leukosit, dan kembalinya fungsi gastrointestinal 1
Bukti Efikasi Klinis
Data penelitian menunjukkan kombinasi ini sangat efektif:
- Tingkat kesembuhan klinis 90.2% dalam studi double-blind terkontrol untuk infeksi intra-abdominal kompleks 3
- Tingkat kesembuhan klinis 90.6% dalam studi yang membandingkan dengan ciprofloxacin plus metronidazole 4
- Aktivitas bakterisidal yang intens dan berkepanjangan terhadap E. coli, Proteus mirabilis, Klebsiella pneumoniae, dan Bacteroides fragilis 5
- Serum bactericidal titer (SBT) tetap ≥1:4 sepanjang interval dosis 24 jam 5
Keunggulan Farmakologis
Kombinasi ini memiliki beberapa keunggulan:
- Ceftriaxone memiliki waktu paruh yang panjang, memungkinkan pemberian sekali sehari yang meningkatkan kenyamanan dan berpotensi mengurangi biaya 2, 6
- Profil farmakodinamik yang superior dibandingkan agen tunggal konvensional seperti cefoxitin atau ampicillin-sulbactam 6
- Lebih cost-effective dibandingkan carbapenem untuk infeksi ringan hingga sedang sambil memberikan cakupan yang adekuat 2
Pertimbangan Khusus pada Gangguan Fungsi Ginjal
Untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal:
- Ceftriaxone tidak memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan ginjal ringan hingga sedang karena ekskresi ganda (renal dan bilier)
- Metronidazole umumnya tidak memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan ginjal, tetapi perlu monitoring pada gangguan hati berat
- Kombinasi ini lebih aman dibandingkan aminoglikosida yang tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin karena masalah toksisitas 1
Kapan TIDAK Menggunakan Kombinasi Ini
Jangan gunakan ceftriaxone plus metronidazole untuk:
- Infeksi dengan kecurigaan Pseudomonas aeruginosa yang memerlukan cakupan definitif—ceftriaxone memiliki aktivitas anti-pseudomonal yang tidak memadai 2
- Kecurigaan infeksi MRSA—tambahkan vankomisin, linezolid, atau daptomisin jika MRSA dicurigai 2
- Infeksi berat tingkat tinggi yang didapat dari komunitas atau infeksi terkait layanan kesehatan—agen spektrum lebih luas seperti carbapenem (imipenem, meropenem) atau piperacillin-tazobactam lebih disukai 2
Alternatif yang Harus Dipertimbangkan
Untuk infeksi yang lebih berat atau pasien dengan faktor risiko:
- Ertapenem, moxifloxacin, atau tigecycline sebagai agen tunggal untuk infeksi yang didapat dari komunitas 1
- Imipenem-cilastatin atau meropenem untuk infeksi berat atau sepsis intra-abdominal 7
- Piperacillin-tazobactam untuk cakupan yang lebih luas termasuk Pseudomonas 3
Peringatan Penting
- Ampicillin-sulbactam tidak direkomendasikan karena tingkat resistensi E. coli yang tinggi 1, 2
- Kontrol sumber adalah paramount—intervensi bedah atau drainase tidak boleh ditunda 7
- Tinjau temuan mikrobiologi lokal, karena regimen spektrum lebih luas mungkin diperlukan di area dengan resistensi tinggi 1
- Resistensi quinolone pada E. coli telah menjadi umum (hingga 20%), sehingga quinolone tidak boleh digunakan kecuali survei rumah sakit menunjukkan kerentanan >90% 1, 7