Pemeriksaan Garpu Tala untuk Penilaian Pendengaran
Tes Weber
Tes Weber menggunakan garpu tala 256 atau 512 Hz yang diletakkan di garis tengah dahi atau gigi rahang atas untuk menentukan lateralisasi suara, yang membantu membedakan gangguan pendengaran konduktif dari sensorineural. 1
Teknik Pelaksanaan
- Getarkan garpu tala dengan memukulnya pada siku atau lutut yang dilindungi untuk menghindari frekuensi non-harmonik 1, 2
- Letakkan garpu tala yang bergetar di garis tengah dahi atau pada gigi rahang atas 1, 2
- Tanyakan kepada pasien di mana mereka mendengar suara tersebut 1
- Pada pendengaran normal, suara harus terdengar di garis tengah atau "di mana-mana" 1, 2
Interpretasi Hasil
- Gangguan pendengaran konduktif: Suara lateralisasi ke telinga yang terkena (telinga yang sakit) 1
- Gangguan pendengaran sensorineural: Suara lateralisasi ke telinga yang tidak terkena (telinga yang sehat) 1
- Lateralisasi pada tes Weber terjadi pada perbedaan 2,5 dB antara telinga kanan dan kiri 3
- Tes Weber berada di garis tengah pada 96-98% telinga dengan pendengaran normal bilateral atau gangguan pendengaran sensorineural bilateral 3
Tes Rinne
Tes Rinne membandingkan konduksi udara dengan konduksi tulang pada telinga yang sama untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran konduktif, dengan hasil positif (konduksi udara > konduksi tulang) menunjukkan pendengaran normal atau gangguan sensorineural. 1
Teknik Pelaksanaan
- Getarkan garpu tala 256 atau 512 Hz dan letakkan di tulang mastoid di belakang telinga 1, 2
- Setelah pasien tidak lagi mendengar suara melalui tulang, pindahkan garpu tala ke depan lubang telinga 1, 2
- Tanyakan di mana suara terdengar lebih keras: di belakang telinga (konduksi tulang) atau di depan telinga (konduksi udara) 1, 2
Interpretasi Hasil
- Rinne positif (normal): Konduksi udara > konduksi tulang - menunjukkan pendengaran normal atau gangguan pendengaran sensorineural 1
- Rinne negatif (abnormal): Konduksi tulang > konduksi udara - menunjukkan gangguan pendengaran konduktif pada telinga yang diperiksa 1
- Tes Rinne positif pada 97% telinga dengan pendengaran normal atau gangguan pendengaran sensorineural 3
- Tes Rinne negatif pada 72% telinga dengan gangguan pendengaran konduktif 3
- Tes Rinne berubah dari positif menjadi negatif pada ambang 13 dB gangguan pendengaran konduktif 3
Tes Schwabach (Konduksi Tulang Absolut)
Tes Schwabach membandingkan konduksi tulang pasien dengan pemeriksa yang memiliki pendengaran normal untuk menilai fungsi pendengaran secara keseluruhan. 4
Teknik Pelaksanaan
- Letakkan garpu tala yang bergetar pada tulang mastoid pasien 4
- Ketika pasien tidak lagi mendengar suara, segera pindahkan garpu tala ke tulang mastoid pemeriksa 4
- Bandingkan durasi pendengaran antara pasien dan pemeriksa 4
Interpretasi Hasil
- Schwabach normal: Durasi konduksi tulang pasien sama dengan pemeriksa 4
- Schwabach memendek: Pasien mendengar lebih singkat dari pemeriksa - menunjukkan gangguan pendengaran sensorineural 4
- Schwabach memanjang: Pasien mendengar lebih lama dari pemeriksa - menunjukkan gangguan pendengaran konduktif 4
Pola Kombinasi dan Interpretasi Klinis
Gangguan Pendengaran Konduktif
- Weber: Lateralisasi ke telinga yang terkena 1
- Rinne: Negatif pada telinga yang terkena 1
- Schwabach: Memanjang 4
Gangguan Pendengaran Sensorineural
- Weber: Lateralisasi ke telinga yang tidak terkena 1
- Rinne: Positif pada kedua telinga 1
- Schwabach: Memendek 4
Akurasi Diagnostik dan Keterbatasan
- Sensitivitas keseluruhan tes garpu tala adalah 76,86%, spesifisitas 85,48%, dan validitas 78,54% 4
- Sensitivitas tes Rinne untuk mendeteksi gangguan pendengaran konduktif berkisar 43-91% untuk garpu 256 Hz dan 16-87% untuk garpu 512 Hz 5
- Spesifisitas tes Rinne berkisar 50-100% untuk garpu 256 Hz dan 55-100% untuk garpu 512 Hz 5
- Nilai tes Rinne dan Weber tidak baik dalam diagnosis gangguan pendengaran konduktif ringan ketika air-bone gap adalah 5-35 dB 3
Peringatan Penting dan Kesalahan yang Harus Dihindari
- Jangan pernah mengganti audiometri formal dengan tes garpu tala - tes ini hanya memberikan informasi awal 1, 2
- Jangan memukul garpu tala pada permukaan keras karena menghasilkan frekuensi non-harmonik yang membatalkan hasil 2
- Pastikan lingkungan yang tenang untuk pengujian 2
- Kesalahan diagnosis gangguan pendengaran sensorineural sebagai konduktif dapat menunda pengobatan kritis 1, 2
- Serumen yang impaksi harus dikeluarkan sebelum menegakkan diagnosis karena dapat menyebabkan gangguan pendengaran konduktif 1
- Untuk gangguan pendengaran asimetris, konduktif/campuran, atau pengenalan kata yang buruk, rujukan ke spesialis THT direkomendasikan 6
Indikasi untuk Pemeriksaan Lanjutan
- Audiometri nada murni (pure-tone audiometry) dengan tes konduksi udara dan tulang adalah standar emas dan tes definitif untuk mendiagnosis gangguan pendengaran konduktif 1
- Setiap hasil skrining objektif yang abnormal memerlukan rujukan audiologi dan pengujian definitif 7
- CT temporal bone tanpa kontras adalah modalitas pencitraan lini pertama ketika tidak ada massa telinga tengah yang terlihat pada otoskopi 1