Is the combination of ceftriaxone (Ceftriaxone) and metronidazole (Metronidazole) justified for a patient with impaired renal function and a suspected complicated intra-abdominal infection?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 10, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kombinasi Ceftriaxone dan Metronidazole untuk Infeksi Intra-Abdominal Kompleks

Ya, kombinasi injeksi ceftriaxone dengan metronidazole dibenarkan dan merupakan terapi lini pertama yang direkomendasikan oleh pedoman internasional untuk infeksi intra-abdominal kompleks yang didapat dari komunitas dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. 1, 2

Rekomendasi Berdasarkan Pedoman

Kombinasi ini secara spesifik didukung oleh Infectious Diseases Society of America (IDSA) sebagai regimen alternatif untuk:

  • Infeksi intra-abdominal kompleks yang didapat dari komunitas dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang 1, 2
  • Infeksi luka bedah insisional yang melibatkan saluran intestinal atau genitourinari 2
  • Necrotizing fasciitis sebagai alternatif bersama vankomisin/linezolid plus piperacillin-tazobactam atau carbapenem 2

World Society of Emergency Surgery juga merekomendasikan kombinasi sefalosporin generasi ketiga dengan metronidazole untuk infeksi ekstra-bilier atau bilier akut pada pasien yang tidak kritis dan tanpa faktor risiko extended-spectrum beta-lactamases 3

Dosis dan Durasi Terapi

Dosis yang direkomendasikan:

  • Ceftriaxone: 1-2 gram IV setiap 24 jam 2
  • Metronidazole: 500 mg IV setiap 8 jam 2

Durasi terapi:

  • Minimum 3 hari, umumnya 5-7 hari dengan kontrol sumber yang adekuat 2
  • Terapi harus dilanjutkan hingga resolusi tanda klinis infeksi, termasuk normalisasi suhu, jumlah leukosit, dan kembalinya fungsi gastrointestinal 1

Bukti Efikasi Klinis

Data penelitian menunjukkan kombinasi ini sangat efektif:

  • Tingkat kesembuhan klinis 90.2% dalam studi double-blind terkontrol untuk infeksi intra-abdominal kompleks 3
  • Tingkat kesembuhan klinis 90.6% dalam studi yang membandingkan dengan ciprofloxacin plus metronidazole 4
  • Aktivitas bakterisidal yang intens dan berkepanjangan terhadap E. coli, Proteus mirabilis, Klebsiella pneumoniae, dan Bacteroides fragilis 5
  • Serum bactericidal titer (SBT) tetap ≥1:4 sepanjang interval dosis 24 jam 5

Keunggulan Farmakologis

Kombinasi ini memiliki beberapa keunggulan:

  • Ceftriaxone memiliki waktu paruh yang panjang, memungkinkan pemberian sekali sehari yang meningkatkan kenyamanan dan berpotensi mengurangi biaya 2, 6
  • Profil farmakodinamik yang superior dibandingkan agen tunggal konvensional seperti cefoxitin atau ampicillin-sulbactam 6
  • Lebih cost-effective dibandingkan carbapenem untuk infeksi ringan hingga sedang sambil memberikan cakupan yang adekuat 2

Pertimbangan Khusus pada Gangguan Fungsi Ginjal

Untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal:

  • Ceftriaxone tidak memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan ginjal ringan hingga sedang karena ekskresi ganda (renal dan bilier)
  • Metronidazole umumnya tidak memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan ginjal, tetapi perlu monitoring pada gangguan hati berat
  • Kombinasi ini lebih aman dibandingkan aminoglikosida yang tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin karena masalah toksisitas 1

Kapan TIDAK Menggunakan Kombinasi Ini

Jangan gunakan ceftriaxone plus metronidazole untuk:

  • Infeksi dengan kecurigaan Pseudomonas aeruginosa yang memerlukan cakupan definitif—ceftriaxone memiliki aktivitas anti-pseudomonal yang tidak memadai 2
  • Kecurigaan infeksi MRSA—tambahkan vankomisin, linezolid, atau daptomisin jika MRSA dicurigai 2
  • Infeksi berat tingkat tinggi yang didapat dari komunitas atau infeksi terkait layanan kesehatan—agen spektrum lebih luas seperti carbapenem (imipenem, meropenem) atau piperacillin-tazobactam lebih disukai 2

Alternatif yang Harus Dipertimbangkan

Untuk infeksi yang lebih berat atau pasien dengan faktor risiko:

  • Ertapenem, moxifloxacin, atau tigecycline sebagai agen tunggal untuk infeksi yang didapat dari komunitas 1
  • Imipenem-cilastatin atau meropenem untuk infeksi berat atau sepsis intra-abdominal 7
  • Piperacillin-tazobactam untuk cakupan yang lebih luas termasuk Pseudomonas 3

Peringatan Penting

  • Ampicillin-sulbactam tidak direkomendasikan karena tingkat resistensi E. coli yang tinggi 1, 2
  • Kontrol sumber adalah paramount—intervensi bedah atau drainase tidak boleh ditunda 7
  • Tinjau temuan mikrobiologi lokal, karena regimen spektrum lebih luas mungkin diperlukan di area dengan resistensi tinggi 1
  • Resistensi quinolone pada E. coli telah menjadi umum (hingga 20%), sehingga quinolone tidak boleh digunakan kecuali survei rumah sakit menunjukkan kerentanan >90% 1, 7

References

Guideline

Antibiotic Treatment for Gastrointestinal Infections

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Ceftriaxone and Metronidazole for Mixed Aerobic-Anaerobic Infections

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Cephalosporin-metronidazole combinations in the management of intra-abdominal infections.

Diagnostic microbiology and infectious disease, 1995

Guideline

Antibiotic Regimens for Common Gastroenteritis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.